Di Posko Kebakaran Hutan Palembang, Prabowo Tambah Helikopter

Presiden memimpin rapat karhutla di Palembang dan memerintahkan penambahan helikopter water bombing. Satgas mengusulkan kanal dan alat berat.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Di Posko Kebakaran Hutan Palembang, Prabowo Tambah Helikopter
Prabowo meninjau kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). (Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palembang, Sumatra Selatan, Senin (24/8/2026). Dalam pertemuan di Posko Utama Satgas, ia memerintahkan penambahan helikopter water bombing setelah mendengar kebutuhan di lapangan.

Pesawat kepresidenan yang membawa Prabowo tiba sekitar pukul 13.35 WIB. Menurut Liputan6.com, ia langsung menuju posko untuk memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Sumatra Selatan.

Di forum itu, Prabowo lebih dulu menanyakan kebutuhan tim di lapangan untuk memadamkan api sekaligus memperkuat pencegahan.

"Apa kesulitan yang Anda butuhkan untuk segera menghilangkan kebakaran ini dan kebakaran yang akan datang?" tanya Prabowo.

Rapat Dihadiri Menteri, Panglima, dan Forkopimda

Rapat di Posko Utama Satgas Karhutla Sumatra Selatan dihadiri jajaran menteri dan pimpinan instansi. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan daftar pejabat yang hadir serta rencana keterlibatan daerah lain melalui konferensi video.

"Setelah tadi dari posko karhutla di Provinsi Riau, saat ini kita berada di posko penanganan kebakaran hutan dan lahan Provinsi Sumatera Selatan di Palembang. Telah hadir beberapa menteri, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, KSAD beserta Forkopimda Provinsi Sumatra Selatan, Gubernur Sumatera Selatan, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Pangdam, Kapolda, Kajati dan Forkopimda lainnya," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat memimpin rapat.
"Kemudian nantinya di akhir rapat akan bergabung secara video conference gubernur, kapolda, Pangdam dari Provinsi Jambi dan Provinsi Lampung," sambungnya.

Sebelum rapat di Palembang, rombongan kepresidenan lebih dulu meninjau posko karhutla di Provinsi Riau. Koordinasi lintas wilayah ini dilakukan untuk memastikan langkah pemadaman dan pencegahan berjalan serentak.

Data Hotspot dan Luas Lahan Terbakar di Sumsel

Dalam paparan kepada Presiden, Satgas melaporkan jumlah hotspot karhutla di Sumatra Selatan mencapai 12.956 titik. Titik-titik itu tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Muara Enim.

Kepala Pelaksana BPBD Sumatra Selatan M. Iqbal menjelaskan tren kenaikan hotspot pada Agustus dibandingkan Juli.

"Jumlah titik hotspot ini meningkat di bulan Agustus ini, yang mana di bulan Juli ada 2.096, meningkat di Agustus sampai tanggal 23 ada 8.044 titik yang terjadi di Sumatra Selatan," kata Kepala Pelaksana BPBD M. Iqbal.

Iqbal juga menyampaikan luasan kebakaran yang tercatat hingga 23 Agustus beserta peringkat nasionalnya.

"Luas lahan terbakar di Sumatera Selatan sampai dengan 23 Agustus sebesar 1.926 hektare, yang mana lahan terbakar ini di Sumatera Selatan menempati peringkat ke-18 dari 36 provinsi yang ada di Indonesia," sambungnya.

Tambahan Helikopter Water Bombing dan Kebutuhan Alat Berat

Menjawab pertanyaan Presiden, Satgas daerah meminta tambahan helikopter water bombing. Menurut Iqbal, banyak titik api berada jauh di dalam kawasan hutan sehingga sulit dijangkau jalur darat.

"Yang kita butuhkan di Satgas daerah, khususnya di Provinsi Sumsel ini tentunya penambahan heli water bombing, karena jarak antara titik api dengan lokasi itu sangat jauh, tidak bisa dijangkau Satgas daerah kebanyakan karena di pelosok-pelosok di daerah hutan," tutur Iqbal.

Prabowo menyetujui penambahan armada udara untuk mempercepat operasi pemadaman.

"Saya tambahkan sementara dua (heli), ya," ujar Prabowo.
"Siap, terima kasih Bapak Presiden," ucap Iqbal.

Presiden juga memerintahkan pengiriman aset TNI AU ke Sumatra Selatan sambil tetap memantau kebutuhan di provinsi lain.

"Kalau begitu, yang ada di TNI AU kirim saja sekarang ke sini. Kita tambahkan satu, ya, karena kita juga harus monitor daerah lain kalau ada yang butuh," kata Prabowo kembali.

Selain armada udara, Satgas meminta penguatan sumber air melalui pembuatan kanal penyekat. Embung-embung dilaporkan mulai mengering akibat kemarau, sementara angin kencang mempercepat penjalaran api.

"Jadi kami mohon adanya pembuatan kanal untuk penyekatan," tutur dia.

Prabowo kemudian menanyakan dukungan peralatan yang diperlukan untuk membangun kanal dan sumber air.

"Apa saja yang Anda butuh?" tanya Prabowo.
"Alat berat, Bapak Presiden," ucap Iqbal.
"Ekskavator? Berapa ekskavator yang kau butuh?" kata Prabowo.
"Kita butuh lebih kurang 20 ekskavator," jawab Iqbal.
"20 (ekskavator)," ujar Prabowo sembari mencatat permintaan BPBD Sumatra Selatan.
Rekomendasi