Rentetan 51 serangan pembakaran dan peledakan mengguncang wilayah selatan Thailand dalam satu malam, melukai sedikitnya tiga orang dan membakar sejumlah fasilitas pemerintah. Aksi yang berlangsung terkoordinasi itu menyasar berbagai titik di tiga provinsi perbatasan selatan.
Komando Operasi Keamanan Internal Thailand (ISOC) melaporkan sejumlah kantor pemerintahan daerah serta kendaraan rusak atau hancur. Mengutip Al Jazeera, Senin (24/8/2026), badan tersebut menilai rangkaian insiden terjadi secara serempak di wilayah perbatasan selatan.
Serangan berlangsung sekitar pukul 20.00 hingga tengah malam waktu setempat. Rekaman Thai PBS memperlihatkan petugas memadamkan ban yang dibakar dan diletakkan di tengah jalan, serta kobaran api di dalam gerai 7-Eleven. Di sejumlah titik, polisi memberlakukan pemeriksaan terhadap pengendara.
"Sejumlah insiden terkoordinasi yang bertujuan menciptakan kerusuhan terjadi di berbagai lokasi di provinsi-provinsi perbatasan selatan," kata ISOC dalam sebuah pernyataan.
Advertisement
Titik Serangan dan Situasi di Lapangan
ISOC menyebut sebagian besar serangan terjadi di Provinsi Narathiwat, sementara insiden lainnya melanda provinsi tetangga, Yala dan Pattani. Pemerintah setempat memberlakukan jam malam menyusul gelombang serangan tersebut.
Di Narathiwat, sebuah kendaraan dilaporkan dicuri dari kantor organisasi administrasi tingkat kecamatan. Gedung kantor ikut terbakar, sementara kendaraan pikap yang juga terbakar kemudian ditemukan ditinggalkan di sebuah jalan.
Komando militer Narathiwat sebelumnya menetapkan larangan keluar rumah sejak Sabtu malam hingga pukul 06.00 pada Minggu untuk menstabilkan situasi di lapangan.
Advertisement
Korban Sipil dan Gangguan Layanan Publik
Pejabat Narathiwat menyatakan tiga warga sipil terluka akibat ledakan bom pinggir jalan, yakni dua perempuan berusia 45 dan 46 tahun serta seorang pria berusia 21 tahun. Seluruhnya dilarikan ke rumah sakit dan berada dalam kondisi stabil.
Operator kereta api nasional Thailand untuk sementara menghentikan sebagian perjalanan di Narathiwat setelah petugas menemukan kerusakan pada rel. Menurut ISOC, kerusakan tersebut disebabkan oleh insiden pengeboman pada malam sebelumnya.
Gubernur Narathiwat Boonchuay Homyamyen mengatakan sejumlah instansi terkait melakukan penyelidikan di lokasi-lokasi serangan pada Minggu, termasuk di kantor pemerintahan daerah, menara telekomunikasi, dan tiang listrik.
Advertisement
Peringatan Intelijen dan Respons Keamanan
Komandan Angkatan Darat wilayah selatan, Norathip Poinok, menyebut pelaku serangan terhadap sebuah kantor pemerintah kota di Provinsi Pattani bertujuan menghancurkan bangunan sekaligus melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
"Kami mendapat laporan intelijen selama sekitar dua bulan bahwa akan ada serangan terhadap kantor-kantor lokal," kata Norathip kepada wartawan pada Minggu.
Menurutnya, militer telah memberi peringatan kepada lembaga-lembaga keamanan, namun waktu dan lokasi aksi tidak diketahui sebelumnya. Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas rangkaian serangan itu.
Advertisement
Kunjungan PM Anutin dan Dinamika Perundingan BRN
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul bersama anggota kabinet dijadwalkan melakukan kunjungan dua hari ke Kota Hat Yai, Provinsi Songkhla, pekan depan. Menurut kantor perdana menteri, agenda meliputi proyek investasi, pencegahan banjir, serta isu keamanan di Thailand selatan.
Di tengah meningkatnya kekerasan, pembicaraan resmi antara pemerintah Thailand dan Front Revolusi Nasional (BRN) yang sebelumnya diperkirakan kembali digelar pada Juni masih menghadapi perbedaan pandangan mengenai pemerintahan sendiri, langkah-langkah keamanan, dan keterwakilan politik.
Awal pekan ini, Kepala Badan Intelijen Nasional Thailand Thanut Suvarnananda—yang ditunjuk pada April untuk memimpin proses perdamaian—mengatakan ingin mengubah pendekatan, termasuk mendorong BRN menjadi mitra potensial untuk menangani tuntutan masyarakat di wilayah selatan.
Konflik tingkat rendah di provinsi-provinsi paling selatan telah berlangsung sejak 2004 dan menewaskan lebih dari 7.000 orang. Bulan lalu, lima tentara tewas dalam serangan penembakan dan bom di sebuah pos pemeriksaan di Narathiwat. Wilayah tersebut meliputi Provinsi Pattani, Yala, dan Narathiwat yang mayoritas penduduknya Melayu-Muslim dan pernah menjadi bagian dari Kesultanan Melayu Patani.