Demerina dan 20 Hari Pelarian dari Sekapan KKB

Demerina adalah satu dari sembilan perempuan dilaporkan menjadi korban penculikan oleh kelompok bersenjata pada 17 Agustus 2026.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Demerina dan 20 Hari Pelarian dari Sekapan KKB
Wanita korban selamat penyanderaan KKB. (Dokumentasi Antara).

Selama sekitar 20 hari, hutan menjadi tempat Demerina Uamang (23) bertahan hidup. Dalam kondisi tanpa makanan dan minuman cukup, tubuhnya semakin lemah. Ketika akhirnya ditemukan warga, Demerina tidak sendirian. Bersamanya ada Yosina, yang kondisinya jauh lebih buruk dan akhirnya meninggal dunia.

Demerina adalah satu dari sembilan perempuan dilaporkan menjadi korban penculikan oleh kelompok bersenjata pada 17 Agustus 2026.

Harapan untuk menemukan mereka tidak pernah berhenti. Hingga pada 7 September, kabar tentang seorang perempuan ditemukan selamat di wilayah Bela akhirnya sampai kepada aparat.

Seorang tokoh dari Kampung Bela I, Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, datang ke Distrik Jila membawa informasi tersebut. Awalnya, warga belum mengetahui identitas perempuan yang mereka temukan.

Aparat kemudian melakukan investigasi dan identifikasi. Hasilnya memastikan bahwa perempuan tersebut adalah Demerina Uamang.

“Mereka berjuang selama 20 hari di hutan, tidak makan dan minum,” kata Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo, demikian dikutip dari Antara, Selasa (15/9).

Saat ditemukan, Demerina berada dalam kondisi lemah. Warga Kampung Bela kemudian berinisiatif merawatnya hingga kondisinya memungkinkan untuk dievakuasi. Namun, perjalanan membawa Demerina keluar dari wilayah tersebut tidak mudah.

Wanita korban selamat penyanderaan KKB. (Dokumentasi Antara).
Wanita korban selamat penyanderaan KKB. (Dokumentasi Antara).

Menunggu Cuaca Membuka Jalan

Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat segera berkoordinasi untuk menjemput Demerina.

Helikopter menjadi pilihan untuk menjangkau lokasi. Medan yang sulit dan kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri.

Upaya evakuasi bahkan sempat tertunda karena cuaca buruk membuat helikopter tidak dapat mencapai lokasi. Kesabaran kembali menjadi bagian dari misi penyelamatan itu. Hingga Senin (14/9) pagi, kondisi cuaca mulai memungkinkan. Tim gabungan bergerak menuju Kampung Bela I.

“Tadi pagi, cuaca agak sedikit baik sehingga kita bisa masuk,” ujar Yusuf.

Proses tersebut turut didukung Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah Agustinus Anggaibak dan kepala kampung setempat.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Inspektur Jenderal Polisi Faizal Ramadhani mengatakan keselamatan Demerina menjadi prioritas dalam proses evakuasi.

“Prioritas kami adalah memastikan korban dapat dijemput dan dievakuasi dengan selamat,” kata Faizal.

Menurut Faizal, komunikasi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar proses evakuasi berlangsung aman dan situasi keamanan tetap terkendali.

 

Wanita korban selamat penyanderaan KKB. (Dokumentasi Antara).
Wanita korban selamat penyanderaan KKB. (Dokumentasi Antara).

Dari Hutan ke Rumah Sakit

Setelah berhasil dijemput, Demerina dibawa menuju Timika menggunakan Helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026.

Perjalanan itu mengakhiri sekitar 20 hari masa bertahan hidup dalam kondisi sulit. Namun, penyelamatan belum berarti semuanya selesai.

Setibanya di Timika, Demerina langsung dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis. Kondisinya yang masih mengalami syok membuat Demerina belum dapat dimintai keterangan.

Di balik keberhasilannya bertahan, ada pula kisah Yosina yang tidak sempat mendapatkan kesempatan yang sama. Rekannya itu ditemukan dalam kondisi sangat kurus dan disebut tidak mendapat asupan makanan hingga akhirnya meninggal dunia. Yosina kemudian dimakamkan secara adat oleh masyarakat di Kampung Bela.

 

Tujuh Orang Masih Ditunggu

Kepulangan Demerina menjadi satu titik terang dari upaya penyelamatan para korban penculikan.

Dari sembilan korban yang dilaporkan dibawa kelompok bersenjata, satu telah berhasil dievakuasi. Satu lainnya meninggal dunia. Sementara itu, upaya penyelamatan terhadap tujuh korban yang masih selamat terus dilakukan.

Satgas Operasi Damai Cartenz meminta masyarakat Timika dan sekitarnya tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Bagi Demerina, perjalanan pulang dari Kampung Bela I bukan sekadar perpindahan tempat. Setelah hampir 20 hari bertahan dalam kondisi yang berat, ia kini berada di tempat untuk mendapatkan perawatan dan memulihkan diri.

Sementara di luar rumah sakit, pencarian terhadap tujuh orang lainnya masih berlanjut. Harapan yang membawa Demerina pulang kini juga menjadi harapan bagi mereka yang belum ditemukan.

Rekomendasi