Jakarta, 01 Oktober – Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Fithra Faisal, baru-baru ini menyoroti peran krusial sumber daya manusia (SDM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, intervensi SDM yang tepat adalah fondasi utama untuk mencapai target ekonomi ambisius Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi daring bertajuk "Sekolah Rakyat, Harapan Anak Negeri" pada Selasa (30/9) di Jakarta.
Fithra Faisal menekankan bahwa produktivitas SDM merupakan salah satu pendorong utama untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Tanpa SDM yang mumpuni, masuknya investasi asing berpotensi tidak memberikan dampak optimal bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu, peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.
Pemerintah sendiri telah menginisiasi berbagai program untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Inisiatif seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah wujud komitmen tersebut. Program-program ini dirancang untuk memastikan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan peluang ekonomi yang ada.
Advertisement
Advertisement
SDM Unggul sebagai Pilar Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Fithra Faisal menjelaskan bahwa SDM unggul adalah pilar vital dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ia mengacu pada teori fungsi produksi Cobb-Douglas yang menyoroti modal dan tenaga kerja sebagai dua kontributor utama. Dalam konteks ini, kualitas SDM memegang peranan krusial untuk memastikan keberlanjutan dan inklusivitas pertumbuhan ekonomi.
Menurut Fithra, jika investasi asing langsung (FDI) masuk ke Indonesia, masyarakat lokal harus memiliki kemampuan untuk menyerap dan memanfaatkannya. "Ketika investasi asing masuk, manusianya tidak terpinggirkan tapi bisa memanfaatkan itu, sehingga pada akhirnya dengan SDM yang unggul, kita mampu meningkatkan daya dorong ekonomi kita," ujarnya.
Ketersediaan SDM yang berkualitas akan memastikan bahwa manfaat investasi tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang. Sebaliknya, hal ini akan menciptakan efek berantai yang positif. SDM yang mumpuni akan mampu mengisi kebutuhan industri dan mendorong inovasi, sehingga mempercepat laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Daya Serap SDM Lokal dan Dampaknya
Meskipun pemerintah memiliki target ambisius dalam misi Asta Cita untuk menopang pertumbuhan ekonomi melalui industrialisasi dan investasi asing langsung (FDI), ada tantangan besar yang harus diatasi. Fithra Faisal mengingatkan bahwa tanpa daya serap pekerja yang memadai, SDM dalam negeri berisiko hanya menjadi penonton di tengah geliat ekonomi. Kondisi ini dapat menghambat pemerataan kesejahteraan.
Fithra memberikan contoh kasus Maluku, yang mencatat pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 20 persen pada triwulan II-2025. Angka ini jauh lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang hanya 5 persen. Namun, sayangnya, angka kemiskinan di Maluku tidak menunjukkan perbaikan signifikan. Ini mengindikasikan adanya masalah fundamental dalam daya serap SDM lokal.
"Ini jauh lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang hanya 5 persen, tapi orang-orang di sana masih tetap miskin. Artinya, lacking of absorptive capacity," kata Fithra. Fenomena ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu otomatis berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat jika kualitas SDM tidak mampu mengimbangi kebutuhan industri dan investasi yang masuk.
Advertisement
Minimnya daya serap SDM lokal berarti peluang kerja dan pengembangan yang muncul dari investasi tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penduduk setempat. Akibatnya, kesenjangan ekonomi tetap ada, bahkan mungkin melebar. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi sangat mendesak untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Advertisement
Inisiatif Pemerintah dalam Membangun SDM Unggul
Menyadari pentingnya kualitas SDM, pemerintah terus gencar mendorong berbagai program peningkatan kemampuan individu. Fithra Faisal menjelaskan bahwa individu dengan kemampuan yang tidak mumpuni akan kesulitan memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang. Hal ini menjadi alasan kuat di balik berbagai inisiatif pemerintah untuk menciptakan SDM unggul.
Program-program seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah beberapa contoh konkret dari upaya pemerintah. Inisiatif ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan. Tujuannya adalah agar mereka dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi dan tidak terpinggirkan oleh kemajuan industri.
Fithra berharap agar kualitas SDM di Indonesia dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Peningkatan ini harus selaras dengan kebutuhan industri agar tercipta kesesuaian antara pasokan tenaga kerja dan permintaan pasar. Dengan demikian, SDM lokal akan menjadi aset berharga yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews