PDI Perjuangan tengah membangun strategi untuk meraup kantong suara di wilayah Jawa Timur. Strategi tersebut yakni dengan mempererat soliditas dan bergerak ke bawah menyerap aspirasi masyarakat.
"Patokan itu di PDIP adalah bagaimana kita tetap solid bergerak ke bawah bersama rakyat dan betul-betul rakyat itu tetap bersama PDIP," kata Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Junimart Girsang saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1).
Selain itu, PDIP juga melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh di Jawa Timur. Termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
"Semua tokoh-tokoh kita ajak komunikasi. Bukan hanya kepala daerah, tokoh desa, tokoh dusun bahkan," ujarnya.
"PDIP berkomunikasi dengan semua pemimpin di negara ini. Baik itu lurah, semua sampai wali kota, gubernur," imbuh Junimart.
Advertisement
Sebelumnya, Peneliti SMRC, Saidiman Ahmad mengakui apabila Khofifah bisa jadi penentu kemenangan di Pemilu 2024. Oleh sebab itu, Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo ingin sekali meminang Khofifah.
"Ya, saya kira itu alasannya. Selain itu, Jawa Timur juga menjadi representasi kelompok Islam NU yang cukup besar," kata Saidiman saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (21/1).
Sekedar informasi, Khofifah adalah ketua Muslimat NU. Diperkirakan anggota Muslimat NU mencapai 32 juta anggota di seluruh Indonesia.
Saidiman menjelaskan, provinsi Jawa Timur sangat penting dalam pemilihan presiden. Dalam dua kali pemilihan presiden sebelumnya, Jatim selalu menjadi penentu kemenangan.
"Ada kecenderungan Jawa Barat lebih dominan pemilih Prabowo dan Anies, sementara Jawa Tengah adalah basis Ganjar. Jawa Timur menjadi penentu," tegas dia.