Susmiati (50), seorang peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, baru-baru ini berbagi kisah inspiratifnya. Ia menceritakan pengalaman positifnya saat menerima layanan kesehatan di RSUD Kotamobagu, Sulawesi Utara. Kisah ini menjadi bukti nyata manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat.
Wanita paruh baya ini diketahui memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, dan asam urat. Selain itu, ia seringkali merasakan keluhan nyeri pada ulu hati yang datang secara berulang. Kondisi kesehatannya ini tentu sangat memengaruhi aktivitas sehari-hari Susmiati.
Pengalamannya di RSUD Kotamobagu menunjukkan betapa pentingnya akses layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas. Melalui program JKN, Susmiati mampu mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Ini memberikan harapan bagi banyak peserta JKN lainnya di seluruh Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Susmiati mengungkapkan bahwa ia memiliki beberapa riwayat penyakit kronis yang cukup serius. Penyakit tersebut meliputi diabetes melitus, hipertensi, serta asam urat. Selain itu, ia juga kerap mengalami keluhan nyeri pada bagian ulu hati yang datang secara berulang.
Rasa nyeri yang dialaminya bahkan menjalar hingga ke bagian dada dan punggung. Kondisi ini sering disertai sensasi panas pada tubuh serta kesemutan pada bagian kaki, yang tentu saja sangat mengganggu aktivitas sehari-harinya.
Meski demikian, Susmiati mengaku sering menahan rasa sakit yang dirasakannya selama beberapa hari. Ia biasanya menunggu sekitar empat hari hingga satu minggu di rumah sebelum akhirnya memutuskan untuk mencari pertolongan medis. Setelah itu, barulah ia meminta rujukan di puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Advertisement
Setelah mendapatkan rujukan yang diperlukan, Susmiati kemudian melanjutkan pengobatan ke RSUD Kotamobagu. Proses rujukan ini memastikan bahwa ia mendapatkan penanganan yang sesuai dengan prosedur JKN yang berlaku.
Advertisement
Susmiati menceritakan bahwa sejak pertama kali tiba di rumah sakit, dirinya langsung mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat dari tenaga medis. Ia merasa tidak ada penundaan berarti dalam proses awal perawatan yang diterimanya.
“Begitu sampai di rumah sakit, saya langsung diperiksa. Kemudian dipasang infus, dilakukan pengambilan darah dan tidak lama setelah itu, saya langsung dirawat di ruang perawatan,” jelas Susmiati, menggambarkan efisiensi pelayanan.
Respons cepat dari pihak rumah sakit ini sangat membantu mengurangi kecemasan Susmiati. Penanganan yang sigap sejak awal kedatangan menjadi kunci kenyamanan pasien. Ini merupakan salah satu indikator pelayanan kesehatan yang baik dalam kerangka JKN.
Advertisement
Seluruh prosedur medis, mulai dari pemeriksaan awal hingga tindakan perawatan, berjalan lancar. Hal ini menunjukkan koordinasi yang baik antara staf medis dan fasilitas yang memadai di RSUD Kotamobagu.
Advertisement
Selama menjalani perawatan, Susmiati merasakan kenyamanan yang optimal dari fasilitas yang tersedia di rumah sakit. Lingkungan yang nyaman turut mendukung proses penyembuhannya.
Ia juga menilai bahwa pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat, sangat memuaskan. Respons yang cepat serta perhatian yang diberikan membuatnya merasa lebih tenang selama menjalani masa perawatan.
“Fasilitas nyaman, perawatannya juga baik. Pemberian obat berjalan lancar dan dokter maupun perawat sangat responsif. Saya merasa sangat diperhatikan,” ungkap Susmiati, menunjukkan apresiasinya terhadap layanan JKN.
Advertisement
Pengalaman positif Susmiati ini menegaskan bahwa program JKN, yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, mampu memberikan akses layanan kesehatan yang berkualitas. Ini juga menunjukkan komitmen RSUD Kotamobagu dalam melayani peserta JKN dengan baik.
Sumber: AntaraNews