Kenangan masa kecil yang paling melekat—core memory—sering lahir dari hal-hal sederhana. Bagi anak perempuan, perhatian, waktu, dan kehadiran seorang ayah pada momen-momen penting dapat menjadi bekal emosional yang terus diingat hingga dewasa.
Menurut Carol Kim, seorang ibu sekaligus terapis keluarga, ada lima cara yang membantu membentuk kenangan penting selama masa tumbuh kembang. Hal-hal ini tidak memerlukan biaya besar; kuncinya adalah hadir dan memberi perhatian, dilansir dari Mum Central, Rabu (7/10).
Advertisement
Sisihkan Waktu Berkualitas
Meluangkan waktu adalah cara paling sederhana untuk membangun kenangan bersama anak. Quality time tidak harus diisi aktivitas istimewa atau bepergian ke tempat tertentu.
Membaca buku, memasak, bermain, atau sekadar berbincang dapat menunjukkan bahwa orang tua benar-benar hadir untuk mereka.
Bagi ayah dan anak perempuan, berjalan santai, makan berdua, atau melakukan kegiatan yang disukai anak bisa menjadi momen berharga. Bukan soal tempat atau biaya, melainkan perasaan ketika anak mendapat perhatian penuh dari ayahnya.
Kehadiran juga dibutuhkan bukan hanya saat suasana menyenangkan. Anak perlu merasakan ayah tetap di sisinya ketika menghadapi tantangan.
Advertisement
Tegaskan Dukungan Ayah Setiap Saat
Anak membutuhkan orang tua yang berada di pihak mereka, baik saat berhasil maupun ketika mengalami kegagalan. Dukungan semacam ini memberi motivasi dan rasa aman.
Tak selalu harus berupa tindakan besar. Kalimat sederhana seperti "kamu pasti bisa" yang diucapkan pada waktu tepat dapat bermakna besar bagi anak.
Begitu pula ketika ayah hadir saat anak menghadapi ujian, bertanding, atau mencoba pengalaman baru. Kehadiran tersebut membuat anak merasa selalu punya pendukung.
Selain momen besar, hal-hal kecil yang dilakukan berulang juga meninggalkan kesan mendalam.
Advertisement
Bangun Kebiasaan Kecil yang Berulang
Kebiasaan keluarga yang konsisten dapat menjadi bagian dari kenangan masa kecil. Tradisinya tidak perlu rumit.
Contohnya, ritual khusus saat hari libur, cara merayakan ulang tahun yang khas, atau kegiatan rutin yang hanya dilakukan bersama keluarga.
Kebiasaan ini menumbuhkan rasa memiliki dan membentuk identitas, sekaligus menegaskan bahwa keluarga adalah support system utama.
Dari kebiasaan yang dilakukan bersama, ayah juga bisa menanamkan nilai-nilai positif.
Advertisement
Ajak Terlibat dalam Kegiatan Baik
Membangun kenangan juga bisa dilakukan melalui kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain. Ayah dapat mengajak anak melakukan hal positif di sekitarnya.
Misalnya, membantu orang yang membutuhkan atau melakukan aksi sederhana yang menanamkan pentingnya kebaikan dan saling menolong.
Saat anak melihat orang tuanya membantu sesama dan ikut terlibat, pengalaman itu menjadi pelajaran sekaligus kenangan yang terbawa hingga dewasa.
Selain itu, ayah berperan sebagai tempat anak kembali ketika perjalanan hidup tidak berjalan sesuai harapan.
Advertisement
Jadi Safe Space Saat Anak Tertimpa Masalah
Kenangan yang paling membekas tidak selalu lahir dari momen bahagia. Ketika anak menghadapi konflik dengan teman, kesulitan di sekolah, atau patah hati, orang tua dapat menjadi tempat aman untuk mendapat kenyamanan dan dukungan emosional.
Rasa aman ini membantu anak melewati masa sulit sekaligus membangun ketangguhan saat mereka membutuhkannya.
Ayah yang mau mendengarkan tanpa menghakimi dan tetap hadir ketika putrinya menghadapi masalah akan meninggalkan kesan yang sangat kuat.
Sering kali, yang diingat anak bertahun-tahun kemudian bukan nasihat panjang, melainkan perasaan bahwa saat ada masalah, ia tahu harus pulang kepada siapa.
Advertisement
Kedekatan Ayah-Anak Perempuan dan Core Memory
Pentingnya kedekatan ayah dan anak perempuan juga disoroti dalam sebuah utas di media sosial. Wujudnya antara lain menghabiskan waktu berdua, memperlakukan anak dengan penuh kasih, serta memberi apresiasi atas dirinya.
"Ajak nge-date berdua Pak, treat her like a princess, puji dia dengan senyumnya, matanya, rambutnya dan lain-lain. Kalau kata suamiku, biar anaknya akan merasa berharga, tidak ada yang bisa mengecilkan dia dan nggak haus perhatian dari orang lain (apalagi lawan jenis)," tulis akun @tantiyo menanggapi utas sebelumnya di Threads.
Pada akhirnya, core memory tidak selalu harus direncanakan. Banyak kenangan justru terbentuk dari rutinitas dan momen sederhana yang terjadi berulang.
Bagi anak perempuan, perhatian ayah, dukungan saat menghadapi kegagalan, kebiasaan kecil yang dilakukan bersama, hingga kesediaan mendengarkan ketika ada masalah dapat menjadi bekal emosional sepanjang hidup.
Sebab, yang paling membekas bagi seorang anak kerap bukan seberapa mahal sesuatu yang diberikan orang tua, melainkan seberapa hadir orang tua ketika mereka membutuhkannya.