Terungkap Motif Bibi Aniaya Dua Keponakannya di Dairi: Gara-Gara Masalah Upah

Motifnya karena gaji yang disepakati setiap minggu Rp500 ribu mengalami kendala,

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Terungkap Motif Bibi Aniaya Dua Keponakannya di Dairi: Gara-Gara Masalah Upah
RS pelaku penganiayaan terhadap dua bocah di Dairi Sumatera Utara. (Uga Andriansyah)

Polisi mengungkap motif penganiayaan terhadap dua bocah bersaudara, AGP (7) dan AP (6), di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Penganiayaan diduga dipicu masalah pembayaran upah pengasuhan sebesar Rp500 ribu per minggu.

Kepala Satreskrim Polres Dairi, Iptu Darman Lumbanraja, mengatakan kedua korban dititipkan kepada sang bibi yakni RS (52) untuk diasuh selama ibu AGP dan AP bekerja di luar daerah.

“Untuk motifnya adalah karena gaji yang disepakati setiap minggu Rp500 ribu ini mengalami kendala, sehingga pelaku ini merasa tidak terima dan melampiaskannya kepada si anak,” kata Darman kepada wartawan di Mako Polres Dairi, Senin (24/8).

Darman menjelaskan ibu kedua korban, R Sianturi (53), saat ini bekerja di sebuah rumah makan di Balige, Kabupaten Toba. Sementara ayah korban tengah menjalani hukuman penjara karena kasus narkotika. Karena harus bekerja di luar daerah, sang ibu menitipkan kedua anaknya kepada RS yang dikenalnya.

“Kedua korban kemudian tinggal di rumah RS di Jalan Merdeka, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi,” jelas Darman.

Dalam pemeriksaan, polisi mendapati RS diduga melakukan penganiayaan menggunakan sejumlah benda yang berada di rumah. Di antaranya sapu, hanger, sandal, hingga kayu roti.

“Semua sekujur tubuh korban ini mengalami penganiayaan, mulai dari kepala dibenturkan, kemudian juga tangannya, bibirnya ada yang dibakar menggunakan mancis,” ungkap Darman.

 

Penganiayaan Berulang

Penganiayaan tersebut diduga dilakukan berulang kali hingga menyebabkan kedua korban mengalami luka di berbagai bagian tubuh.

“Kemudian perutnya semua bekas luka penganiayaan semua, kakinya juga, dan lengan sebelah kiri mengalami patah tulang karena didorong,” ujar Darman.

Kasus tersebut terungkap setelah AGP ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang, Jumat (21/8).

Kondisi AGP kemudian direkam dan videonya beredar hingga viral di media sosial. Warga yang mengetahui kondisi korban selanjutnya melaporkannya kepada Polres Dairi. Polisi kemudian mengamankan RS dan membawa korban ke RSUD Sidikalang untuk mendapatkan perawatan medis.

Darman mengungkapkan AGP dan AP membutuhkan penanganan lebih intensif sehingga dirujuk dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang ke Rumah Sakit Umum Haji Medan.

“Saat ini kondisi korban sudah semakin membaik. Langsung ditangani penanganan pertama dari tim medis RSUD Sidikalang dan saat ini sudah dirujuk ke RS Haji di Medan untuk penanganan yang lebih baik,” tutupnya.

Rekomendasi