Masjid di Singapura Pangkas Khutbah Jumat Saat Kabut Asap Melanda

MUIS meminta masjid di Singapura mempersingkat khutbah Jumat imbas kabut asap dan cuaca panas. Kebijakan sementara ini berlaku mulai 21 Agustus.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Masjid di Singapura Pangkas Khutbah Jumat Saat Kabut Asap Melanda
<p>Wisatawan asing mengunjungi Masjid Sultan di kawasan Kampong , Singapura, Jumat (6/10/2023). (Foto:Liputan6.com/Agustina Melani)</p>

Majelis Agama Islam Singapura (MUIS) menginstruksikan seluruh masjid di Singapura mempersingkat khutbah salat Jumat mulai Jumat (21 Agustus) menyusul cuaca panas dan kabut asap.

Dikutip dari The Star, Senin (24/8/2026), pengumuman tersebut disampaikan lembaga itu pada pekan yang sama.

"Mulai pekan ini, sesi khutbah Jumat akan dipersingkat untuk membantu menjaga kenyamanan jemaah selama kondisi cuaca yang menantang ini," kata MUIS, Jumat.

Masjid Singapura Terapkan Kebijakan Sementara

Dalam unggahan di Facebook, MUIS menyebut perubahan itu bersifat sementara sebagai penyesuaian terhadap situasi yang terjadi.

MUIS mengatakan kebijakan ini akan tetap berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Perubahan tersebut dijelaskan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi cuaca yang dihadapi Singapura.

Batas Panjang Khutbah: Kurang dari Empat Halaman

Biasanya, khutbah pertama terdiri dari sekitar enam hingga tujuh halaman.

Dengan penyesuaian sementara ini, panjang khutbah akan dipangkas menjadi kurang dari empat halaman.

"Semoga hal ini dapat sedikit memudahkan semua orang untuk berkumpul, beribadah, dan tetap merasa nyaman selama kondisi cuaca yang menantang ini," tambah MUIS.

Rekomendasi