Bukan Cuma Minum Air, Begini Cara Mencegah Dehidrasi Berat Selama Puasa

Cegah dehidrasi saat puasa dengan 10 cara efektif ini agar tubuh tetap segar dan bugar. Simak langkah-langkahnya di sini.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Bukan Cuma Minum Air, Begini Cara Mencegah Dehidrasi Berat Selama Puasa
Saat berpuasa tubuh tidak menerima asupan mineral dari sahur hingga berbuka, tetapi ada cara untuk tetap terhidrasi, berikut informasinya. (Foto: Freepik/Freepik) (© 2025 Liputan6.com)

Selama bulan Ramadan, umat Muslim diwajibkan untuk menahan diri dari makan dan minum lebih dari 12 jam dalam sehari. Dalam situasi ini, risiko dehidrasi meningkat, terutama jika asupan cairan saat sahur dan berbuka tidak mencukupi. Gejala dehidrasi dapat muncul seperti pusing, lemas, mulut kering, dan bahkan kehilangan kesadaran jika tidak ditangani dengan baik.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi selama puasa agar kesehatan terjaga dan ibadah dapat berlangsung dengan baik. Terlebih lagi, selama puasa, tubuh tidak mendapatkan cairan dalam waktu yang cukup lama. Jika tidak dikelola dengan tepat, dehidrasi dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Lantas, bagaimana cara mencegah dehidrasi saat puasa? Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan agar tubuh tetap terhidrasi dan terhindar dari risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh kurangnya cairan dalam tubuh.

1. Penuhi Kebutuhan Cairan dengan Pola Minum yang Tepat

Pola Minum Air Putih Selama Puasa: Aturan 2-4-2

Untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi saat berpuasa, sangat penting untuk mengikuti pola minum yang baik. Para ahli merekomendasikan pola minum 2-4-2, yang terdiri dari:

  1. 2 gelas air saat sahur untuk memastikan tubuh terhidrasi sebelum puasa dimulai.
  2. 4 gelas air dari waktu berbuka hingga sebelum tidur untuk menggantikan cairan yang hilang selama berpuasa.
  3. 2 gelas air sebelum tidur agar tubuh tetap terhidrasi sepanjang malam.

Dengan mengikuti metode ini, Anda dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh secara optimal.

Batasi Konsumsi Minuman Berkafein dan Bersoda

Minuman seperti teh, kopi, dan soda mengandung kafein yang bersifat diuretik, yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan menyebabkan kehilangan cairan yang lebih cepat. Oleh karena itu, sebaiknya pilih air putih atau infused water yang lebih menyehatkan sebagai alternatif.

2. Konsumsi Makanan yang Kaya Air

Pilih Buah dan Sayur yang Mengandung Banyak Air

Selain mengonsumsi air putih, Anda dapat memperoleh cairan dari berbagai jenis makanan. Buah-buahan seperti semangka, melon, anggur, dan jeruk memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Sayuran seperti mentimun, tomat, dan selada juga sangat baik untuk dikonsumsi saat sahur maupun berbuka puasa.

Masukkan Makanan Berkuah dalam Daftar Menu

Sup, sayur bening, atau soto merupakan pilihan yang tepat untuk sahur karena memiliki kandungan cairan yang melimpah. Makanan berkuah ini juga berfungsi untuk mencegah masalah pencernaan, seperti sembelit, yang sering dialami selama bulan puasa.

3. Hindari Makanan yang Memicu Dehidrasi

Kurangi Asupan Garam Berlebih

Makanan yang mengandung garam tinggi dapat meningkatkan kebutuhan cairan tubuh dan mempercepat dehidrasi. Oleh karena itu, sebaiknya hindari makanan yang kaya natrium, seperti makanan olahan, keripik, dan ikan asin saat sahur.

Batasi Konsumsi Makanan Manis Berlebihan

Makanan dan minuman yang mengandung banyak gula dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang kemudian akan turun secara drastis. Hal ini dapat membuat tubuh cepat merasa lelah dan lebih mudah merasa haus. Oleh karena itu, disarankan untuk memilih karbohidrat kompleks dan protein yang lebih stabil dalam memberikan energi.

4. Sesuaikan Aktivitas Fisik dengan Kondisi Tubuh

Hindari Aktivitas Fisik Berat Saat Berpuasa

Melakukan olahraga yang terlalu berat selama berpuasa dapat meningkatkan produksi keringat dan mempercepat hilangnya cairan dalam tubuh. Sebaiknya, pilihlah aktivitas fisik yang lebih ringan, seperti berjalan santai atau melakukan yoga, yang dapat menjaga kebugaran tanpa meningkatkan risiko dehidrasi.

Perhatikan Kualitas Istirahat

Kurangnya tidur dapat memperburuk dampak dehidrasi dan membuat tubuh merasa lebih lemas saat berpuasa. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan cukup tidur agar tubuh siap menjalani puasa tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan.

5. Perhatikan Kondisi Kesehatan dan Konsultasi dengan Dokter Jika Perlu

Waspadai Tanda-Tanda Dehidrasi Sejak Dini

Beberapa gejala dehidrasi yang harus diperhatikan antara lain:

  1. Rasa haus yang sangat kuat
  2. Pusing atau sakit kepala
  3. Urine berwarna kuning gelap
  4. Mulut dan kulit terasa kering

Apabila gejala tersebut semakin parah, seperti detak jantung yang meningkat, kesulitan dalam berkonsentrasi, atau perasaan ingin pingsan, segera cari bantuan medis.

Perhatikan Efek Samping dari Obat yang Diminum

Beberapa jenis obat, contohnya diuretik, dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mempercepat terjadinya dehidrasi. Jika Anda sedang mengonsumsi obat tertentu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar dosisnya dapat disesuaikan atau mencari alternatif yang lebih aman, terutama saat menjalani puasa.

People Also Ask

1. Berapa banyak air yang harus diminum saat puasa?

Dianjurkan untuk minum minimal 8 gelas air per hari dengan pola 2-4-2 untuk menjaga hidrasi tubuh.

2. Apakah boleh minum teh atau kopi saat sahur?

Sebaiknya dihindari karena mengandung kafein yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

3. Apakah olahraga aman dilakukan saat puasa?

Ya, tetapi pilih olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga untuk mencegah kehilangan cairan yang berlebihan.

4. Bagaimana cara mengetahui apakah saya mengalami dehidrasi?

Tanda dehidrasi meliputi rasa haus berlebihan, pusing, urine berwarna gelap, dan kulit kering. Jika mengalami gejala berat seperti jantung berdebar atau kesulitan berkonsentrasi, segera konsultasi ke dokter.

Rekomendasi