'Semoga Arbas Ingat Jalan Pulang ke Rumah'

Lintang tak banyak bersuara. Pandangannya menyatu dengan suara deburan ombak yang menyapu pasir menunggu kakaknya, Arie Basuki.

Wisnoe Moerti
Oleh Wisnoe Moerti - Reporter
'Semoga Arbas Ingat Jalan Pulang ke Rumah'
Lintang Sapto Aji, Adik Arie Basuki

Lintang Sapto Adi tak berhenti memandang birunya lautan dari pesisir pantai Carita, Selasa (15/9/2026). Sudah dua jam Lintang tak beranjak dari tempat duduknya. Sudah lebih dari tujuh hari, Lintang menunggu kepulangan sang kakak, Arie Basuki.

Arie Basuki atau yang akrab disapa Arbas, fotografer merdeka.com hilang kontak bersama 4 jurnalis lain dan tiga awal kapal Arupadatu 1. Lima jurnalis dan tiga awak tersebut berangkat untuk melakukan peliputan erupsi anak Gunung Krakatau pada Senin (7/9/2026). Hingga hari ini, belum ada titik terang keberadaan mereka.

Lintang tak banyak bersuara. Pandangannya menyatu dengan suara deburan ombak yang menyapu pasir. Sosok sang kakak selalu muncul dalam hatinya

"Ikatan batin saya dengan Arie itu kuat," kata Lintang saat berbincang dengan merdeka.com.

Lintang tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Dia tidak tenang. Pikirannya berkecambuk. Isi kepalanya tak berhenti memikirkan keberadaan sang kakak.

Rasa Khawatir Dalam Hati

Lintang Sapto Aji, Adik Arie Basuki
Lintang Sapto Aji, Adik Arie Basuki

Rasa khawatir yang tersimpan jauh dalam hatinya, diutarakan kepada laut. Dia menyampaikan pesannya kepada laut lewat lantunan doa. Doa yang tulus terucap dari seorang adik untuk kakaknya.

Dari pinggir pantai, Lintang menuangkan air dalam botol. Air yang dibawa dari rumahnya di Bogor. Rumah yang menjadi saksi Arie dibesarkan.

"Ya harapannya kalau bawa air dari rumah, Arie bisa pulang ke rumah," harapnya.

"Bismillah dia ingat jalan pulang ke rumah," katanya.

Laut Bukan Tempat untuk Arbas

Lintang Sapto Aji, Adik Arie Basuki
Lintang Sapto Aji, Adik Arie Basuki

Kekhawatiran Lintang tentang kondisi Arbas bukan tanpa alasan. Sebagai adik, dia tahu persis sosok kakaknya. Arbas bukan orang yang cocok dengan lautan. Arbas lebih menyatu dengan gunung dibanding laut.

Selain dikenal sebagai seorang jurnalis foto yang andal di segala peristiwa, Arbas juga dikenal sebagai seorang pendaki. Dia banyak menghabiskan waktu di berbagai gunung. Lintang banyak belajar mendaki gunung dari Arbas.

Lintang tak khawatir jika Arbas hilang kontak di Gunung. Naluri survivalnya tinggi. Dia pasti bisa bertahan hidup berhari-hari. Tapi kali ini berbeda. Arbas ada di tengah lautan lepas yang tak ada ujungnya.

"Laut bukan tempat buat Arbas," ucapnya.

Rekomendasi