Melinjo adalah salah satu jenis bahan makanan yang sering menjadi perdebatan di kalangan masyarakat terkait kesehatan. Banyak orang beranggapan bahwa mengonsumsi melinjo, terutama dalam bentuk emping, dapat meningkatkan kadar asam urat. Keyakinan ini sering kali membuat masyarakat merasa ragu untuk mengonsumsinya.
Namun, benarkah melinjo dapat memberikan efek negatif terhadap kadar asam urat? Berbagai penelitian menunjukkan hasil yang bervariasi, tergantung pada jumlah dan cara pengolahan melinjo tersebut. Memahami hubungan antara melinjo dan asam urat sangat penting, terutama bagi individu yang memiliki riwayat hiperurisemia.
Berikut adalah penjelasan mengenai apakah melinjo dapat menyebabkan peningkatan asam urat, serta panduan konsumsi yang aman untuk menjaga kesehatan tubuh.
Advertisement
Asam urat, atau yang dikenal dengan istilah uric acid, merupakan senyawa yang dihasilkan ketika tubuh memecah purin, yaitu zat alami yang terdapat dalam berbagai jenis makanan seperti daging merah, jeroan, dan minuman beralkohol. Selain itu, purin juga bisa ditemukan dalam bahan makanan seperti melinjo.
Jika kadar asam urat dalam tubuh terlalu tinggi, hal ini dapat menyebabkan peradangan dan rasa nyeri pada sendi, kondisi ini dikenal sebagai gout. Selain itu, hiperurisemia dapat menimbulkan komplikasi serius seperti batu ginjal dan penyakit jantung koroner.
Peningkatan kadar asam urat sering kali disebabkan oleh gangguan dalam metabolisme purin, konsumsi makanan yang kaya purin secara berlebihan, atau kurang optimalnya fungsi ginjal dalam mengeluarkan kelebihan asam urat.
Advertisement
Melinjo sering kali dipandang sebagai makanan yang dapat meningkatkan kadar asam urat. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Medicine and Health pada tahun 2019 menunjukkan bahwa tikus yang diberikan ekstrak biji melinjo mengalami peningkatan kadar asam urat hingga 81,2% setelah sembilan hari. Namun, perlu dicatat bahwa penelitian ini dilakukan pada hewan dengan dosis ekstrak yang cukup tinggi, yaitu 4,5 gram per kilogram berat badan, sehingga hasilnya belum dapat sepenuhnya diterapkan pada manusia.
Menariknya, studi lain menunjukkan hasil yang berbeda pada manusia. Penelitian yang dilakukan di Jepang menemukan bahwa konsumsi 750 mg ekstrak melinjo setiap hari justru dapat menurunkan kadar asam urat secara signifikan setelah delapan minggu. Temuan ini mengindikasikan bahwa efek melinjo terhadap kadar asam urat mungkin dipengaruhi oleh dosis serta cara pengolahannya.
Meskipun demikian, ada bagian dari melinjo yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat, seperti emping melinjo. Emping ini memiliki kandungan purin yang sangat tinggi, berkisar antara 150-800 mg per 100 gram, sehingga dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat jika dikonsumsi secara berlebihan.
Advertisement
Tidak semua bagian dari tanaman melinjo memiliki efek negatif terhadap kadar asam urat. Justru, bagian kulit dan daun melinjo memberikan manfaat yang positif dalam menurunkan kadar asam urat. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Negeri Malang menunjukkan bahwa metabolit sekunder yang terdapat dalam kulit melinjo dapat menghambat aktivitas enzim xantin oksidase dengan efektivitas yang dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan allopurinol.
Selain itu, kulit melinjo mengandung flavonoid, polifenol, asam askorbat, tokoferol, dan saponin, yang berfungsi sebagai antioksidan dan semakin aktif setelah direbus. Ekstrak daun melinjo juga telah terbukti dapat menurunkan kadar asam urat secara signifikan. Sebuah studi mengungkapkan bahwa pemberian ekstrak daun melinjo dengan dosis 36 mg/kg berat badan tikus mampu menurunkan kadar asam urat hingga 61,04%. Flavonoid dan polifenol yang terdapat dalam daun melinjo berperan penting dalam menghambat kerja enzim xantin oksidase.
Secara keseluruhan, kulit dan daun melinjo memberikan alternatif alami yang aman dan efektif untuk mencegah serta mengatasi masalah asam urat. Konsumsi jangka panjang dari bagian-bagian ini tidak menimbulkan efek samping serius pada organ tubuh seperti ginjal, sehingga menjadi pilihan yang lebih sehat dibandingkan dengan penggunaan obat kimia.
Advertisement
Agar melinjo tidak menyebabkan peningkatan kadar asam urat, sangat penting untuk memperhatikan cara pengolahan dan jumlah yang dikonsumsi. Melinjo sebaiknya dimakan dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan. Proses pengolahan yang tepat, seperti merebus atau mengukus, dapat membantu menurunkan kadar purin yang terdapat dalam melinjo.
Sebaliknya, mengolah melinjo menjadi emping dapat meningkatkan kandungan purin akibat proses penggorengan. Oleh karena itu, bagi mereka yang menderita hiperurisemia, konsumsi emping melinjo harus dibatasi.
Advertisement
Data menunjukkan bahwa melinjo mengandung purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat. Namun, pengaruh ini sangat dipengaruhi oleh jumlah yang dikonsumsi dan metode pengolahannya. Pada tingkat konsumsi yang rendah hingga sedang, melinjo justru bisa memberikan efek positif bagi kesehatan.
Penelitian juga menyatakan bahwa ekstrak melinjo dapat berfungsi sebagai terapi alami dalam mengendalikan kadar asam urat. Meskipun demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak jangka panjang dari konsumsi melinjo pada kesehatan manusia.
Advertisement
Konsumsi melinjo tidak selalu berdampak positif. Jika melinjo dimakan dalam jumlah yang berlebihan, ia bisa meningkatkan kadar asam urat.
Advertisement
Mengolah melinjo dengan cara direbus atau dikukus dapat membantu mengurangi kandungan purin, dibandingkan menggorengnya menjadi emping.
Advertisement
Daun melinjo diketahui mengandung flavonoid dan polifenol yang berperan dalam menurunkan kadar asam urat.
Advertisement
Penelitian pada tikus memberikan gambaran awal, tetapi hasilnya belum tentu sama pada manusia. Diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikan efeknya pada manusia.