Waketum Demokrat Duga Penundaan Pemilu untuk Jegal Anies jadi Presiden

Ketika dihubungi, Benny mengatakan isu penundaan pemilu semakin terang. Apalagi belakangan disuarakan oleh Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Waketum Demokrat Duga Penundaan Pemilu untuk Jegal Anies jadi Presiden
Anies Baswedan di Sulawesi Selatan. ©2022 Merdeka.com

Wakil Ketua Umum Demokrat Benny K Harman menyebut isu penundaan pemilu makin menjadi. Ia duga karena pihak kekuasaan khawatir Anies Baswedan menjadi presiden. Benny menyebut dukungan Anies semakin deras.

"Mengapa makin kencang usul tunda Pemilu? ke-1, karena kekuasaan cemas Anies jadi presiden yang kini dukungan rakyat untuknya seperti banjir bandang," ujar Benny melalui akun twitter pribadinya, dilihat pada Selasa (13/12).

Ketika dihubungi, Benny mengatakan isu penundaan pemilu semakin terang. Apalagi belakangan disuarakan oleh Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

"Itu kan sudah diomongin sama ketua MPR sama ketua DPD yakan berarti itu bukan kabar angin," ujarnya.

Lebih lanjut, dalam cuitannya Benny bilang pihak kekuasaan takut Anies Baswedan menjadi presiden karena khawatir kasus korupsi dibongkar.

"Ke-2, kalo Anies presiden korupsi kekuasaan akan dibongkar. Apakah tunda Pemilu berhasil?Awas rakyat murka.Menakutkan! #RakyatMonitor," ujar Benny.

Sebelumnya, Ketua MPR Bambang Soesatyo atau biasa disapa Bamsoet meminta agar momentum penyelenggaraan Pemilu serentak 2024 yang akan dilaksanakan pada 14 Febuari 2024 diperhitungkan kembali. Apakah, momentum tersebut tepat atau tidak jika diselenggarakan.

"Kita akan dihadapkan dengan penyelenggaraan nasional pemilu, tentu kita juga musti menghitung kembali, karena kita tahu bahwa pemilu sering memanaskan suhu nasional baik menjelang, selama, hingga pasca pemilu. Ini harus dihitung apakah momentumnya tepat?," katanya dalam paparannya di Survei Poltracking Indonesia secara virtual, Rabu (8/12).

Rekomendasi