Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 103 Orang, Mayoritas Perempuan

Korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 103 Orang, Mayoritas Perempuan
Seorang pria berjalan melewati bangunan yang runtuh akibat gempa di Reo, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026. (AP Photo/Firdia Lisnawati)

Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami peningkatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 103 orang meninggal dunia hingga Selasa (25/8/2026), atau bertambah tiga korban dibandingkan sehari sebelumnya.

"Ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini catatan kami," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers terkait penanganan gempa di NTT yang diikuti secara daring dari Jakarta, Selasa.

Sebelumnya, BNPB mencatat 100 korban meninggal dunia hingga Senin (24/8/2026). Angka tersebut merupakan akumulasi korban sejak gempa melanda NTT pada 15 Agustus 2026.

Data terbaru menunjukkan korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten. Manggarai menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 41 jiwa, kemudian Manggarai Timur sebanyak 34 jiwa.

Selanjutnya, Nagekeo mencatat 13 korban meninggal, Sikka 6 jiwa, Ngada 5 jiwa, Ende 3 jiwa, dan Manggarai Barat 1 jiwa.

Berton turut menyampaikan duka cita kepada keluarga korban, termasuk tetangga, kerabat, dan masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya akibat gempa tersebut.

Mayoritas Korban Meninggal Perempuan

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 55 persen korban meninggal merupakan perempuan dan 45 persen laki-laki. Sementara berdasarkan kelompok usia, korban terdiri atas 45 persen lansia, 37 persen dewasa, 12 persen anak-anak dan remaja, serta sisanya balita dan batita.

Selain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka juga meningkat. BNPB mencatat sebanyak 1.666 orang mengalami luka hingga Selasa, bertambah dari 1.603 orang pada Senin.

Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak. Sebanyak 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang lainnya mengalami luka ringan di kabupaten tersebut.

Dilansir Antara, Berton mengatakan data korban masih terus diperbarui seiring masuknya laporan dari sejumlah wilayah terdampak.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA. Bencana tersebut kemudian memicu kerusakan dan korban di sejumlah kabupaten di NTT.

Rekomendasi