Advertisement
12 Jenis Eating Disorder yang Perlu Diwaspadai, Bisa Dialami Siapa Saja
Eating disorder atau gangguan makan, adalah kondisi medis yang ditandai oleh pola makan yang tidak sehat dan tidak normal. Hal ini biasanya juga disertai perasaan yang tidak sehat tentang berat badan dan bentuk tubuh.
Penderita eating disorder cenderung khawatir berlebihan terhadap berat badan dan bentuk tubuh mereka, dan sering kali memiliki citra tubuh yang tidak realistis. Kondisi ini dapat mempengaruhi siapa saja, dari segala usia, jenis kelamin, latar belakang, dan orientasi seksual.
Eating disorder bukan hanya masalah psikologis atau perilaku, tetapi juga memiliki dampak fisik yang serius pada kesehatan. Penderita eating disorder dapat mengalami berbagai komplikasi kesehatan, seperti kekurangan nutrisi, masalah pencernaan, kerusakan organ, dan gangguan jantung.
Kondisi ini juga dapat mempengaruhi kehidupan sosial dan emosional penderita, termasuk perasaan cemas, depresi, dan isolasi sosial. Dilansir dari Breathe Healing Centers, berikut sejumlah jenis eating disorder yang rentan kita alami.
Advertisement
Advertisement
Anorexia Nervosa
Anorexia Nervosa adalah gangguan makan yang ditandai oleh ketakutan berlebihan akan berat badan, terutama ketika seseorang masih memiliki berat badan yang rendah. Penderita anoreksia nervosa cenderung membatasi asupan makanan dan mengeksploitasi diri dengan aktivitas fisik yang berlebihan untuk menurunkan berat badan.
Advertisement
Bulimia Nervosa
Bulimia Nervosa adalah kondisi ketika seseorang makan dalam jumlah besar dalam waktu singkat (binge eating) dan kemudian mencoba untuk menghindari peningkatan berat badan dengan memuntahkan makanan yang telah dimakan atau menggunakan obat pencahar.
Advertisement
Muscle Dysmorphia
Muscle Dysmorphia adalah gangguan makan yang ditandai oleh kekhawatiran yang berlebihan terhadap bentuk tubuh yang terlalu kurus atau tidak memiliki massa otot yang cukup. Penderita gangguan ini biasanya menghabiskan waktu yang banyak untuk berolahraga dan memperbaiki bentuk tubuh.
Advertisement
Binge Eating Disorder (BED)
Binge Eating Disorder (BED) adalah gangguan makan yang ditandai oleh pola makan yang tidak terkendali dan melampau batas normal. Penderita BED biasanya makan dalam jumlah yang besar dan merasa tidak bisa mengendalikan perilaku makan yang berlebihan tersebut.
Advertisement
Other Specified Feeding or Eating Disorder (OSFED)
OSFED adalah kelompok gangguan makan yang ditandai oleh perilaku makan yang tidak normal atau tidak sehat, tetapi tidak memenuhi kriteria untuk anoreksia nervosa atau bulimia nervosa.
Advertisement
Compulsive Over Eating (COE)
Compulsive Over Eating (COE) adalah bentuk lain dari binge eating yang ditandai oleh konsumsi makanan dalam jumlah besar dan berulang kali, meskipun penderita merasa kenyang.
Advertisement
Prader-Willi Syndrome
Prader-Willi Syndrome adalah kondisi medis yang ditandai dengan nafsu makan yang tidak terkendali dan kecenderungan untuk mengalami obesitas.
Advertisement
Diabulimia
Diabulimia adalah kondisi ketika seseorang dengan diabetes tipe 1 sengaja menghindari suntikan insulin untuk menurunkan berat badan, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.
Advertisement
Orthorexia Nervosa
Orthorexia Nervosa adalah gangguan makan yang ditandai oleh kekhawatiran yang berlebihan terhadap makanan yang sehat dan membatasi asupan makanan yang tidak dianggap sehat.
Advertisement
Selective Eating Disorder
Selective Eating Disorder adalah kondisi di mana seseorang hanya makan sejumlah kecil jenis makanan atau menghindari makanan tertentu karena tekstur, rasa atau aroma makanan tersebut.
Advertisement
Drunkorexia
Drunkorexia adalah kondisi di mana seseorang mengurangi asupan makanan untuk mengkompensasi konsumsi alkohol yang berlebihan.
Advertisement
Pregorexia
Pregorexia adalah gangguan makan yang terjadi pada ibu hamil yang khawatir akan penambahan berat badan selama kehamilan dan secara sengaja membatasi asupan makanan atau berolahraga berlebihan untuk menghindari peningkatan berat badan yang sehat selama kehamilan. Pregorexia dapat menyebabkan komplikasi kehamilan dan berdampak negatif pada perkembangan janin.
Pengobatan eating disorder melibatkan pendekatan tim medis yang holistik, yang meliputi dukungan psikologis, nutrisi yang tepat, dan, dalam beberapa kasus, obat-obatan. Terapi perilaku kognitif, terapi keluarga, dan terapi berbasis psikodinamika juga dapat membantu penderita untuk mengatasi masalah makan mereka dan membangun citra tubuh yang lebih positif.
Advertisement
Masalah eating disorder ini tidak dapat disepelekan dan perlu ditangani secara serius dengan bantuan keluarga, orang terdekat, dan tenaga kesehatan.