5 Cara Ampuh Mengatasi Kelelahan pada Orang Tua dan Membantu Mereka Tetap Bugar

Pelajari cara mengatasi kelelahan orangtua serta perbedaan antara stres pengasuhan dan kelelahan orangtua agar kesehatan mental tetap terjaga.

Dyah Puspita Wisnuwardani
5 Cara Ampuh Mengatasi Kelelahan pada Orang Tua dan Membantu Mereka Tetap Bugar
Kekhawatiran orang tua dengan anak (Foto: Freepik.com) (© 2025 Liputan6.com)

Berbeda dengan stres yang bersifat sementara, parental burnout merupakan kondisi serius yang ditandai oleh kelelahan fisik dan mental yang berlangsung lama, biasanya lebih dari tiga bulan, dan tidak kunjung membaik. Tentu saja, dalam menjalankan peran sebagai orangtua, baik ibu maupun ayah sering kali mengalami parental burnout.

"Parental burnout adalah kondisi di mana orangtua merasakan kelelahan fisik dan mental dalam mengasuh anak yang sudah berlangsung lama dan tidak tertangani. Umumnya, kondisi ini dirasakan lebih dari tiga bulan, dan rasanya sudah sulit untuk ditahan," jelas Dr. Nur Islamiah, dosen di Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University, dalam IPB Podcast: Mengenal Parental Burnout, yang dikutip pada Minggu (13/4).

Kondisi burnout atau kelelahan yang terjadi di lingkungan kerja dapat diatasi dengan mengambil cuti atau berpindah pekerjaan. Namun, menjadi orangtua adalah komitmen seumur hidup yang tidak memiliki jeda. "Jika kita mengalami job burnout, kita bisa mengambil cuti. Namun, apakah orangtua bisa mengambil cuti? Tentu tidak. Tanggung jawab ini berlangsung 24 jam setiap hari dan selamanya.

Oleh karena itu, parental burnout ini secara mental jauh lebih menantang dan sulit dibandingkan dengan job burnout," tegas Nur. Untuk mengatasi parental burnout, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyadari bahwa apa yang dirasakan bukanlah sekadar kelelahan biasa. Selanjutnya, orangtua perlu mulai mencari bantuan, baik dari pasangan, keluarga, maupun profesional, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber pada, Senin(14/4/2025).

Mengerti Ciri-Ciri Burnout Orang Tua

Untuk mengatasi parental burnout, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi gejala-gejalanya. Beberapa gejala umum dari parental burnout antara lain:

  1. Kelelahan yang berkepanjangan dan tidak kunjung reda.
  2. Perasaan cemas dan stres yang terus-menerus muncul.
  3. Menarik diri dari interaksi sosial serta kegiatan yang sebelumnya dinikmati.
  4. Merasa tidak berdaya dan kehilangan motivasi dalam mengasuh anak.
  5. Kesulitan untuk merasakan kebahagiaan atau bersenang-senang.

Jika Anda merasakan beberapa gejala tersebut, sangat penting untuk segera mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Mengabaikan gejala-gejala ini dapat memperburuk keadaan dan berdampak negatif pada kesehatan mental Anda.

Berikut adalah beberapa Cara untuk Mengatasi Kelelahan Orang Tua

Menangani kelelahan orangtua bukan hanya tentang menemukan solusi instan, melainkan lebih kepada memahami sumber permasalahannya terlebih dahulu. "Tentunya untuk how to solve ya atau bagaimana cara mengatasi tentu kita juga lihat dari apa sih masalahnya... karena kan setiap orang mungkin akan berbeda-beda," ujar Nur. Secara umum, terdapat beberapa langkah penting yang dapat diambil untuk mengatasi masalah ini.

1. Ciptakan lingkungan yang minim tekanan sosial

Hindari perbandingan diri dengan standar pengasuhan yang ideal dan tidak realistis. Kurangi ekspos terhadap komentar negatif atau tuntutan yang membebani, terutama dari media sosial maupun keluarga besar.

2. Bangun sistem dukungan yang kuat

Dukungan dari pasangan, keluarga, dan komunitas sangat penting. Jangan ragu untuk membagi beban, baik dalam bentuk pembagian tugas mengasuh maupun sekadar berbagi cerita dan curahan hati.

3. Kenali batas diri dan jangan takut untuk meminta bantuan

Apabila merasa kewalahan, berbicara dengan tenaga profesional seperti psikolog keluarga bisa menjadi langkah awal yang baik. Ini membantu orangtua untuk mendapatkan perspektif baru dalam mengatasi masalah.

4. Tingkatkan keterampilan pengasuhan dan manajemen emosi

Orangtua perlu memiliki kemampuan untuk mengelola stres, mengatur emosi, dan berkomunikasi secara efektif dengan anak. Mengikuti pelatihan atau kelas parenting dapat memberikan manfaat yang signifikan.

5. Jaga kesehatan fisik dan mental

Istirahat yang cukup, pola makan yang sehat, dan menyediakan waktu untuk diri sendiri bukanlah tindakan egois, melainkan investasi untuk kesehatan keluarga secara keseluruhan. Dengan menjaga kesehatan, orangtua dapat lebih siap menghadapi tantangan dalam pengasuhan.

Menjadi orangtua tidak perlu ideal

Pada akhirnya, kelelahan orang tua merupakan sinyal bahwa orang tua juga memiliki batasan sebagai manusia. Nur menekankan pentingnya bagi setiap orang tua untuk mengurangi harapan yang tidak realistis dan mengingat bahwa melakukan yang terbaik sudah merupakan pencapaian yang luar biasa.

Memahami serta mengatasi kelelahan orang tua tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga berpengaruh pada perkembangan anak yang optimal. Oleh karena itu, mari kita prioritaskan perawatan diri, bukan hanya fokus pada anak.

Rekomendasi