Ramai Video Hipnotis Seekor Ayam, Ilmuwan Jelaskan Bukan Kekuatan Gaib
Video ini ramai dibagikan di media sosial memperlihatkan kondisi ayam setelah dihipnotis.
Video ini ramai dibagikan di media sosial memperlihatkan kondisi ayam setelah dihipnotis.
Ramai Video Hipnotis Seekor Ayam, Ilmuwan Jelaskan Bukan Kekuatan Gaib
Sebuah video di media sosial (medsos) telah memantik banyak orang untuk melihatnya. Video ini terkait cara menghipnotis ayam. Video unik itu diunggah oleh akun weactual pada Instagramnya.
Dalam video tersebut tertulis: “How to hypnotize chickens”, menunjukan menunjukan bagaimana ayam begitu terhipnotis setelah dipegang kepalanya ke bawah menghadap tanah.
Kemudian, tanah di hadapannya itu ditarik garis lurus agak panjang. Percis di bawah paruh ayam.
Terlihat ayam itu seperti lemas dan tak ‘meronta-ronta’ lagi. Ayam kemudian nampak seperti pandangannya hilang.
Percis layaknya orang terkena hipnotis. Menurut catatan dalam video itu, apa yang dilakukan kepada ayam, bukanlah sesuatu yang berbahaya.
Kata Ilmuwan
Menurut ilmuwan dikutip dari Discover Wildlife dan WashingtonPost, Senin (17/7), diksi hipnotis kurang tepat.
Peristiwa ini dianggap sebagai trik untuk memicu imobilitas tonik atau keadaan kelumpuhan sementara yang memungkinkan hewan berpura-pura mati saat terpojok oleh pemangsa.
Metode serupa juga bekerja pada spesies lain. Kelinci dan hiu, misalnya, dapat dilumpuhkan dengan membalikkan punggungnya dan membelai moncongnya. Teknik ini yang sering digunakan oleh dokter hewan dan ahli biologi kelautan.
Lebih jauh, pada abad ke-17, ilmuwan burung Gordon G. Gallup Jr pernah menulis sebuah makalah yang menggambarkan hipnosis ayam.
Kemudian, ilmuwan hewan Thomas V. Craig menyebut menatap tajam ke mata ayam dapat membuat ayam terhipnotis lebih lama.
"Jika kita duduk dan melihat langsung ke burung itu, ia akan diam selama tiga sampai lima menit. Anda bahkan tidak membutuhkan mata asli. Anda bisa melakukannya dengan dua bola ping-pong dengan bintik hitam di atasnya. Ini tidak ada hubungannya dengan kekuatan gaib,"
Ilmuwan hewan Thomas V. Craig.