Pertamina Patra Niaga Minta Maaf dan Percepat Pemulihan Layanan BBM di Makassar

Layanan SPBU di Makassar berangsur normal, Pertamina Patra Niaga tambah jam operasional hingga pasokan BBM demi urai antrean.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Pertamina Patra Niaga Minta Maaf dan Percepat Pemulihan Layanan BBM di Makassar
Pertamina Patra Niaga Minta Maaf dan Percepat Pemulihan Layanan BBM di Makassar

Merespons keluhan serta kesulitan warga terkait antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Makassar, Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Guna memastikan pasokan energi warga terpenuhi, perusahaan bergerak cepat melakukan berbagai langkah pemulihan agar operasional SPBU kembali berjalan optimal.

Sebagai bentuk percepatan penanganan (recovery), Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menerapkannya lewat beberapa strategi di lapangan. Langkah tersebut mencakup penambahan jam operasional SPBU, penebalan stok pasokan BBM, hingga penambahan jumlah operator, nozzle, serta Outlet Satgas Pelayanan BBM untuk mengurai penumpukan antrean.

Tak bergerak sendiri, koordinasi juga diperkuat bersama Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri melalui Satgas Gabungan. Tim gabungan ini turun langsung ke lapangan untuk memantau, mengatur arus antrean, serta memastikan penyaluran BBM berjalan tertib dan tepat sasaran.

Keterbukaan informasi turut menjadi fokus penanganan. Perkembangan terkini mengenai kondisi operasional SPBU di Makassar diinformasikan secara transparan dan berkala melalui akun Instagram resmi @pertaminasulawesi.

"Pertamina Patra Niaga memahami kesulitan dan aspirasi masyarakat. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Berbagai langkah recovery telah kami lakukan dan terus kami perkuat, termasuk bersama Satgas Gabungan di lapangan. Kami melihat kondisi antrean di sejumlah SPBU Makassar saat ini sudah berangsur membaik, dengan layanan yang semakin normal," ujar Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, Selasa (15/9).

Kini, situasi di berbagai SPBU wilayah Makassar dilaporkan mulai berangsur normal dan antrean makin terurai. Pertamina Patra Niaga berkomitmen terus menjaga keandalan pasokan, kesiapan sarana, serta mengevaluasi kualitas pelayanan demi kenyamanan masyarakat. Perusahaan juga menyampaikan apresiasi atas kesabaran dan masukan yang diberikan publik selama proses pemulihan berlangsung.

Bahlil Ungkap Modus Tangki Jumbo di Antrean BBM Makassar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap praktik pelanggaran pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi berkapasitas besar. Temuan ini muncul di tengah antrean panjang yang viral di sejumlah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Ditemukan oleh polisi, sekarang lagi viral, contoh yang di Makassar. Itu ada mobil Fortuner, ada truk, ternyata di belakang itu dibikin tangki ada yang sampai 1 ton, ada yang sampai 700 liter," ungkap Bahlil ditemui di Four Season Hotel, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Ia menduga modus tersebut dipakai untuk tujuan tertentu dan menekankan bahwa BBM subsidi tidak boleh diambil berlebihan oleh pihak yang tidak berhak. "Jadi mereka ngantre itu hanya untuk mengisi itu untuk melakukan tujuan tertentu. Ini kasihanlah, jangan kita begitu untuk rakyat begitu loh. Ini kan subsidinya untuk rakyat kecil," ucapnya.

Bahlil menyebut persoalan di Makassar telah dikoordinasikan bersama pemerintah daerah serta aparat penegak hukum. "Sekarang sudah, alhamdulillah sekarang sudah mulai terurai, tapi kita akan melakukan hal-hal yang penting untuk menjaga agar subsidi tepat sasaran," jelas dia.

Bahlil menjelaskan, persoalan BBM di Makassar berkaitan dengan kendaraan yang sengaja dimodifikasi untuk membeli BBM subsidi dalam jumlah besar. Ia menilai pasokan BBM subsidi seharusnya mencukupi, apalagi terdapat cadangan hingga 20 hari operasi. Di sisi lain, disparitas harga BBM subsidi dan non-subsidi yang melebar mendorong sebagian pengguna beralih ke subsidi.

"Masalahnya sekarang adalah, banyak orang yang awalnya tidak memakai minyak subsidi, BBM subsidi, sekarang shifting ke pindah subsidi. Ini karena harganya melonjak, itulah yang terjadi di sebagian di Makassar," ungkap Bahlil dalam InTechSEA 2026, di Four Season Hotel, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Rekomendasi