Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, secara ambisius menargetkan wilayahnya sebagai pusat kendaraan listrik (EV) di Asia Tenggara. Inisiatif ini bukan sekadar menghadirkan pabrik, melainkan membangun ekosistem industri yang terintegrasi secara menyeluruh. Ekosistem ini mencakup produksi baterai, komponen, pusat logistik, hingga infrastruktur pengisian daya yang komprehensif.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengungkapkan bahwa kehadiran investasi perusahaan teknologi dari Vietnam menjadi momentum strategis. Peluang ini harus dimanfaatkan lebih luas untuk menciptakan nilai ekonomi yang maksimal. Pembangunan ekosistem terintegrasi diharapkan mampu menghubungkan seluruh sektor terkait, dari energi hijau hingga pusat riset dan inovasi.
Visi pembangunan ini sejalan dengan transformasi BP Batam dalam memperkuat Batam sebagai kawasan investasi unggulan. Fokusnya adalah memberikan kepastian regulasi, kemudahan berusaha, serta pelayanan yang cepat dan responsif. Dengan demikian, Batam diharapkan menjadi daya tarik utama bagi investor global di sektor kendaraan listrik.
Advertisement
Advertisement
Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi di Batam
BP Batam tidak hanya berambisi menarik investasi untuk pabrik kendaraan listrik semata, tetapi juga membangun ekosistem yang holistik. Fary Djemy Francis menekankan pentingnya integrasi industri baterai, komponen, dan pusat logistik. Selain itu, pengembangan pusat data, energi hijau, infrastruktur pengisian daya, serta pusat riset dan inovasi juga menjadi prioritas utama.
Menurut Fary, nilai ekonomi terbesar akan tercipta ketika seluruh sektor ini saling terhubung dan mendukung satu sama lain. Pendekatan ini merupakan bagian dari transformasi BP Batam untuk menjadikan Batam kawasan investasi yang kompetitif. Tujuannya adalah memastikan kepastian regulasi, kemudahan berusaha, dan pelayanan yang efisien bagi para investor.
Inisiatif ini juga mencakup pembangunan Global Investment Ecosystem yang mengintegrasikan berbagai aspek penting. Aspek tersebut meliputi kepastian lahan, ketersediaan energi dan air, pelabuhan modern, Bandara Hang Nadim, kawasan industri, pusat data, konektivitas digital, sumber daya manusia unggul, serta tata kelola yang transparan dan responsif.
Advertisement
Advertisement
Strategi BP Batam Menarik Investasi Global
Batam memiliki posisi geografis yang sangat strategis di jalur perdagangan internasional. Didukung oleh statusnya sebagai free trade zone (FTZ) dan kedekatannya dengan Singapura serta Malaysia, Batam memiliki potensi besar. Potensi ini menjadikannya simpul investasi baru bagi perusahaan global, termasuk dari Vietnam.
Fary menjelaskan bahwa strategi ini diperkuat melalui kegiatan benchmarking delegasi BP Batam ke Vietnam. Kunjungan ini bukan sekadar pembelajaran, melainkan bagian dari upaya mempercepat transformasi Batam. Tujuannya adalah mengubah Batam dari kawasan industri konvensional menjadi ekosistem investasi kelas dunia.
Persaingan investasi global telah mengalami perubahan signifikan. Investor kini tidak hanya mencari lahan atau insentif, melainkan ekosistem yang menawarkan kepastian, kecepatan, keberlanjutan, dan peluang untuk terus berkembang. "Itulah arah baru Batam," tegas Fary.
Advertisement
Advertisement
Pembelajaran dari Keberhasilan VinGroup dan Peran VinFast
Keberhasilan VinGroup sebagai salah satu perusahaan terbesar di Asia Tenggara menunjukkan bahwa daya saing kawasan tidak lagi hanya ditentukan oleh luas kawasan industri atau besarnya insentif investasi. Sebaliknya, kemampuan membangun ekosistem yang saling terintegrasi menjadi kunci utama. "VinGroup tidak sekadar membangun proyek. Mereka membangun ekosistem," kata Fary.
Fary menambahkan, ketika kawasan, industri, pendidikan, kesehatan, teknologi, dan mobilitas saling terhubung, investasi akan terus menciptakan nilai baru. Melalui anak perusahaannya, VinFast, VinGroup kini mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Ini mencakup fasilitas produksi, jaringan distribusi, hingga infrastruktur pengisian daya.
Bersama V-GREEN dan mitranya, VinFast menargetkan pembangunan sekitar 63.000 titik pengisian kendaraan listrik di Indonesia. Investasi yang digelontorkan sekitar 300 juta dolar AS, termasuk rencana pengembangannya di Batam. Inisiatif ini menunjukkan komitmen serius dalam mendukung transisi menuju mobilitas listrik di kawasan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews