Ini dia beda serangan jantung, gagal jantung, dan henti jantung

Jumat, 2 Maret 2018 04:07 Reporter : Febrianti Diah Kusumaningrum
Ini dia beda serangan jantung, gagal jantung, dan henti jantung ilustrasi serangan jantung. ©www.newsweek.com

Merdeka.com - Jantung yang jadi organ vital tubuh tak luput dari gangguan penyakit. Gangguan yang paling terkenal adalah serangan jantung. Lalu disusul dengan gagal jantung dan henti jantung.

Lalu, apa perbedaan dari ketiganya? Dilansir dari thehealthsite.com, ini

1 dari 3 halaman

Henti jantung

Ilustrasi serangan jantung. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Kladej

selama henti jantung, jantung akan berhenti berdetak selama beberapa saat karena adanya ketidakseimbangan listrik di tubuh. Hal ini akan menyebabkan gangguan beberapa organ di jantung seperti denyut jantung tidak teratur atau aritmia yang menyulitkan orang untuk bernapas. Jika tidak segera diberikan pertolongan medis, maka bisa berakibat fatal.

Beberapa ciri dari henti jantung:

  1. Tiba-tiba kehilangan kesadaran saat jantung berhenti berfungsi. Pasien tidak merespon saat disentuh bahunya.
  2. Kehilangan pernapasan normal saat jantung mulai berdetak kencang.
  3. Hilangnya denyut nadi dan tekanan darah saat suplai darah ke beberapa bagian tubuh dan otak terhambat.

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menyelamatkan dari henti jantung adalah dengan CPR. Jika dilakukan dengan benar, CPR bisa menyelamatkan nyawa seseorang karena prosedur tersebut membuat darah dan oksigen mengalir secara lancar ke seluruh anggota tubuh.

2 dari 3 halaman

Serangan jantung

Ilustrasi serangan jantung. ©2012 Shutterstock/Lisa F. Young

Serangan jantung merupakan kejadian mendadak alias tidak terduga akibat dari penyumbatan di salah satu arteri utama yang memasok darah ke jantung. Dengan tidak adanya darah dan oksigen, otot jantung akan mati secara perlahan dan bisa mengancam nyawa.

Serangan jantung bisa terjadi saat plak terlepas dari arteri dan membentuk gumpalan yang menghentikan aliran darah ke jantung. Selain itu, kejang di arteri koroner (arteri utama yang memasok darah ke jantung) bisa memicu serangan jantung walaupun sangat jarang terjadi.

Gejala dari serangan jantung yang paling umum:

  1. Ketidaknyamanan atau nyeri yang timbul di bagian tengah dada
  2. Rasa sesak napas dengan nyeri di dada
  3. Kegelisahan
  4. Batuk
  5. Pusing
  6. Pingsan
  7. Palpitasi (merasa jantung berdetak terlalu cepat atau tidak teratur)
  8. Keringat berlebih

Serangan jantung juga membutuhkan penanganan medis secara segera. Kemudian berlanjut dengan pemberian obat pengencer darah untuk mencegah penggumpalan darah lebih lanjut.

Berbagai prosedur kemudian dilakukan untuk membuka arteri yang tersumbat seperti penggunaan stent atau angioplasty. Terkadang juga dilakukan bypass dimana ahli bedah mengambil pembuluh darah sehat dan menempelkannya ke pembuluh darah yang rusak. Pada kasus yang parah, transplantasi jantung mungkin disarankan.

3 dari 3 halaman

Gagal jantung

Ilustrasi serangan jantung. ©shutterstock.com/SuriyaPhoto

Tidak seperti serangan jantung atau henti jantung, gagal jantung tidak mendadak terjadi namun merupakan kondisi kronis dimana otot-otot jantung jadi lemah dan gagal memompa cukup darah ke semua anggota tubuh. Otot jantung yang bertanggung jawab untuk memompa ini jadi lemah atau kaku seiring berjalannya waktu.

Konsekuensi dari gagal jantung tidak terbatas pada jantung saja. Namun bisa mempengaruhi seluruh anggota tubuh karena tidak mendapatkan suplai darah yang cukup. Contohnya seperti ginjal yang meresepons dengan menahan cairan dan garam di dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan menumpuknya cairan di lengan, kaki, paru-paru, dan anggota tubuh lain sehingga membuat tubuh jadi sesak.

Pengobatan dari gagal jantung meliputi:

  1. Perubahan gaya hidup jadi lebih sehat
  2. Konsumsi obat seperti beta blockers atau penurun tekanan darah
  3. Operasi perbaikan dan penggantian arteri koroner

Kondisi yang menyebabkan gagal jantung:

  1. Arteri yang tersumbat
  2. Kardiomiopati (kerusakan pada otot jantung akibat infeksi, konsumsi minuman beralkohol, atau obat terlarang)
  3. Kondisi yang membuat jantung bekerja keras (diabetes, hipertensi, obesitas, penyakit ginjal, atau kerusakan tiroid)

Jantung yang sudah terkena gangguan di atas memang sulit untuk sembuh 100%. Oleh karena itu kamu wajib merawat kesehatan jantung secara dini dengan menjalankan pola hidup sehat seimbang. [feb]

Baca juga:
Hal berbahaya yang terjadi pada jantung saat kamu merokok
Mulai lakukan 5 hal ini saat tekanan darahmu melemah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini