Penyakit rematik jantung merupakan komplikasi serius dari demam rematik akut yang dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada katup jantung. Kondisi ini seringkali tidak langsung terdeteksi, melainkan baru menunjukkan gejala pada usia dewasa. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi dan konsultan aritmia, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, menjelaskan bahwa kerusakan katup jantung ini bisa muncul pada usia 30-an.
Kerusakan tersebut adalah akibat dari infeksi bakteri Streptococcus yang menyebabkan radang tenggorokan (faringitis) saat seseorang masih remaja, namun tidak mendapatkan penanganan yang memadai. Racun dari bakteri tersebutlah yang kemudian menyerang jantung, meskipun dampaknya baru terlihat setelah 10 hingga 15 tahun kemudian. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan mencegah infeksi awal guna melindungi kesehatan jantung di masa depan.
Prof. Yoga juga menekankan pentingnya penanganan cepat terhadap infeksi saluran napas pada anak-anak. Hal ini menjadi kunci untuk mencegah komplikasi serius seperti Penyakit Rematik Jantung yang dapat berujung pada kebocoran atau penyempitan katup jantung. Pencegahan sejak dini dapat menghindarkan seseorang dari masalah kesehatan jantung yang kronis dan mengancam jiwa.
Advertisement
Advertisement
Penyakit rematik jantung adalah salah satu komplikasi serius dari demam rematik akut. Demam rematik akut sendiri dipicu oleh infeksi bakteri Streptococcus yang umumnya menyerang tenggorokan. Jika infeksi ini tidak diobati secara adekuat, bakteri dapat melepaskan racun yang kemudian menyerang berbagai organ tubuh, termasuk jantung.
Meskipun infeksi awal terjadi pada masa remaja, kerusakan pada jantung tidak langsung terlihat. Menurut Prof. Yoga, jantung tidak akan rusak saat itu juga, melainkan 10 hingga 15 tahun kemudian. Ini berarti seseorang yang mengalami infeksi Streptococcus di usia muda berisiko tinggi mengalami masalah jantung di usia dewasa tanpa menyadarinya.
Penting bagi orang tua untuk segera membawa anak ke dokter jika mengalami infeksi saluran napas yang disertai nyeri menelan atau riak berwarna hijau. Prof. Yoga menegaskan bahwa jika kuman penyebabnya adalah Streptococcus hemolyticus tipe B, racunnya dapat menyerang jantung. Penanganan yang tepat dan cepat terhadap infeksi tenggorokan dapat mencegah terjadinya demam rematik akut dan komplikasi Penyakit Rematik Jantung.
Advertisement
Advertisement
Jantung manusia memiliki empat katup utama, yaitu katup trikuspid, katup mitral, katup aorta, dan katup pulmonal. Katup-katup ini berfungsi mengatur aliran darah agar bergerak searah dan efisien. Penyakit rematik jantung dapat menyebabkan gangguan serius pada salah satu atau beberapa katup tersebut.
Gangguan yang paling umum terjadi adalah kebocoran katup atau penyempitan katup. Kebocoran katup terjadi ketika katup tidak dapat menutup sempurna, menyebabkan darah mengalir kembali. Sementara itu, penyempitan katup membuat katup sulit terbuka sepenuhnya, menghambat aliran darah ke ruang jantung berikutnya atau ke seluruh tubuh.
Prof. Yoga Yuniadi menjelaskan bahwa kondisi kebocoran atau penyempitan katup ini seringkali terdiagnosis pada usia 30-an. Hal ini merupakan akibat dari Penyakit Rematik Jantung yang diderita saat seseorang masih remaja atau 'teenager'. Kerusakan progresif ini menunjukkan betapa pentingnya deteksi dini dan penanganan infeksi Streptococcus.
Advertisement
Advertisement
Selain Penyakit Rematik Jantung, ada beberapa faktor risiko lain yang dapat memicu masalah pada katup jantung. Gangguan irama jantung, seperti fibrilasi atrium yang berlangsung lama, dapat menyebabkan kerusakan katup. Oleh karena itu, menjaga irama jantung tetap normal adalah langkah penting dalam pencegahan.
Kondisi medis kronis seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas juga merupakan pemicu utama penyakit jantung lainnya yang dapat berujung pada masalah katup jantung. Prof. Yoga menyarankan untuk menjaga tekanan darah agar tetap normal, menghindari obesitas, tidak merokok, dan mengelola diabetes dengan baik. Langkah-langkah ini merupakan bagian integral dari pencegahan komplikasi jantung.
Menerapkan gaya hidup sehat secara menyeluruh adalah kunci untuk mencegah berbagai penyakit jantung, termasuk masalah katup. Pola makan seimbang, olahraga teratur, dan pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mengidentifikasi dan mengelola faktor risiko sejak dini. Dengan demikian, risiko terkena Penyakit Rematik Jantung dan gangguan katup lainnya dapat diminimalisir.
Advertisement
Sumber: AntaraNews