Manfaat Bayam untuk Menurunkan Tekanan Darah, Makanan Super untuk Kesehatan Jantung

Kandungan kalium yang tinggi dalam bayam mampu merelaksasi pembuluh darah serta membantu menurunkan tekanan darah.

Ade Nasihudin Al Ansori
Manfaat Bayam untuk Menurunkan Tekanan Darah, Makanan Super untuk Kesehatan Jantung
Bayam Disebut Makanan Super, Bagus Dikonsumsi oleh Pasien Hipertensi dan Diabetes. Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin. (© 2025 Liputan6.com)

Bayam adalah sayuran hijau yang mudah ditemukan di pasar dan sering dijadikan hidangan di meja makan keluarga Indonesia. Selain rasanya yang lezat, bayam memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama dalam menurunkan tekanan darah.

Kandungan kalium yang tinggi dalam bayam membantu merelaksasi pembuluh darah dan mendukung ginjal untuk mengeluarkan kelebihan natrium dari tubuh. Bayam juga kaya akan magnesium, folat, dan vitamin B yang mendukung pembentukan oksida nitrat, yang berfungsi menurunkan tekanan darah.

Dengan manfaat tersebut, bayam menjadi makanan super yang dapat dinikmati mentah, dimasak, atau dijadikan berbagai hidangan sehat seperti salad, smoothie, dan makanan utama, simak ulasan lengkapnya seperti yang dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber,  Rabu (12/2/2025).

Bayam Disebut Makanan Super, Bantu Turunkan Tekanan Darah
Bayam Disebut Makanan Super, Bagus Dikonsumsi oleh Pasien Hipertensi dan Diabetes. Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin. © 2025 Liputan6.com

Kopp juga sempat membahas mengenai karakter kartun Popeye si Pelaut.

Dalam serial kartun yang terkenal itu, bayam digambarkan sebagai makanan yang istimewa, berfungsi untuk mengembalikan kekuatan Popeye agar ia dapat mengalahkan musuhnya, Brutus.

Di dunia nyata, bayam merupakan sumber nutrisi yang rendah kalori dan lemak. Dalam 100 gram bayam mentah, terdapat hanya 23 kalori, 3,6 gram karbohidrat, 3 gram protein, dan tidak mengandung kolesterol atau lemak. Dari aspek nutrisi, satu porsi bayam mengandung sekitar:

  1. Sebanyak 483 mikrogram vitamin K (setara dengan 402 persen dari nilai harian).
  2. Sebanyak 469 mikrogram vitamin A (setara dengan 52 persen dari nilai harian).
  3. Sebanyak 194 mikrogram folat (setara dengan 49 persen dari nilai harian).
  4. Sebanyak 0,9 miligram mangan (setara dengan 39 persen dari nilai harian).

Dalam sebuah analisis gizi, ditemukan bahwa kandungan vitamin dan mineral dalam makanan tertentu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kebutuhan harian. Misalnya, makanan tersebut mengandung "sebanyak 28 miligram vitamin C (31 persen dari nilai harian)," yang sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain itu, terdapat "sebanyak 79 miligram magnesium (19 persen dari nilai harian)," yang berperan dalam menjaga kesehatan otot dan saraf. Kandungan lainnya juga mencakup "sebanyak 0,19 miligram riboflavin (15 persen dari nilai harian)," yang membantu dalam proses metabolisme energi.

Tak kalah penting, makanan ini juga menyediakan "sebanyak 2,7 miligram zat besi (15 persen dari nilai harian)," yang esensial untuk transportasi oksigen dalam darah. Di samping itu, terdapat "sebanyak 2 miligram vitamin E (14 persen dari nilai harian)," yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sel-sel tubuh.

Kandungan tembaga dalam makanan ini juga tidak bisa diabaikan, dengan "sebanyak 0,13 miligram tembaga (14 persen dari nilai harian)," yang berkontribusi pada pembentukan sel darah merah. Selain itu, terdapat "sebanyak 558 miligram kalium (12 persen dari nilai harian)," yang penting untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Terakhir, makanan tersebut juga mengandung "sebanyak 0,2 miligram vitamin B6 (11 persen dari nilai harian)," yang berperan dalam metabolisme protein dan pembentukan neurotransmitter. Dengan berbagai kandungan gizi tersebut, makanan ini dapat menjadi pilihan yang baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Bayam kaya akan berbagai jenis antioksidan, di antaranya karotenoid seperti beta-karoten dan lutein. Zat kimia alami ini, yang dikenal sebagai fitokimia, berfungsi untuk melindungi baik tanaman maupun manusia dari serangan bakteri, jamur, parasit, dan virus.

"Antioksidan meminimalkan efek merusak dari radikal bebas," kata Kopp. Molekul radikal bebas ini dapat terakumulasi dalam tubuh, yang berpotensi menyebabkan kerusakan sel dan berkontribusi pada perkembangan kondisi kronis seperti kanker, penyakit autoimun, dan penyakit Alzheimer.

Selain itu, "Jika Anda menderita diabetes, asam alfa-lipoat antioksidan dalam bayam dapat menjaga kadar glukosa tetap rendah dan meningkatkan respons Anda terhadap insulin," ucap Kopp.

Rekomendasi