Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), telah mensosialisasikan Sekolah Terintegrasi Merah Putih kepada masyarakat dan calon murid di Pulau Rempang. Pulau Rempang sendiri merupakan lokasi pembangunan sekolah tersebut yang strategis. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya BP Batam untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah hinterland.
Kegiatan sosialisasi ini dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional serta menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa tujuan utama adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai sekolah ini. Pembangunan sekolah ini diharapkan segera dimulai untuk mendukung masa depan pendidikan.
Dihadiri oleh ratusan anak asli Rempang dan Galang, Amsakar Achmad menekankan pentingnya motivasi dan semangat bagi mereka. Anak-anak ini diharapkan dapat menjadi pengawal kemajuan Kota Batam di masa depan. Sekolah Terintegrasi Merah Putih ini akan mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA dalam satu kompleks.
Advertisement
Advertisement
Visi dan Fasilitas Sekolah Terintegrasi Merah Putih
Sekolah Terintegrasi Merah Putih ini akan berdiri di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare. Tujuan utamanya adalah memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan gratis. Pendidikan ini akan diberikan secara khusus kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera di wilayah tersebut.
Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa sekolah ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern. Salah satu fasilitas penting adalah asrama, sehingga murid akan memiliki tempat tinggal di area sekolah. Ini akan memudahkan akses pendidikan bagi mereka yang tinggal jauh.
Selain asrama, sekolah ini juga akan memiliki area olahraga yang komprehensif, meliputi lapangan sepak bola, lapangan basket, dan kolam renang. Fasilitas pendukung lainnya termasuk perpustakaan yang lengkap serta fasilitas ibadah seperti masjid dan gereja. Semua fasilitas ini dirancang untuk mendukung perkembangan holistik para siswa.
Advertisement
Advertisement
Tahapan Pembangunan dan Komitmen BP Batam
BP Batam memastikan bahwa seluruh tahapan pembangunan Sekolah Merah Putih Rempang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk memastikan pembangunan dapat terlaksana tanpa mengalami hambatan signifikan. Proses perizinan saat ini sedang dalam tahap penyelesaian.
Proses perizinan yang tengah berlangsung meliputi penyelesaian Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Semua perizinan ini merupakan langkah krusial sebelum dimulainya konstruksi fisik.
Setelah seluruh proses perizinan selesai, pembangunan fisik akan dilaksanakan secara bertahap dengan target penyelesaian pada tahun 2028. Amsakar Achmad menegaskan, “Kami tidak ingin pembangunan dimulai tanpa seluruh aspek hukum dan teknis dipastikan selesai.” Ini menunjukkan komitmen BP Batam terhadap kepatuhan regulasi.
Advertisement
Amsakar menambahkan, “Dengan begitu pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan mematuhi regulasi yang ada. Karena sekolah ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan generasi Batam dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa mendatang.” Pernyataan ini menggarisbawahi visi jangka panjang proyek tersebut.
Advertisement
Pendidikan Vokasi dan Peningkatan Daya Saing
Pendidikan vokasi akan menjadi bekal utama dalam proses belajar-mengajar di Sekolah Terintegrasi Merah Putih. Kurikulum ini dirancang untuk meningkatkan daya saing siswa di era kemajuan ilmu dan teknologi yang pesat. Tujuannya adalah mempersiapkan lulusan yang siap kerja dan inovatif.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan bahwa pemerintah memiliki keinginan kuat agar anak-anak dari keluarga prasejahtera juga mendapatkan pendidikan yang layak. Hal ini penting untuk membekali mereka dengan keterampilan yang mumpuni. Dengan demikian, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan kompetensi di dunia kerja.
Sumber: AntaraNews
Advertisement