Diabetes melitus, yang dulunya dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang orang tua, kini juga mengancam kaum muda. Perubahan dalam pola hidup modern, seperti kebiasaan makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik, menjadi penyebab utama meningkatnya kasus diabetes di kalangan generasi muda.
Gejala diabetes pada usia muda sering kali tidak terdeteksi karena mirip dengan gejala penyakit umum lainnya. Profesor Dr. dr. Pradana Soewondo SpPD-KEMD menyatakan bahwa sekitar 70 persen individu dengan kadar gula darah tinggi tidak menyadari bahwa mereka telah masuk dalam kategori diabetes.
Di sisi lain, hanya 30 persen dari mereka yang mengalami kadar gula darah tinggi yang merasakan gejala. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali tanda-tanda diabetes sejak dini guna mencegah komplikasi serius di masa depan.
Dengan meningkatnya kesadaran akan penyakit ini, diharapkan masyarakat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan. Memperhatikan pola makan dan rutin berolahraga dapat menjadi langkah awal untuk mencegah diabetes.
Selain itu, penting juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar dapat mendeteksi masalah kesehatan lebih awal. Dengan langkah-langkah preventif ini, diharapkan angka kasus diabetes pada generasi muda dapat ditekan dan kualitas hidup mereka tetap terjaga, dilansir Merdeka.com, Minggu(9/3/2025).
Advertisement
Ciri-ciri Utama Diabetes
Diabetes adalah penyakit kronis yang dapat menimbulkan konsekuensi serius jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik. Penyakit ini muncul akibat gangguan pada metabolisme gula darah, yang mengakibatkan tingginya kadar glukosa dalam darah. Oleh karena itu, mengenali gejala awal diabetes sangat penting agar langkah pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan dengan segera. Berikut adalah beberapa gejala utama diabetes yang harus diwaspadai:
1. Sering Buang Air Kecil
Salah satu indikasi utama diabetes adalah peningkatan frekuensi buang air kecil. Ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi harus dikeluarkan melalui ginjal. "Gula dalam darah yang berlebihan akan dibuang melalui saluran kemih, sehingga kencing menjadi lebih sering dan jumlahnya lebih banyak," ujar Dr. Soewondo, seorang anggota Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Akibat dari kondisi ini, penderita diabetes sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil, yang dapat mengganggu kualitas tidur mereka. Jika seseorang mengalami pola buang air kecil yang tidak biasa tanpa alasan yang jelas, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan.
2. Mulut Kering
Mulut kering atau ketidaknyamanan pada rongga mulut juga sering dialami oleh penderita diabetes. Kondisi ini biasanya terjadi akibat dehidrasi yang disebabkan oleh frekuensi buang air kecil yang tinggi. Produksi air liur yang kurang dapat membuat mulut terasa lengket dan bahkan menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.
3. Merasa Haus Terus-menerus
Karena sering buang air kecil, tubuh kehilangan banyak cairan, sehingga menimbulkan rasa haus yang berlebihan. Penderita diabetes sering merasa tidak puas meskipun sudah banyak minum air. Rasa haus ini merupakan respons tubuh untuk menyeimbangkan kehilangan cairan akibat tingginya kadar gula dalam darah.
4. Merasa Lemah atau Tidak Bertenaga
Penderita diabetes sering merasakan kelemahan atau kekurangan energi meskipun sudah makan dengan cukup. Dr. Soewondo menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena gula dalam darah yang tinggi tidak dapat masuk ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi. "Karena gula dalam darah tinggi tapi tidak bisa masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi tenaga, ini membuat tubuh jadi merasa lemah," jelasnya. Tubuh yang kekurangan energi akan lebih mudah merasa lelah, bahkan setelah melakukan aktivitas ringan. Jika seseorang sering mengalami kelelahan tanpa alasan yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
5. Rasa Lapar yang Berlebihan
Penderita diabetes sering mengalami rasa lapar yang berlebihan meskipun sudah makan. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproses glukosa dengan baik. Akibatnya, otak menerima sinyal bahwa tubuh masih membutuhkan makanan, sehingga keinginan untuk makan terus meningkat. Rasa lapar yang tidak terkendali ini dapat menyebabkan penderita diabetes mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, tetapi tetap merasa tidak kenyang. Jika seseorang mengalami peningkatan nafsu makan yang tidak biasa, terutama disertai dengan gejala lain, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
6. Berat Badan Turun Secara Drastis
Meskipun penderita diabetes sering merasa lapar dan mengonsumsi lebih banyak makanan, mereka bisa mengalami penurunan berat badan yang signifikan dalam waktu singkat. Hal ini terjadi karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi dan mulai membakar lemak serta otot sebagai cadangan energi. Jika seseorang mengalami penurunan berat badan yang cepat tanpa alasan yang jelas, terutama dalam beberapa bulan terakhir, ini bisa menjadi tanda awal diabetes dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Advertisement
Tanda-tanda Diabetes lainnya yang Harus Diperhatikan
Luka yang Sulit Sembuh
Penderita diabetes sering kali mengalami luka yang tidak kunjung sembuh, terutama pada bagian kaki. Ini disebabkan oleh gangguan pada sistem peredaran darah dan saraf, yang mengakibatkan kesulitan dalam proses penyembuhan. Jika luka tersebut tidak mendapat perawatan yang tepat, ada risiko luka tersebut berkembang menjadi infeksi yang lebih serius.
Gangguan Penglihatan atau Penglihatan Kabur
Tingginya kadar gula darah dapat merusak pembuluh darah kecil di mata, yang akhirnya menyebabkan gangguan penglihatan atau pandangan yang kabur. Apabila kondisi ini tidak ditangani dengan baik, bisa berujung pada komplikasi serius seperti retinopati diabetik, yang berpotensi mengakibatkan kebutaan.
Muncul Keputihan pada Perempuan
Pada wanita, diabetes berpotensi menimbulkan infeksi jamur yang ditandai dengan keputihan yang berlebihan. Ini terjadi karena tingginya kadar gula darah menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur di area genital. Keadaan ini perlu diwaspadai agar tidak menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Advertisement
Langkah-langkah Pencegahan yang Harus Diambil
Diabetes merupakan penyakit kronis yang semakin banyak dialami oleh orang-orang di seluruh dunia. Penyakit ini muncul ketika tubuh tidak mampu mengatur kadar gula darah dengan baik, yang dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, dan kerusakan saraf.
Namun, ada kabar baik; diabetes, khususnya tipe 2, dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan kebiasaan baik sejak usia dini. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah diabetes serta menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan:
1. Mengatur Pola Makan yang Seimbang
Pola makan sehat adalah faktor utama dalam pencegahan diabetes. Konsumsi makanan bergizi dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah dan mengurangi risiko obesitas, yang merupakan salah satu pemicu diabetes.
- Kurangi Asupan Gula dan Karbohidrat Olahan Makanan serta minuman yang tinggi gula, seperti soda, permen, dan kue manis, dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang mendadak. Begitu pula dengan karbohidrat olahan, seperti nasi putih, roti putih, dan pasta, yang mudah dicerna tubuh dan cepat meningkatkan kadar gula darah. Sebagai alternatif, pilihlah karbohidrat kompleks seperti beras merah, roti gandum, dan quinoa yang memiliki kandungan serat lebih tinggi dan dicerna lebih lambat.
- Perbanyak Konsumsi Serat Makanan yang kaya serat seperti sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat membantu mengontrol kadar gula darah serta meningkatkan kesehatan pencernaan. Serat juga memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga bermanfaat dalam pengelolaan berat badan.
- Batasi Lemak Jenuh dan Lemak Trans Lemak jenuh dan lemak trans yang banyak terdapat dalam makanan cepat saji, makanan olahan, dan gorengan dapat meningkatkan risiko resistensi insulin. Sebagai pengganti, pilihlah lemak sehat dari sumber seperti alpukat, ikan berlemak (seperti salmon dan tuna), minyak zaitun, serta kacang-kacangan.
2. Menjaga Berat Badan Ideal
Berat badan berlebih atau obesitas adalah faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2. Lemak berlebih, terutama di area perut, dapat menyebabkan resistensi insulin, yaitu kondisi di mana tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
Oleh karena itu, menjaga berat badan dalam kisaran yang sehat sangat penting untuk pencegahan diabetes. Jika Anda memiliki berat badan berlebih, usahakan untuk menurunkannya secara bertahap melalui pola makan sehat dan olahraga teratur. Penurunan berat badan sebesar 5-10% dari total berat badan sudah cukup untuk secara signifikan mengurangi risiko terkena diabetes.