8 Cara Mencegah Pakaian Berjamur dan Bau Apek Saat Disimpan di Lemari Agar Baju Kesayangan Awet

Simak cara mencegah pakaian berjamur dan bau apek saat disimpan di lemari dengan menjaga pakaian tetap kering dan ruang penyimpanan tetap terawat.

Bimo Bagas Basworo
Oleh Bimo Bagas Basworo - Reporter
8 Cara Mencegah Pakaian Berjamur dan Bau Apek Saat Disimpan di Lemari Agar Baju Kesayangan Awet
Cara Mencegah Pakaian Berjamur dan Bau Apek Saat Disimpan di Lemari Agar Baju Kesayangan Awet. (Magnific/Magnific)

Pakaian yang disimpan di lemari dapat berubah bau dan ditumbuhi jamur jika kondisi ruang penyimpanan tidak dijaga. Masalah ini sering muncul tanpa disadari, terutama ketika pakaian masih menyimpan air atau lemari jarang dibuka. Memahami cara mencegah pakaian berjamur dan bau apek saat disimpan di lemari membantu menjaga pakaian tetap dapat digunakan.

Kondisi lemari juga berpengaruh pada pakaian yang tersimpan di dalamnya. Ruang yang tertutup dalam waktu lama dapat membuat udara tidak bergerak. Pakaian yang ditumpuk terlalu rapat juga membuat udara sulit masuk ke sela kain. Jika keadaan tersebut berlangsung terus, bau dapat muncul dan jamur berpeluang tumbuh.

Ada beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah tersebut. Berikut ini adalah tujuh cara mencegah pakaian berjamur dan bau apek saat disimpan di lemari yang dapat diterapkan di rumah, dirangkum oleh merdeka.com dari berbagai sumber, Selasa (15/9/2026).

1. Pastikan Pakaian Benar-Benar Kering Sebelum Disimpan

Melipat Pakaian
Pastikan Pakaian Benar-Benar Kering Sebelum Disimpan. (Magnific/Magnific)

Pakaian sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke lemari setelah dicuci. Pastikan seluruh bagian kain sudah kering sebelum dilipat dan disimpan. Bagian yang tebal, seperti kerah, saku, lipatan lengan, dan pinggang celana, perlu diperiksa karena dapat menyimpan air lebih lama dibandingkan bagian kain lainnya.

Pakaian yang masih menyimpan air membuat bagian dalam lemari ikut lembap. Kondisi tersebut dapat memicu munculnya bau dan membuat jamur tumbuh pada kain. Jika pakaian terasa dingin atau masih terasa basah ketika disentuh, lanjutkan proses pengeringan sebelum memasukkannya ke dalam lemari.

Setelah dijemur, pakaian juga dapat diangin-anginkan sebentar sebelum dilipat. Langkah ini dapat dilakukan terutama ketika pakaian dijemur di tempat yang tidak mendapat banyak sinar matahari. Pastikan tidak ada bagian kain yang masih lembap agar pakaian tidak membawa air ke dalam ruang penyimpanan.

2. Jangan Menyimpan Pakaian yang Baru Dipakai

Pakaian yang baru dipakai sebaiknya tidak langsung dilipat dan dimasukkan ke lemari. Keringat dan air dari tubuh dapat tertinggal pada kain meskipun pakaian tidak terlihat basah. Jika langsung disimpan, sisa tersebut dapat membuat pakaian dan ruang di sekitarnya mengalami perubahan bau.

Setelah digunakan, gantung pakaian di tempat yang memiliki aliran udara. Berikan waktu agar kain terkena udara sebelum pakaian dimasukkan ke tempat cucian atau dicuci. Cara ini terutama perlu diterapkan pada pakaian yang dipakai dalam waktu lama atau setelah beraktivitas di luar rumah.

Pakaian yang hanya dipakai sebentar juga perlu diperiksa sebelum disimpan kembali. Jika sudah terkena keringat, makanan, atau air, lebih baik jangan memasukkannya ke lemari. Kebiasaan tersebut membantu mengurangi sumber bau yang dapat berpindah ke pakaian lain.

3. Beri Jarak Antar-Pakaian di Dalam Lemari

Tips Menjaga Pakaian di Lemari Tetap Wangi, Bebas dari Bau Apek Mengganggu
Beri Jarak Antar-Pakaian di Dalam Lemari. (c) Craig Adderley/Pexels.com

Isi lemari yang terlalu penuh membuat udara sulit bergerak. Pakaian yang saling berhimpitan juga membuat bagian kain tertentu tidak mendapat aliran udara. Kondisi ini dapat menjadi salah satu penyebab pakaian mengalami bau saat disimpan dalam waktu lama.

Atur pakaian dengan memberikan sedikit ruang di antara setiap tumpukan atau gantungan. Hindari menekan pakaian hingga memenuhi seluruh bagian lemari. Jika sudah tidak ada ruang, periksa kembali pakaian yang masih digunakan dan pakaian yang sudah jarang dipakai.

Pakaian yang jarang digunakan dapat dipisahkan dari pakaian harian. Cara ini membuat isi lemari lebih mudah diatur sekaligus mengurangi tumpukan. Dengan ruang yang tersedia, udara dapat bergerak lebih baik dan pemeriksaan terhadap pakaian juga menjadi lebih mudah dilakukan.

4. Buka Pintu Lemari Secara Berkala

Lemari yang selalu tertutup membuat udara di dalamnya tidak banyak bergerak. Oleh sebab itu, pintu lemari dapat dibuka secara berkala untuk memberikan kesempatan bagi udara dari luar masuk. Cara ini dapat dilakukan saat membersihkan kamar atau ketika sedang merapikan pakaian.

Saat pintu lemari dibuka, keluarkan beberapa pakaian yang tersimpan terlalu lama. Gantung atau letakkan pakaian di tempat yang memiliki aliran udara. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi kondisi lembap yang mungkin terbentuk selama lemari tertutup.

Tidak perlu membuka lemari dalam waktu lama setiap hari. Yang terpenting, jangan membiarkan ruang penyimpanan selalu tertutup tanpa pernah diperiksa. Kebiasaan membuka dan merapikan isi lemari juga membantu menemukan pakaian yang mulai berubah bau sebelum masalah menyebar.

5. Bersihkan Bagian Dalam Lemari

Bersihkan Bagian Dalam Lemari
Bersihkan Bagian Dalam Lemari. (AI Generated)

Debu yang menumpuk di dalam lemari dapat menempel pada pakaian. Karena itu, bagian dalam lemari perlu dibersihkan secara berkala. Keluarkan seluruh pakaian terlebih dahulu, lalu bersihkan rak, sudut, bagian bawah, dan sisi dalam pintu dari debu.

Setelah dibersihkan, jangan langsung memasukkan pakaian jika permukaan lemari masih basah. Biarkan bagian dalam lemari kering terlebih dahulu. Pembersihan dapat dilakukan menggunakan kain yang tidak meninggalkan banyak air agar proses pengeringan tidak membutuhkan waktu lama.

Periksa pula bagian belakang dan sudut lemari yang jarang terlihat. Jika terdapat noda, perubahan warna, atau tanda jamur, segera bersihkan sesuai bahan lemari. Pakaian yang terkena bagian tersebut juga perlu diperiksa agar jamur tidak berpindah ke kain lain.

6. Jangan Menempelkan Lemari ke Dinding yang Lembap

Posisi lemari juga dapat memengaruhi kondisi pakaian di dalamnya. Jika lemari ditempatkan menempel pada dinding yang mengalami rembesan atau lembap, kondisi tersebut dapat memengaruhi bagian belakang lemari. Udara di sekitar ruang penyimpanan pun dapat menjadi lebih lembap.

Periksa dinding di belakang dan samping lemari secara berkala. Jika terdapat bekas air, cat mengelupas, atau bagian dinding terasa basah, cari sumber masalahnya terlebih dahulu. Memindahkan lemari dapat menjadi langkah sementara jika dinding belum dapat diperbaiki.

Berikan ruang antara lemari dan dinding jika memungkinkan. Jarak tersebut membuat udara dapat bergerak di bagian belakang lemari. Langkah ini juga memudahkan proses pemeriksaan dan pembersihan sehingga masalah pada dinding tidak dibiarkan tanpa diketahui.

7. Gunakan Penyerap Kelembapan di Dalam Lemari

Produk Penyerap Kelembapan
Gunakan Penyerap Kelembapan di Dalam Lemari. (AI Generated)

Penyerap kelembapan dapat ditempatkan di dalam lemari untuk membantu mengurangi air yang terdapat di udara. Pilih produk yang memang dibuat untuk ruang penyimpanan pakaian dan letakkan sesuai petunjuk pemakaian. Jangan menaruhnya di atas pakaian karena cairan yang terkumpul dapat tumpah.

Periksa kondisi penyerap kelembapan secara berkala. Jika wadah sudah penuh atau produk sudah tidak dapat digunakan, segera ganti atau kosongkan sesuai petunjuk. Jangan membiarkan wadah yang sudah penuh tetap berada di dalam lemari.

Jumlah penyerap kelembapan juga perlu disesuaikan dengan ukuran lemari. Untuk lemari yang memiliki beberapa bagian, tempatkan penyerap pada area yang membutuhkan. Cara ini dapat menjadi tambahan dari kebiasaan menjaga pakaian tetap kering dan memberi ruang antar-barang.

8. Pisahkan Pakaian yang Sudah Berbau

Pakaian yang mulai mengeluarkan bau sebaiknya tidak dibiarkan bercampur dengan pakaian lain. Segera keluarkan pakaian tersebut dari lemari dan periksa kondisinya. Jika ada noda atau tanda jamur, pisahkan dari pakaian lain sebelum dilakukan pencucian.

Jangan menutupi bau dengan pewangi lalu mengembalikan pakaian ke lemari. Pewangi hanya mengubah aroma yang tercium dan tidak menyelesaikan sumber masalah. Pakaian tetap perlu dicuci dan dikeringkan sebelum disimpan kembali.

Bagian lemari tempat pakaian tersebut disimpan juga perlu diperiksa. Bersihkan area tersebut dan pastikan tidak ada pakaian lain yang mengalami perubahan bau. Jika sumber masalah berasal dari kondisi lemari, perbaiki bagian tersebut sebelum pakaian dikembalikan.

Pertanyaan Umum tentang Cara Mencegah Pakaian Berjamur dan Bau Apek

Apakah pakaian harus benar-benar kering sebelum dimasukkan ke lemari?

Ya. Pakaian perlu benar-benar kering sebelum disimpan. Kain yang masih menyimpan air dapat membuat ruang penyimpanan menjadi lembap. Periksa bagian yang tebal seperti kerah, saku, lipatan, dan pinggang karena bagian tersebut dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk kering.

Kenapa pakaian di lemari bisa bau apek?

Bau apek dapat muncul ketika pakaian disimpan dalam kondisi lembap dan ruang penyimpanan memiliki sedikit aliran udara. Pakaian yang belum kering, lemari yang terlalu penuh, dan dinding yang lembap juga dapat menjadi sumber masalah.

Bagaimana cara menghilangkan bau apek pada pakaian?

Pisahkan pakaian yang berbau dari pakaian lain, kemudian cuci dan keringkan sebelum disimpan kembali. Periksa pula lemari tempat pakaian tersebut berada. Jika sumber bau berasal dari ruang penyimpanan, bersihkan bagian dalam lemari dan pastikan kondisinya tetap kering.

Apakah pakaian yang baru dipakai boleh langsung dimasukkan ke lemari?

Sebaiknya tidak. Pakaian yang baru dipakai dapat menyimpan keringat dan air dari tubuh meskipun tidak terlihat basah. Gantung atau angin-anginkan pakaian terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke tempat cucian atau menyimpannya kembali.

Apa yang bisa diletakkan di lemari agar pakaian tidak mudah berjamur?

Penyerap kelembapan dapat digunakan untuk membantu mengurangi kelembapan di dalam lemari. Selain itu, jaga agar pakaian tetap kering, jangan memenuhi lemari, bersihkan bagian dalamnya secara berkala, dan buka pintu lemari agar udara dapat bergerak.

Rekomendasi