Tak Hanya Benjolan, Ini Tanda Payudara yang Perlu Segera Diperiksa

Selain benjolan, perubahan kulit, nyeri, atau cairan puting pada payudara perlu diperiksa. Dokter jelaskan pemeriksaan hingga biopsi dan pentingnya deteksi dini

Benedikta Desideria
Oleh Benedikta Desideria - Reporter
Tak Hanya Benjolan, Ini Tanda Payudara yang Perlu Segera Diperiksa
Beda Benjolan Tumor dan Kanker di Payudara

Benjolan kerap menjadi alasan utama perempuan waspada terhadap kanker payudara. Namun, tidak semua benjolan bersifat ganas, dan ada sejumlah perubahan lain pada payudara yang juga perlu segera diperiksa.

"Ada benjolan, jangan panik duluan. Kalau ada periksakan segera. Kita tahu benjolan di payudara tidak semua kanker. Jadi jangan ditunda juga, segera periksa supaya mendapatkan terapi yang tepat dan hasil penanganan sesuai," kata dokter spesialis bedah onkologi, Amir Juliansyah dari RS EMC Pekayon Bekasi.

Amir menyebut keluhan yang mendorong pasien perempuan memeriksakan payudara bukan hanya benjolan. Nyeri pada payudara dan keluarnya cairan dari puting juga termasuk gejala yang perlu dicermati.

"Memang kalau pasien wanita datang berobat ada tiga, benjolan, sakit pada payudara, keluarnya cairan dari puting," ujar Amir dalam program Liputan6 Healthy Hour bersama RS EMC.

Selain itu, perubahan bentuk atau permukaan payudara patut diperhatikan. Tanda seperti kulit yang tertarik ke dalam atau muncul cekungan, hingga permukaan yang tampak seperti kulit jeruk, sebaiknya segera dikonsultasikan untuk mengetahui penyebabnya.

Ketika ditemukan benjolan atau perubahan pada payudara, dokter akan menilai kebutuhan pemeriksaan pencitraan sesuai kondisi dan usia pasien. "Kalau ada benjolan ada USG atau mamografi sesuai usia pasien. USG pada usia di bawah 40 tahun, di mana padatan payudara masih padat, baik untuk dilakukan USG. Kalau mamografi di atas 40 tahun, payudara sudah lebih longgar jadi pemeriksaan lebih jelas," jelasnya.

Jika hasil pencitraan mengarah pada kecurigaan keganasan, langkah berikutnya adalah biopsi. "Dengan biopsi bisa menentukan atau memastikan diagnosis, jenis kanker, grading, bisa dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan imunohistokimia untuk menentukan biologi sel kanker. Jadi tujuannya untuk pengobatan," kata Amir.

Hasil dari rangkaian pemeriksaan tersebut menjadi dasar pertimbangan dokter dalam menentukan terapi yang paling sesuai.

Cek Payudara Rutin Meski Belum Bergejala

Amir mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Pemeriksaan tidak perlu menunggu gejala muncul agar masalah dapat ditemukan pada tahap awal.

"Deteksi dini ini yang penting, kita kan tahu ada SADARI (periksa payudara sendiri dilakukan tiap bulan). Ini salah satu langkah deteksi dini," tutur Amir.

Untuk melengkapi SADARI, perempuan juga dianjurkan melakukan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) melalui USG mammae atau mamografi sesuai rekomendasi dokter.

Bila kanker terdeteksi pada stadium dini, peluang keberhasilan pengobatan lebih baik dan pilihan terapinya dapat lebih beragam.

Rekomendasi