Gula dan 56 Nama Lainnya di Label Makanan yang Perlu Kita Ketahui

Pada label makanan, gula kerap kali bisa kita temukan dari sejumlah nama berbeda pada makanan.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Gula dan 56 Nama Lainnya di Label Makanan yang Perlu Kita Ketahui
Ilustrasi gula pasir. (Photo by pasja1000 on Pixabay) (@ 2023 merdeka.com)

Gula tambahan telah menjadi perhatian utama dalam pola makan modern, terutama karena dampaknya terhadap kesehatan. Tidak sedikit orang yang mengonsumsi gula tambahan tanpa sadar, tersembunyi di dalam berbagai produk olahan yang kita temui setiap hari. Rata-rata, seseorang bisa mengonsumsi sekitar 17 sendok teh gula tambahan setiap hari, jauh lebih tinggi dari yang direkomendasikan.

Masalahnya, gula tidak selalu disebut dengan nama "gula" di label makanan. Sebaliknya, ia memiliki lebih dari 56 nama berbeda yang seringkali sulit dikenali. Padahal, konsumsi gula berlebih telah dikaitkan dengan berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, resistensi insulin, dan sindrom metabolik.

Gula tambahan adalah gula yang ditambahkan ke makanan atau minuman selama proses pengolahan untuk meningkatkan rasa, tekstur, atau umur simpannya. Gula ini biasanya berupa campuran glukosa, fruktosa, atau sukrosa.

Dilansir dari Healthline, Di Amerika Serikat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) telah mewajibkan produsen untuk mencantumkan jumlah gula tambahan di label fakta nutrisi, termasuk persentase dari kebutuhan harian. Meski demikian, tantangan tetap ada: memahami berbagai istilah yang digunakan untuk menyebut gula dalam produk olahan.

Mengapa Gula Memiliki Banyak Nama?

Gula tambahan tidak selalu menggunakan nama "gula" pada daftar bahan. Produsen sering kali menggunakan istilah lain yang terdengar lebih "sehat" untuk menyamarkan kandungan gulanya. Glukosa dan fruktosa, dua komponen utama gula, memiliki efek yang berbeda pada tubuh. Glukosa dapat dimetabolisme oleh hampir semua sel tubuh, sedangkan fruktosa sebagian besar dimetabolisme di hati. Konsumsi fruktosa berlebih diketahui berkontribusi pada penyakit hati berlemak dan resistensi insulin.

Untuk itu, mengenali nama-nama lain dari gula di label makanan menjadi langkah penting bagi siapa saja yang ingin menjaga kesehatannya.

Ilustrasi gula
Makanan yang Perlu Dihindari untuk Cegah Gagal Ginjal freepik.com

Berikut adalah beberapa nama yang sering digunakan untuk menyebut gula tambahan di label makanan:

Gula yang Mengandung Glukosa dan Fruktosa

Sukrosa (table sugar) – gula meja yang paling umum, terdiri dari 50% glukosa dan 50% fruktosa.

Sirup jagung tinggi fruktosa (High Fructose Corn Syrup) – sering ditemukan dalam soda, permen, dan makanan olahan lainnya.

Nektar agave – mengandung 70–90% fruktosa, sering digunakan sebagai alternatif gula “sehat.”

Madu

Sirup maple

Molase

Gula cokelat

Sebagian besar pemanis tambahan memiliki campuran glukosa dan fruktosa. Beberapa contohnya adalah:

Gula bit

Molase blackstrap

Gula cokelat

Sirup mentega

Kristal sari tebu

Gula tebu

Karamel

Sirup carob

Gula kastor

Gula kelapa

Gula bubuk (confectioner's sugar)

Gula kurma

Gula demerara

Kristal Florida

Jus buah

Konsentrat jus buah

Gula emas

Sirup emas

Gula anggur

Madu

Gula icing

Gula invert

Sirup maple

Molase

Gula muscovado

Gula panela

Gula rapadura

Gula mentah

Sirup pemurnian (refiner’s syrup)

Sirup sorgum

Sucanat

Gula treacle

Gula turbinado

Gula kuning

Nama-nama ini menunjukkan pemanis yang memiliki kandungan glukosa dan fruktosa dalam berbagai proporsi.

ilustrasi gula
Bahaya Pemanis Buatan health.com

Beberapa pemanis hanya terdiri dari glukosa atau mengandung glukosa bersama dengan gula lain selain fruktosa, seperti galaktosa. Contohnya:

Malt barley

Sirup beras cokelat

Sirup jagung

Padatan sirup jagung

Dextrin

Dextrose

Malt diastatik

Etil maltol

Glukosa

Padatan glukosa

Laktosa

Sirup malt

Maltodekstrin

Maltosa

Sirup beras

Kandungan ini sering digunakan dalam produk olahan untuk memberikan rasa manis, meningkatkan tekstur, atau memperpanjang umur simpan.

Galaktosa

D-ribosa

Selain itu, ada istilah lain seperti "sirup karamel," "gula rapadura," "gula turbinado," dan "sirup sorgum" yang juga mengacu pada gula tambahan.

Tidak Semua Gula Perlu Dihindari

Gula yang secara alami terdapat dalam makanan utuh seperti buah, sayuran, dan produk susu tidak perlu dihindari. Gula alami ini biasanya hadir bersama serat, vitamin, mineral, dan senyawa bermanfaat lainnya yang baik untuk tubuh.

Yang perlu dihindari adalah konsumsi gula tambahan dalam jumlah besar, yang sering kali tersembunyi dalam makanan olahan. Solusi terbaik adalah memilih makanan segar dan meminimalkan konsumsi makanan kemasan.

ilustrasi gula
Bahaya Pemanis Buatan bagi Anak wfla.com

Periksa Label: Kenali berbagai nama gula tambahan dan baca label makanan dengan cermat.

Pilih Makanan Utuh: Konsumsi makanan segar dan minim olahan.

Batasi Minuman Manis: Soda, jus buah olahan, dan minuman energi sering kali mengandung gula tambahan yang tinggi.

Gunakan Alternatif Sehat: Gunakan pemanis alami seperti buah segar untuk menambah rasa manis.

Memahami berbagai nama gula di label makanan adalah langkah penting dalam menjaga pola makan sehat. Dengan mengurangi konsumsi gula tambahan, kita dapat mengurangi risiko berbagai penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup. Mulailah dari sekarang dengan membaca label secara lebih cermat dan memilih makanan segar sebagai bagian utama dari pola makan Anda.

Rekomendasi