Fakta atau Mitos? Benarkah Penderita Asam Urat Harus Menghindari Kacang-Kacangan? Ini Fakta Lengkapnya

Benarkah semua kacang-kacangan meningkatkan asam urat? Temukan fakta dan mitos seputar konsumsi kacang bagi penderita asam urat.

Titah Mranani
Oleh Titah Mranani - Reporter
Fakta atau Mitos? Benarkah Penderita Asam Urat Harus Menghindari Kacang-Kacangan? Ini Fakta Lengkapnya
Fakta atau Mitos? Benarkah Penderita Asam Urat Harus Menghindari Kacang-Kacangan? Ini Fakta Lengkapnya (Merdeka.com)

Banyak yang percaya bahwa penderita asam urat sebaiknya menjauhi kacang-kacangan. Alasannya, kacang dianggap mengandung purin dalam jumlah tinggi yang bisa memicu peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Tapi, apakah anggapan ini benar?

Jika Anda salah satu yang masih ragu, yuk simak penjelasan ilmiah berikut agar tidak salah kaprah dalam memilih makanan!

Purin adalah senyawa alami yang terdapat dalam makanan tertentu dan akan diubah menjadi asam urat dalam tubuh. Jika jumlahnya terlalu banyak, asam urat bisa menumpuk dan membentuk kristal di sendi, menyebabkan penyakit gout atau peradangan sendi.

Namun, fakta menariknya, tidak semua makanan tinggi purin otomatis menyebabkan lonjakan asam urat. Kacang-kacangan, misalnya, sebenarnya memiliki kandungan purin yang relatif rendah dibandingkan makanan lain seperti daging merah atau jeroan.

Sebagai contoh, dalam 28 gram (sekitar satu ons) kacang almond, kandungan purinnya hanya sekitar 10 mg, sementara kacang kenari bahkan lebih rendah, yakni 7 mg purin per ons. Angka ini jauh di bawah kandungan purin dalam daging sapi atau makanan laut yang bisa mencapai 100–400 mg per 100 gram.

Jadi, penderita asam urat sebenarnya tidak perlu takut makan kacang, selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Tak hanya aman, kacang-kacangan juga punya segudang manfaat kesehatan yang bisa mendukung penderita asam urat. Berikut beberapa di antaranya:

1. Sumber Protein Nabati yang Sehat

Bagi penderita asam urat, mengurangi konsumsi protein hewani bisa membantu menurunkan kadar asam urat. Nah, kacang-kacangan bisa menjadi alternatif sumber protein nabati yang lebih aman dibanding daging.

2. Mengurangi Peradangan dalam Tubuh

Kacang kaya akan asam lemak omega-3 yang dikenal memiliki sifat antiinflamasi. Ini bisa membantu mengurangi peradangan di sendi akibat kristal asam urat.

Sebuah studi dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi kacang menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat peradangan.

3. Menyehatkan Jantung dan Metabolisme

Kacang seperti almond dan kenari mengandung lemak sehat, serat, serta antioksidan yang dapat menjaga kesehatan jantung. Ini penting karena penderita asam urat juga memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung.

4. Membantu Mengontrol Berat Badan

Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor risiko utama yang bisa memperparah asam urat. Kacang kaya akan serat dan protein, yang bisa membuat kenyang lebih lama, sehingga mencegah makan berlebihan.

Tidak semua kacang memiliki efek yang sama terhadap kadar asam urat. Berikut adalah beberapa jenis kacang yang tergolong rendah purin dan aman dikonsumsi:

Kacang almond – Sumber vitamin E dan antioksidan yang baik untuk kesehatan sel tubuh. 

Kenari – Mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk jantung dan membantu mengurangi peradangan. 

Kacang mete – Memiliki lemak sehat yang mendukung fungsi otak dan metabolisme. 

Macadamia – Rendah purin, tetapi tetap harus dikonsumsi dalam jumlah terbatas karena tinggi kalori.

Sementara itu, ada beberapa jenis kacang yang perlu dikonsumsi dengan lebih hati-hati, seperti:

Kacang Tanah – meskipun masih tergolong rendah purin (22 mg per ons), sebaiknya dibatasi jumlahnya.

Sebagai pedoman, konsumsi 1 ons kacang per hari sudah cukup untuk mendapatkan manfaatnya tanpa meningkatkan risiko asam urat.

Agar tetap aman bagi penderita asam urat, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan saat mengonsumsi kacang:

1. Jangan Berlebihan

Meskipun sehat, kacang tetap mengandung kalori yang tinggi, sehingga bisa menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi terlalu banyak. Pastikan untuk membatasi konsumsi sekitar 1 ons (28 gram) per hari.

2. Hindari Kacang yang Diproses dengan Garam Berlebihan

Kacang yang dipanggang dengan banyak garam atau minyak berlebih bisa meningkatkan tekanan darah dan risiko inflamasi. Sebaiknya pilih kacang alami tanpa tambahan garam atau gula.

3. Kombinasikan dengan Pola Makan Sehat

Konsumsi kacang sebaiknya tetap diimbangi dengan pola makan sehat yang kaya akan sayur, buah, dan air putih.

Air putih berperan penting dalam membantu mengeluarkan asam urat dari tubuh. Pastikan untuk minum minimal 2–3 liter air per hari agar ginjal bisa bekerja dengan optimal.

4. Konsultasikan dengan Dokter

Setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Jika Anda masih ragu, jangan sungkan untuk konsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai jumlah dan jenis kacang yang aman untuk dikonsumsi.

Jadi, anggapan bahwa penderita asam urat harus menjauhi kacang-kacangan ternyata hanyalah mitos. Faktanya, kacang rendah purin dan bisa menjadi bagian dari diet sehat, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.

Sebagai pengingat, pilihlah kacang yang rendah purin seperti kenari, almond, kacang mete, dan macadamia, serta hindari konsumsi yang berlebihan. Selain itu, tetap jaga pola makan seimbang, minum air yang cukup, dan konsultasikan dengan dokter jika perlu.

Dengan cara ini, penderita asam urat tetap bisa menikmati kelezatan kacang tanpa perlu khawatir akan dampak buruknya!

"Makanan bukan musuh, yang penting tahu batasannya!"

Rekomendasi