Saat musim panas, suhu di dalam rumah bisa terasa lebih gerah, terutama pada ruangan yang mendapat banyak paparan sinar matahari. Selain mengatur sirkulasi udara dan mengurangi panas yang masuk melalui jendela, menambahkan tanaman hijau dapat menjadi salah satu cara alami untuk membuat suasana ruangan terasa lebih nyaman.
Tanaman tidak dapat menggantikan fungsi kipas angin atau pendingin ruangan, tetapi proses transpirasi pada daun dapat membantu memengaruhi kondisi mikroklimat di sekitarnya. Ketika tanaman melepaskan uap air melalui daun, proses tersebut dapat membantu memberikan efek pendinginan alami, terutama jika tanaman ditempatkan dalam jumlah dan kondisi yang mendukung.
Karena itu, simak tanaman penyejuk ruangan yang cocok diletakkan di rumah saat musim panas, dihimpun Merdeka.com dari berbagai sumber, Selasa (15/9).
Advertisement
1. Spider Plant
Spider plant (Chlorophytum comosum) termasuk tanaman yang cukup mudah ditempatkan di dalam rumah karena dapat tumbuh pada cahaya terang tidak langsung maupun kondisi cahaya yang lebih rendah. Bentuk daunnya yang memanjang dan tumbuh menjuntai juga membuatnya cocok diletakkan di rak, meja, maupun pot gantung.
Tanaman ini memiliki laju transpirasi yang relatif tinggi sehingga dapat membantu proses pelepasan uap air ke lingkungan sekitarnya. Proses tersebut berperan dalam memberikan efek pendinginan melalui penguapan air dari permukaan daun.
Untuk mendapatkan manfaat tersebut, spider plant tetap perlu mendapatkan air yang cukup dan tidak dibiarkan mengalami kekeringan berkepanjangan. Letakkan di area dengan cahaya terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung secara berlebihan agar pertumbuhannya tetap baik.
Advertisement
2. Peace Lily
Peace lily (Spathiphyllum wallisii) memiliki daun lebar dan rimbun sehingga dapat memberikan kesan hijau yang cukup kuat di dalam ruangan. Tanaman ini juga menyukai kondisi hangat, kelembapan yang cukup, serta cahaya terang tidak langsung.
Kemampuan tanaman melakukan transpirasi membuat peace lily berpotensi membantu meningkatkan kelembapan sekaligus memberikan efek pendinginan alami di lingkungan sekitarnya. Spathiphyllum wallisii termasuk tanaman dengan laju transpirasi tinggi sehingga cukup menarik untuk ditempatkan di ruangan yang terasa panas dan kering.
Meski begitu, peace lily membutuhkan air secara teratur untuk mempertahankan kondisi daun dan proses fisiologisnya. Hindari meletakkannya di bawah sinar matahari langsung yang terlalu kuat karena daunnya dapat mengalami kerusakan akibat paparan cahaya berlebihan.
Advertisement
3. Tradescantia
Tradescantia dapat menjadi pilihan untuk menambah tanaman hijau di dalam rumah tanpa membutuhkan banyak ruang. Beberapa jenisnya memiliki daun dengan corak menarik sehingga sekaligus dapat mempercantik sudut ruangan.
Salah satu jenis yang digunakan dalam sistem penghijauan vertikal, Tradescantia spathacea, menunjukkan kemampuan transpirasi yang tinggi. Pelepasan uap air melalui daun tersebut dapat membantu proses pendinginan alami di sekitar tanaman ketika tersedia air yang cukup.
Di rumah, Tradescantia dapat ditempatkan di area dengan cahaya terang tidak langsung sesuai kebutuhan jenisnya. Tanaman yang mendapatkan air dan kondisi tumbuh yang sesuai akan lebih mampu mempertahankan aktivitas fisiologis yang mendukung proses transpirasi.
Advertisement
4. Philodendron
Philodendron dikenal sebagai tanaman berdaun hijau yang dapat memberikan tampilan rimbun pada ruangan. Jenis seperti Philodendron hederaceum juga memiliki pertumbuhan merambat sehingga dapat ditempatkan pada rak atau dibiarkan menjuntai dari pot gantung.
Daunnya melakukan transpirasi dengan melepaskan uap air ke udara di sekitarnya. Proses tersebut menjadi salah satu mekanisme alami tanaman yang dapat berkontribusi terhadap kondisi mikroklimat yang lebih nyaman di dalam ruangan.
Philodendron sebaiknya ditempatkan pada area dengan cahaya yang sesuai dan tidak langsung terkena terik matahari. Perawatan berupa penyiraman yang tepat juga penting karena tanaman membutuhkan air untuk menjalankan proses transpirasi secara normal.
Advertisement
5. Peperomia
Peperomia cocok dipertimbangkan untuk ruangan yang tidak terlalu luas karena banyak jenisnya memiliki ukuran yang relatif kecil. Daunnya yang tebal dan bentuk tanaman yang kompak membuatnya mudah ditempatkan di meja, rak, maupun ambang jendela yang mendapatkan cahaya sesuai kebutuhan.
Seperti tanaman lainnya, Peperomia melakukan transpirasi melalui daun dan melepaskan uap air ke lingkungan. Peperomia obtusifolia termasuk salah satu jenis yang memiliki kemampuan melakukan pertukaran gas dan transpirasi ketika tumbuh dalam sistem penghijauan dalam ruangan.
Efeknya tentu tidak sama dengan menggunakan pendingin ruangan, terlebih jika hanya terdapat satu atau dua pot. Namun, Peperomia tetap dapat menjadi pilihan untuk menambah vegetasi di dalam rumah sekaligus mendukung kondisi mikroklimat yang lebih nyaman.
Advertisement
6. Tanaman Rambat untuk Area yang Terpapar Panas
Selain tanaman dalam pot, tanaman rambat yang digunakan sebagai penghijauan vertikal dapat membantu mengurangi panas melalui kombinasi naungan dan transpirasi. Daun yang menutupi permukaan tertentu dapat mengurangi paparan radiasi matahari langsung, sementara air yang dilepaskan melalui transpirasi turut membantu proses pendinginan.
Efek ini dapat lebih terasa pada sistem penghijauan vertikal yang memiliki cakupan tanaman cukup luas. Vegetasi yang menutupi permukaan bangunan dapat membantu menurunkan suhu permukaan sekaligus memengaruhi suhu udara di sekitarnya.
Untuk rumah, konsep tersebut dapat diterapkan pada area yang sering terkena sinar matahari, seperti dinding atau bagian luar jendela. Namun, jenis tanaman dan struktur penyangga perlu disesuaikan dengan kondisi rumah agar tanaman tidak justru mengganggu ventilasi atau menimbulkan masalah kelembapan.
Advertisement
Cara Menempatkan Tanaman agar Lebih Optimal saat Musim Panas
Menambahkan tanaman ke dalam ruangan tidak otomatis membuat suhu seluruh ruangan turun secara signifikan. Efek penyejukan terutama berkaitan dengan transpirasi dan pemberian naungan sehingga kondisi tanaman, ketersediaan air, jumlah tanaman, serta luas area yang ditutupi vegetasi ikut menentukan hasilnya.
Posisi tanaman juga perlu diperhatikan agar manfaatnya tidak mengorbankan kebutuhan tumbuh tanaman itu sendiri. Tanaman yang membutuhkan cahaya terang sebaiknya tetap mendapatkan pencahayaan yang cukup, tetapi dapat dijauhkan dari paparan sinar matahari langsung yang terlalu kuat jika berisiko menyebabkan daun terbakar.
Karena itu, tanaman sebaiknya digunakan sebagai pelengkap, bukan pengganti ventilasi atau pendingin ruangan. Kombinasikan dengan sirkulasi udara yang baik, tirai atau peneduh jendela, serta pengurangan paparan sinar matahari langsung agar rumah terasa lebih nyaman ketika cuaca sedang panas.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Tanaman Penyejuk Ruangan yang Cocok Diletakkan di Rumah saat Musim Panas
Apakah tanaman di dalam rumah benar-benar bisa membuat ruangan lebih sejuk?
Tanaman dapat membantu menciptakan mikroklimat yang lebih nyaman melalui proses transpirasi, yaitu pelepasan uap air dari daun. Namun, efeknya tidak sama dengan AC atau kipas sehingga tetap perlu didukung sirkulasi udara dan perlindungan dari paparan panas matahari.
Tanaman apa yang paling cocok diletakkan di ruangan saat musim panas?
Spider plant, peace lily, Tradescantia, philodendron, dan peperomia dapat menjadi pilihan karena mampu melakukan transpirasi ketika kebutuhan air dan kondisi tumbuhnya terpenuhi. Pemilihannya juga sebaiknya disesuaikan dengan tingkat cahaya dan kelembapan di dalam ruangan.
Apakah semakin banyak tanaman berarti ruangan akan semakin sejuk?
Belum tentu. Jumlah tanaman, luas daun, ketersediaan air, sirkulasi udara, pencahayaan, dan kondisi ruangan turut memengaruhi efek pendinginan sehingga menambah tanaman secara berlebihan tidak otomatis membuat suhu ruangan turun drastis.