Mengapa Lobster Bisa Menjadi Bahaya Jika Tidak Dikonsumsi dengan Bijak? Ini Kata Pakar Gizi

Lobster adalah makanan laut favorit yang kaya akan manfaat, tetapi tinggi kolesterol. Simak fakta konsumsi dan tips aman dari para ahli.

Nurrohman Sidiq
Oleh Nurrohman Sidiq - Reporter
Mengapa Lobster Bisa Menjadi Bahaya Jika Tidak Dikonsumsi dengan Bijak? Ini Kata Pakar Gizi
Ilustrasi lobster. (Foto: Freepik) (© 2024 Liputan6.com)

Lobster telah menjadi salah satu makanan favorit di dunia kuliner karena dagingnya yang memiliki rasa manis, gurih, dan tekstur lembut. Selain menggugah selera, seafood ini juga dikenal kaya akan gizi, sehingga banyak disukai oleh pecinta makanan laut. Namun, terdapat beberapa tantangan terkait kesehatan yang perlu diperhatikan, terutama mengenai kandungan kolesterol dalam lobster.

Pakar Keamanan Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Ahmad Sulaeman, mengingatkan agar konsumsi lobster tidak berlebihan. "Ya karena tinggi kolesterol, ya jangan banyak-banyak ya makannya," ujar Prof. Ahmad dalam acara Jelajah Gizi 2024 di Banyuwangi, seperti yang dikutip Merdeka.com pada Selasa (19/11/2024).

Prof. Ahmad juga menyarankan agar saat menikmati lobster, selalu disertai dengan sayuran hijau. Hal ini bertujuan untuk membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam tubuh. "Pas makan sertain dengan sayur sehingga (kolesterol) yang diabsorpsi enggak terlalu banyak," tambahnya.

Meskipun memiliki rasa yang menggugah selera, lobster ternyata mengandung kolesterol dalam jumlah yang cukup tinggi. Setiap 100 gram daging lobster mengandung sekitar 145 mg kolesterol, yang merupakan angka yang signifikan mengingat batasan konsumsi kolesterol harian bagi orang sehat adalah 300 mg. Sedangkan untuk mereka yang memiliki penyakit jantung atau sindrom metabolik, batasan ini hanya 200 mg per hari.

Menurut Prof. Ahmad, mengonsumsi satu ekor lobster berukuran sedang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi tanpa berlebihan. Ia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan konsumsi seafood lainnya agar tidak menambah risiko kesehatan.

Lobster, sebagai salah satu jenis makanan laut, sering kali disandingkan dengan makanan lain yang juga memiliki kandungan kolesterol tinggi, seperti telur. Menurut Prof. Ahmad, kandungan kolesterol dalam lobster sebenarnya lebih rendah dibandingkan telur.

Dalam satu butir telur, terdapat sekitar 185 hingga 200 mg kolesterol, yang mana jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan 145 mg kolesterol yang terdapat dalam 100 gram lobster. Meskipun demikian, penting untuk tetap mengatur konsumsi kolesterol sesuai dengan kebutuhan tubuh agar kesehatan tetap terjaga.

Selain memiliki kolesterol, lobster juga mengandung banyak zat besi, protein, dan vitamin B12. Menurut penjelasan Prof. Ahmad, lobster memiliki potensi untuk mencegah anemia karena kandungan zat besinya yang melimpah.

"Lobster itu mengandung zat besi tinggi, jadi bisa untuk mengatasi atau mencegah anemia. Kemudian lobster juga mengandung asam lemak esensial," katanya. Selain itu, lobster juga kaya akan antioksidan yang berfungsi melindungi tubuh dari kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas.

Bagi wanita yang sedang hamil, sangat penting untuk memperhatikan konsumsi lobster. Makanan laut seperti lobster mengandung merkuri, yang jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, dapat membahayakan perkembangan janin. Oleh karena itu,

Prof. Ahmad menyarankan agar ibu hamil tidak mengonsumsi lobster dalam jumlah yang besar untuk meminimalkan risiko paparan merkuri. "Ibu hamil jangan banyak ya karena mungkin ada kandungan merkuri kan agak berbahaya," tambahnya.

Kolesterol sering kali dipandang sebagai ancaman bagi kesehatan, namun sebenarnya tubuh memerlukan kolesterol dalam jumlah yang tepat. "Kita enggak boleh membenci kolesterol karena kolesterol termasuk komponen yang dibutuhkan tubuh," jelas Prof. Ahmad.

Kolesterol memiliki peran penting sebagai bahan dasar dalam pembentukan hormon, vitamin D, serta struktur sel. Meskipun demikian, penting untuk menjaga keseimbangan dalam konsumsi kolesterol agar tidak menimbulkan efek negatif pada kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.

Individu yang memiliki kadar kolesterol tinggi sebaiknya mengurangi asupan lobster. Selain itu, mereka juga perlu menyeimbangkan makanan mereka dengan sayuran untuk membantu mengurangi penyerapan kolesterol.

Bagi individu yang dalam kondisi sehat, disarankan untuk mengonsumsi satu ekor lobster berukuran sedang dalam setiap kali makan. Hal ini juga penting untuk memastikan bahwa total asupan kolesterol harian tidak melebihi 300 mg.

Lobster merupakan sumber yang kaya akan zat besi, protein, vitamin B12, dan antioksidan. Nutrisi-nutrisi ini sangat bermanfaat untuk mencegah anemia, memperbaiki sel-sel tubuh, serta menjaga kesehatan darah.

Ibu yang sedang hamil disarankan untuk mengurangi konsumsi lobster. Hal ini disebabkan oleh adanya kemungkinan kandungan merkuri dalam lobster yang dapat berdampak negatif pada perkembangan janin.

Rekomendasi