"Doain Ya Pak", Pesan Terakhir Ahda Sebelum Kapal Virgo Terbalik

Dua warga Kota Solo menjadi korban kecelakaan kapal Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9).

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
"Doain Ya Pak", Pesan Terakhir Ahda Sebelum Kapal Virgo Terbalik
PT Pertamina Patra Niaga melalui kapal tanker MT Mauhau menyerahkan 16 korban MV Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa kepada Basarnas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (Dok Pertamina)

Dua warga Kota Solo menjadi korban kecelakaan kapal Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9). Keduanya adalah Ahda Dhiyaurrohman (19) warga RT 01 RW 04 Kelurahan Gandekan, Jebres dan Aldo Nurahmansya warga RT 06 RW 01 Kelurahan Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres. Keduanya hendak merantau bekerja di perkebunan kelapa sawit Kalimantan.

Hingga Selasa (15/9) belum ada kabar pasti soal kondisi keduanya.

Kerabat Ahda, Saryanto menceritakan komunikasi terakhir dengan Ahda terjadi pada Minggu pagi, sesaat sebelum kapal mengalami kecelakaan.

"Komunikasi terakhir itu pas video call, hari minggu. Nggak ngobrol apa-apa cuma bilang 'doain ya pak'," kenang Saryanto saat ditemui awak media.

Menurut Saryanto, Ahda pamit ke rumahnya di Kelurahan Gandekan pada Sabtu lalu. Ia mengatakan mau berangkat kerja ke Kalimantan.

"Mau ikut kerja di kelapa sawit di Kalimantan. Ke sini pamitan hari sabtu dan bilang 'pak, saya mau kerja'," ujar Saryanto.

Orang Tua Sempat Tak Merestui

Saryanto mengaku baru tahu Ahda berangkat tanpa restu orang tua. Tadi pagi ia mendatangi rumah abi dan umi Ahda di Desa Ngringo, Jaten, Karanganyar.

"Tadi pagi saya ke sana katanya belum, abi sama uminya nggak mengizinkan, ke sini itu nggak bilang. Abinya sempat bilang, ini nggak diizinkan, yang nggak ketemu aku apa Ahda nanti, nggak ketemu selamanya. Sudah bilang gitu abinya," ujar Saryanto.

"Pamit ke sini kalau saya tahu nggak diizinkan sama abi-uminya, saya nggak akan bolehin. Tapi nggak bilang," imbuh dia.

Ini merupakan pengalaman pertama Ahda merantau. Ia diajak temannya bekerja di sawit.

"Ini pengalaman pertama Ahda mau merantau, belum punya pengalaman apa-apa masih labil. Jadi diajak kemana ikut, alasannya merantau itu mau bekerja. Kalau sosoknya itu baik," kata Saryanto.

Sejak bayi, Ahda memang diasuh Saryanto sampai SMA.

"Waktu kecil itu saya mong, kalau pulang sekolah ke Palur. Adiknya juga saya mong,"kata dia.

Keluarga Berangkat ke Tanjung Perak

Hingga kini keluarga belum mendapat informasi terbaru. Saryanto sempat menghubungi abi Ahda setelah melihat berita kecelakaan.

"Saya Wa sama abinya, 'ini apa Ahda ikut kapal virgo transport 8'. Dijawab sama abinya 'iya pak'. Sampai sekarang belum dapat informasi lebih lanjut," kata dia.

Rencananya, abi Ahda akan berangkat ke Tanjung Perak Surabaya untuk mencari informasi lebih lanjut.

"Ini rencana mau berangkat ke Tanjung Perak Surabaya. Belum berangkat, ini abinya masih bekerja. Mudah-mudahan bisa ketemu," kata dia.

 

Rekomendasi