Sandiaga tak merasa dicontek Agus-Sylvi soal stadion baru

Sandiaga tak merasa dicontek Agus-Sylvi soal stadion baru. Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno merasa idenya membangun stadion untuk klub kebanggaan Jakarta, Persija tak dicontek oleh pesaingnya Agus-Sylvi. Sandiaga justru menilai pasangan nomor urut 1 itu memiliki pemikiran yang sama dengan pihaknya.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Sandiaga tak merasa dicontek Agus-Sylvi soal stadion baru
Anies-Sandiaga hadiri Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Seribu. ©2016 Merdeka.com/imam buhori

Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno merasa idenya membangun stadion untuk klub kebanggaan Jakarta, Persija tak dicontek oleh pesaingnya Agus-Sylvi. Sandiaga justru menilai pasangan nomor urut 1 itu memiliki pemikiran yang sama dengan pihaknya."Enggak (merasa dicontek AHY). Enggak sama sekali. Mas Agus mungkin pemikirannya sama dengan kita," ujar Sandiaga saat ditemui di Jakarta Timur, Rabu (23/11).Pria yang akrab disapa Bang Sandi ini menilai program AHY sama lantaran berasal dari keluhan masyarakat Jakarta juga."Itu menurut saya hak setiap kandidat dan masyarakat tinggal memilih yang mana yang akan dipilih," ujar Sandi.Sandi menambahkan, pembangunan stadion bertaraf international yang dijanjikannya itu hasil dari penyerapan aspirasi setahun sebelum dirinya ditetapkan sebagai cawagub oleh Partai Gerindra."Stadion kami yang pertama kali membidik juga karena selama 12 bulan lalu itu yang diinginkan oleh warga. Jadi ya hari ini sudah kita launching," ungkap Sandi."Kalau memang mas Agus dan Bu Sylvi juga akan menghadirkan stadion ya alhamdulillah. Itu berarti semakin besar resonansinya," sambung Sandi.Tak hanya soal pembangunan stadion tetapi juga soal program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Politisi Partai Gerindra itu mengklaim pihaknya telah mengembar-gemborkan program tersebut sejak bulan Juni sebelumnya."Itu program bapaknya (AHY), programnya Pak SBY yang memang terbukti berhasil di zaman beliau, 2009, salah satu program yang sampai diakui oleh bank dunia," pungkas Sandi.

Rekomendasi