Serangan jantung tidak hanya menimpa kelompok usia lanjut. Pada usia muda, risikonya juga ada, terutama ketika aktivitas fisik minim, pola makan tidak sehat, kebiasaan merokok, dan stres tidak terkelola. Menurut dr. Nanda Iryuza SpJP, Subsp. KI (K) dari RS Pondok Indah - Pondok Indah Jakarta, faktor-faktor tersebut perlu diwaspadai sejak dini.
"Gaya hidup tak sehat seperti kebiasaan merokok, kurang berolahraga,dan pola makan yang buruk (tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan gula) dapat memperburuk kondisi jantung," kata Nanda.
Pada orang muda, gejala serangan jantung serupa dengan kelompok lanjut usia namun kerap diabaikan karena disangka kelelahan biasa. Tanda khas yang perlu dicermati adalah nyeri dada yang muncul tiba-tiba. "Nyeri biasanya terasa seperti dada tertekan atau tertindih benda berat," jelasnya lewat pesan tertulis.
Keluhan bisa menjalar ke lengan kiri, ulu hati, leher, rahang, bahu, hingga punggung. Umumnya berlangsung lebih dari 20 menit dan dapat disertai sesak napas serta keringat dingin. Jika mengalami gejala tersebut, segera menuju UGD terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Apabila tersedia, obat sejenis Nitrat dapat diberikan dengan cara diisap di bawah lidah saat pasien dibawa ke rumah sakit.
Advertisement
Penanganan Serangan Jantung di Rumah Sakit
Di UGD, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan segera. Jika diagnosis serangan jantung sudah tegak, terapi penyakit jantung koroner dilakukan secara bertahap, mulai dari pengobatan medis optimal. Pada kasus penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner, dapat dipertimbangkan pemasangan stent/ring jantung atau drug coated balloon (DCB). Bila penyempitan pembuluh darah koroner sudah terlalu banyak, pilihan penanganan adalah bedah pintas arteri koroner (operasi bypass jantung).
Setelah tindakan, pemulihan dilakukan bertahap agar proses penyembuhan berjalan baik.
Latihan fisik aerobik terukur seperti jalan santai, joging, berenang, dan senam aerobik berperan penting dalam pemulihan. Melalui uji latih jantung, pasien dapat mengetahui jenis olahraga yang dianjurkan dan yang perlu dihindari, karena tingkat kebugaran setiap individu berbeda.