Unicorn adalah Perusahaan Startup, Pahami Ciri-Cirinya yang Mudah Dikenali
Unicorn adalah sebutan yang dipakai untuk perusahaan besar dengan nilai valuasi mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp140 triliun.
Unicorn adalah sebutan yang dipakai untuk perusahaan besar dengan nilai valuasi mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp140 triliun.
Unicorn adalah Perusahaan Startup, Pahami Ciri-Cirinya yang Mudah Dikenali
Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kita sering mendengar istilah unicorn. Biasanya, istilah ini banyak dipakai oleh perusahaan startup atau pengembang aplikasi. Saat ini, sudah banyak contoh perusahaan unicorn yang terkenal di Indonesia.
Unicorn adalah sebutan yang dipakai untuk perusahaan besar dengan nilai valuasi mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp140 triliun. Istilah ini digunakan pertama kali oleh seorang kapitalis asal Amerika Serikat bernama Aileen Lee.
Istilah unicorn juga digunakan untuk startup, yakni perusahaan rintisan di bidang teknologi dan informasi berbasis internet. Seperti pengembangan aplikasi, transportasi, atau layanan pembayaran. Berikut ciri-ciri unicorn dan penjelasannya yang merdeka.com rangkum dari berbagai sumber.
Apa Itu Unicorn?
Unicorn adalah istilah yang dipakai dalam industri modal ventura untuk menggambarkan perusahaan rintisan swasta dengan nilai valuasi lebih dari 1 miliar dollar AS.
Perusahaan yang mencapai nilai sebesar itu, tentu sangat jarang terjadi. Maka dari itu, menyandang status sebagai perusahaan startup unicorn sudah mendapat pencapaian luar biasa.
Dalam mitologi Yunani, unicorn adalah hewan langka mirip kuda yang memiliki tanduk di kepala. Kemudian istilah ini diambil untuk menggambarkan perusahaan startup dengan nilai valuasi yang mencapai 1 miliar dollar.
Ciri-ciri Unicorn dalam Startup
Ada sejumlah ciri-ciri unicorn dalam startup yang perlu diketahui, antara lain:
Adanya Inovasi
Salah satu ciri-ciri unicron adalah adanya inovasi bisnis. Contoh perusahaan startup yang mampu melakukan inovasi adalah Gojek. Berkat kemunculan startup tersebut, terjadi perusahaan di bidang transportasi yang semakin memudahkan masyarakat.
Mengembangkan Teknologi
Ciri-ciri unicorn selanjutnya adalah selalu mengembangkan teknologi dan mengakses beragam fasilitas dalam satu aplikasi. Contohnya aplikasi pesan makanan, antar barang, dan berbagai jenis pembayaran online.
Berfokus pada Pelayanan Konsumen
Secara umum, layanan yang diberikan perusahaan unicorn adalah B2C (Business to Consumer). Dalam hal ini, strategi bisnis berfokus pada keterjangkauan pelanggan secara luas. Misalnya, Spotify yang mengembangkan layanan musik gratis dan legal.
Perbedaan Startup Unicorn, Decacorn dan Hectocorn
Selain unicorn, kita juga sering mendengar istilah dacacorn dan hectocorn. Banyak orang mengira kalau ketiga istilah tersebut memiliki arti yang sama. Padahal, ada sejumlah perbedaan antara unicorn, dacacorn dan hectocorn. Berikut penjelasannya:
Unicorn
Seperti kita tahu, unicorn adalah perusahaan startup yang memiliki nilai paling rendah, yakni lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp14 triliun. Dana ini bisa diperoleh dari investor publik maupun swasta. Sejak istilah ini diciptakan, setidaknya ada 39 perusahaan yang masuk ke dalam kategori unicorn.
Decacorn
Decacorn adalah perusahaan startup yang jauh lebih besar dari unicorn. Startup ini memiliki nilai valuasi US$ 10 miliar atau setara Rp140 triliun. Di Indonesia, sudah ada dua startup decacorn, yakni GoTo dan J&T Express.
Hectocorn
Hectocorn adalah tingkatan startup paling tinggi dengan nilai valuasi lebih dari US$ 100 miliar. CB Insights mencatat ada tiga startup yang masuk golongan ini dan tidak satupun berasal dari Indonesia. Di luar negeri, ada ByteDance asal China dengan nilai valuasi terbesar di dunia, yakni US$ 140 miliar atau sekitar Rp1.960 triliun.