Jejak Digital Pelaku Penembakan Sekolah di Thailand

Remaja 14 tahun diduga mengakses konten kekerasan di medsos. Ini temuan awalnya.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Jejak Digital Pelaku Penembakan Sekolah di Thailand
Sejumlah pelajar berjalan di luar sebuah sekolah di Provinsi Nonthaburi, Thailand, setelah insiden penembakan yang menewaskan dan melukai sejumlah orang, Jumat (7/8/2026). (Dok. Por Tek Tueng Nonthaburi via AP)

Polisi Thailand mengungkap temuan awal dari proses penyelidikan penembakan di sebuah sekolah di Nonthaburi. Pelaku remaja berusia 14 tahun diketahui mengakses konten kekerasan di media sosial.

Untuk diketahui, insiden penembakan terjadi pada Jumat (7/8). Pelaku lebih dulu menembak mati kakek dan neneknya di rumah, lalu membunuh enam orang di sekolah sebelum menembak dirinya sendiri.

Total delapan orang tewas dan lebih dari 20 korban terluka; ini menjadi penembakan massal terburuk di Thailand sejak 2022.

Informasi mengenai temuan polisi disampaikan pada Minggu (9/8/2026) seperti dilaporkan CNA, sementara kronologi peristiwa merujuk laporan Reuters dan BBC.

Jejak Digital Pelaku

Polisi menyatakan pelaku memanfaatkan media sosial untuk mempelajari cara menggunakan senjata api. Selain itu, penyidik telah memeriksa 17 saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi-lokasi kejadian, termasuk senjata api, selongsong peluru bekas, serta sebuah komputer. Sebilah pisau juga ditemukan di dalam tas pelaku.

“Berdasarkan keterangan para saksi, pelaku mulai menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari penggunaan senjata api sejak sekitar satu hingga dua tahun lalu,” kata Wakil Komisaris Kepolisian Wilayah Satu Atthapol Anusit.

“Setelah komputer tersebut diperiksa, diketahui bahwa anak itu menonton konten kekerasan di media sosial,” tutur Atthapol.

Menurut Atthapol, sejauh ini belum ada bukti bahwa remaja tersebut pernah berlatih menembak. Tahun lalu, seorang guru juga pernah menyita senapan BB, sejenis senapan angin, yang dibawa pelaku ke sekolah. Remaja itu diketahui tinggal bersama kakek dan neneknya selama 12 tahun setelah kedua orang tuanya berpisah.

Kronologi Penembakan Dari Rumah ke Sekolah

Berdasarkan laporan Reuters, aksi dimulai pada Jumat pagi di sebuah rumah di Distrik Bang Bua Thong, Nonthaburi. Pelaku menembak mati kakek dan neneknya saat berada di tempat tidur menggunakan pistol 9 mm.

Merujuk data BBC, pelaku yang mengenakan seragam olahraga kemudian menuju Sekolah Debsirin Nonthaburi dan tiba sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Menurut CNA, tak lama setelah tiba, ia melepaskan sekitar 26 tembakan di area sekolah yang diduga menyasar para guru serta staf administrasi.

Usai penyerangan, pelaku melarikan diri ke ruang kelas di lantai atas. Petugas medis yang berada di lokasi segera naik setelah mendengar satu letusan tembakan terakhir dan menemukan pelaku telah menembak kepalanya sendiri. Pelaku sempat menerima tindakan darurat CPR sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Kementerian Pendidikan Thailand menyatakan akan menyusun protokol keamanan baru untuk sekolah dalam tiga bulan ke depan. Paket kebijakan ini mencakup pemeriksaan kesehatan mental serta sistem rujukan bagi pihak-pihak yang dinilai berisiko agar mendapat penanganan dari tenaga ahli.

Pemerintah juga akan menggelar latihan tanggap darurat di lingkungan sekolah dan meningkatkan upaya pemberantasan perundungan.

Selain itu, pemeriksaan keamanan akan diperketat guna mencegah barang-barang berbahaya dibawa masuk ke sekolah.

Rekomendasi