Seharian bekerja dan menjalani berbagai aktivitas tentu bisa menguras energi. Saat tubuh mulai terasa lelah, rasanya ingin segera merebahkan diri dan tidur nyenyak untuk mengisi kembali tenaga.
Namun, kenyataannya rasa capek tak selalu membuat seseorang lebih mudah terlelap. Ada kalanya mata masih sulit terpejam atau tidur terasa kurang nyenyak meski tubuh sudah ingin beristirahat. Kondisi ini bisa dipengaruhi berbagai faktor yang perlu dikenali agar waktu istirahat tak terus terganggu.
Advertisement
Kenapa Tubuh Lelah tapi Masih Susah Tidur?
Badan mungkin sudah berada di tempat tidur, tetapi pikiran terkadang belum benar-benar berhenti dari kesibukan sepanjang hari. Pekerjaan yang belum selesai, agenda esok hari, hingga berbagai hal yang terus dipikirkan bisa membuat tubuh terasa lelah sementara otak masih aktif.
Kondisi tersebut tergambar dalam studi kualitatif Kantar Exploring Consumer Needs terhadap 75 responden. Studi ini menemukan fenomena tired but wired, yaitu saat tubuh sudah sangat lelah tetapi otak masih aktif memikirkan tugas maupun pekerjaan. Kondisi tersebut juga dapat disertai perasaan gelisah, bolak-balik mencari posisi yang nyaman, hingga tidur yang dirasakan kurang nyenyak.
Artinya, kelelahan bukan satu-satunya hal yang menentukan seseorang bisa cepat terlelap. Kondisi pikiran hingga rasa tidak nyaman pada tubuh juga dapat menjadi penyebab susah tidur.
Namun, susah tidur sesekali tidak serta-merta berarti seseorang mengalami insomnia. Lantas, apa itu insomnia? Secara umum, insomnia adalah gangguan tidur yang dapat ditandai dengan kesulitan untuk mulai atau mempertahankan tidur. Jika gangguan tidur berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi langkah untuk mendapatkan penanganan dan obat susah tidur yang sesuai.
Advertisement
Rasa Pegal Juga Bisa Membuat Istirahat Kurang Nyaman
Bukan hanya pikiran yang masih aktif, kondisi tubuh juga perlu diperhatikan. Duduk terlalu lama di depan laptop, perjalanan pergi-pulang kerja, aktivitas fisik, hingga lembur bisa membuat badan terasa capek dan pegal saat malam tiba.
Studi Kantar Exploring Consumer Needs juga menunjukkan bahwa kelelahan memiliki dimensi fisik dan mental yang saling berkaitan. Pegal linu dan nyeri sendi dimaknai responden sebagai sinyal tubuh ketika mengalami kelelahan. Tekanan mental akibat tuntutan pekerjaan, keluarga, maupun persoalan finansial juga dapat hadir bersamaan dengan keluhan fisik berupa pegal linu.
Sebaliknya, kelelahan fisik akibat perjalanan pergi-pulang kerja maupun lembur dapat berkaitan dengan keluhan seperti sulit tidur dan bad mood. Tak heran jika sebagian orang mencari obat pegal linu ketika rasa tidak nyaman mulai mengganggu waktu istirahat.
Meski begitu, tubuh tetap membutuhkan kesempatan untuk beristirahat. Memberikan waktu recovery setelah menjalani aktivitas sepanjang hari menjadi bagian penting agar tubuh lebih siap menghadapi rutinitas berikutnya.
Advertisement
Kurang Tidur Bisa Ikut Mengganggu Aktivitas Sehari-hari
Ketika tubuh sudah lelah tetapi waktu tidur terus berkurang, efeknya bisa ikut terasa pada hari berikutnya. Bangun dalam kondisi belum benar-benar segar dapat membuat aktivitas yang biasanya terasa ringan menjadi lebih menantang.
Masalah durasi tidur juga cukup relevan di Indonesia. Berdasarkan survei YouGov pada Desember 2023 yang dikutip Katadata, sebanyak 51% responden Indonesia terbiasa tidur enam jam atau kurang setiap hari. Angka tersebut terdiri dari 24% responden yang tidur maksimal lima jam dan 27% yang tidur selama enam jam.
Di sisi lain, sebanyak 73% responden Indonesia menilai durasi tidur ideal berada pada kisaran 7-9 jam sehari. Temuan ini memperlihatkan adanya jarak antara durasi tidur yang diperoleh sebagian responden dan waktu istirahat yang mereka anggap ideal.
Kurang tidur pun bukan sekadar perkara mengantuk. Waktu istirahat yang tidak optimal dapat membuat proses pemulihan tubuh ikut terganggu sehingga kelelahan masih terasa saat kembali beraktivitas.
Advertisement
Mulai Perbaiki Kebiasaan agar Tidur Lebih Nyaman
Jika mata masih sulit terpejam meski badan sudah lelah, mulailah memperhatikan kebiasaan menjelang tidur. Memberikan jeda dari pekerjaan, mengurangi aktivitas yang membuat pikiran terus aktif, menciptakan suasana kamar yang nyaman, hingga memberi kesempatan tubuh untuk lebih rileks dapat menjadi bagian dari cara mengatasi susah tidur.
Saat mengalami gangguan tidur, sebagian orang mungkin juga mencari solusi untuk membantu mendapatkan waktu istirahat yang lebih nyaman. Jika kondisi tersebut disertai badan yang terasa pegal, Tolak Linu Sleep dapat menjadi pilihan herbal untuk membantu mengatasi gangguan tidur sekaligus meredakan pegal linu.
Tolak Linu Sleep mengandung cabe Jawa yang membantu meredakan pegal linu serta biji pala yang membantu merilekskan otot kaku. Formulanya juga dilengkapi valerian yang membantu mempercepat waktu tidur dan passion flower untuk membantu menenangkan pikiran, menurunkan kecemasan, serta mencegah siklus tidur yang gelisah.
Kombinasi tersebut dapat menemani rutinitas malam ketika tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah menjalani hari yang panjang. Imbangi dengan kebiasaan tidur yang lebih baik agar tubuh dan pikiran memiliki kesempatan untuk mendapatkan istirahat yang optimal.
View this post on Instagram
Jadi, jangan abaikan ketika tubuh sudah memberikan sinyal untuk beristirahat. Mulailah menciptakan rutinitas malam yang lebih nyaman dan lengkapi dengan Tolak Linu Sleep untuk bantu wujudkan tidur nyenyak, badan enak, sehingga kamu bisa bangun lebih siap menjalani aktivitas keesokan harinya. Yuk, beli langsung Tolak Linu Sleep yang tersedia di toko terdekat dan apotek modern, atau bisa juga beli secara online di www.sidomunculstore.com serta Sido Muncul Official Store di berbagai marketplace favorit.