Tradisi Kuah Beulangong Meriahkan Maulid Nabi di Aceh

Aroma kari dari kuali besar menjadi bagian dari suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad di Aceh melalui tradisi memasak kuah beulangong secara bersama-sama. Sejumlah pria memasak hidangan tersebut di Banda Aceh, Selasa (25/8/2026). Kuah beulangong merupakan kuliner tradisional Aceh Besar yang menggunakan daging sapi, kambing, atau kerbau. Disebut beulangong karena dimasak menggunakan belanga atau kuali besar. Proses memasaknya memerlukan waktu sekitar dua jam dan dapat menghasilkan hingga 200 porsi untuk disantap bersama warga.

Arie Basuki
Oleh Arie Basuki - Editor
Tradisi Kuah Beulangong Meriahkan Maulid Nabi di Aceh
Sejumlah pria menyiapkan hidangan kari tradisional kuah beulangong bagi warga untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad di Banda Aceh, Selasa, 25 Agustus 2026. (AFP/ Chaideer Mahyuddin)
1 dari 4 halaman
Tradisi Kuah Beulangong Meriahkan Maulid Nabi di Aceh
Sejumlah pria menyiapkan hidangan kari tradisional kuah beulangong bagi warga untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad di Banda Aceh, Selasa, 25 Agustus 2026. (AFP/ Chaideer Mahyuddin)
2 dari 4 halaman
Tradisi Kuah Beulangong Meriahkan Maulid Nabi di Aceh
Sejumlah pria menyiapkan hidangan kari tradisional kuah beulangong bagi warga untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad di Banda Aceh, Selasa, 25 Agustus 2026. (AFP/ Chaideer Mahyuddin)
3 dari 4 halaman
Tradisi Kuah Beulangong Meriahkan Maulid Nabi di Aceh
Sejumlah pria menyiapkan hidangan kari tradisional kuah beulangong bagi warga untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad di Banda Aceh, Selasa, 25 Agustus 2026. (AFP/ Chaideer Mahyuddin)
4 dari 4 halaman
Tradisi Kuah Beulangong Meriahkan Maulid Nabi di Aceh
Sejumlah pria menyiapkan hidangan kari tradisional kuah beulangong bagi warga untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad di Banda Aceh, Selasa, 25 Agustus 2026. (AFP/ Chaideer Mahyuddin)
Rekomendasi