Update Gempa NTT: 100 Orang Meninggal Dunia, 180.327 Mengungsi

Selain itu, BNPB mencatat 1.603 orang mengalami luka-luka.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi - Reporter
Update Gempa NTT: 100 Orang Meninggal Dunia, 180.327 Mengungsi
Warga memeriksa rumah-rumah yang rusak akibat gempa di Lamba Leda Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Selasa, 18 Agustus 2026. (Foto AP/Firdia Lisnawati)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Senin (24/8/2026), tercatat 100 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

Selain korban meninggal, BNPB mencatat 1.603 orang mengalami luka-luka dan 180.327 jiwa masih mengungsi.

"Terkait dengan korban gempa per hari ini yang meninggal dunia ada 100, luka-luka 1.603 jiwa, mengungsi 180.327 jiwa," ujar Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers daring, Senin (24/8/2026).

Suharyanto menjelaskan, penambahan jumlah korban meninggal bukan karena adanya korban baru yang langsung meninggal akibat gempa. Sebagian korban yang meninggal terbaru sebelumnya mengalami luka berat dan telah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.

"Untuk jumlah korban meninggal, perlu kami tegaskan bahwa yang meninggal 100 ini adalah korban gempa yang semula luka berat dirawat di fasilitas kesehatan, namun tidak berhasil diselamatkan," kata Suharyanto.

Dengan demikian, jumlah korban meninggal yang pada hari pertama dan kedua tercatat 48 orang kini bertambah menjadi 100 orang.

"Sehingga yang semula di hari pertama dan hari kedua ada 48 yang meninggal dunia, angka per hari ini total menjadi 100 yang meninggal dunia," sambung dia.

Adapun berdasarkan wilayah, korban meninggal dunia paling banyak tercatat di Kabupaten Manggarai dengan 38 jiwa, disusul Manggarai Timur sebanyak 34 jiwa dan Nagekeo 13 jiwa.

Sementara itu, korban meninggal di Sikka tercatat enam jiwa, Ngada lima jiwa, Ende tiga jiwa, dan Manggarai Barat satu jiwa.

Data Rumah dan Fasilitas Rusak

Menurut Suharyanto, data sementara rumah rusak ada 73.818 unit, terbagi dalam rusak berat 23.276 unit, rusak ringan 17.563 unit, dan rusak ringan 32.979 unit.

"Fasilitas umum, ini data sementaranya fasilitas umum adalah sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan infrastruktur-infrastruktur lainnya ada 1.915 unit yang rusak," ucap dia.

Suharyanto menyebut, ini merupakan data sementara yang seiring berjalannya waktu, maka akan semakin lengkap.

"Data dikumpulkan secara berjenjang, bottom up dari mulai tingkat yang paling kecil, kampung, rukun tetangga, naik lagi ke atas sampai tingkat desa Camat, bupati, dan dihimpun di tingkat nasional, baik oleh BPS maupun oleh BNPB," kata dia.

"Jadi untuk gempa Flores ini kita ketahui bersama bahwa yang terdampak ada tujuh kabupaten, dan yang terdampak lebih tinggi atau lebih parah dibandingkan kabupaten lainnya adalah di Manggarai dan Manggarai Timur," tandas Suharyanto.

Rekomendasi