Belum pilih Ahok, PDIP takut hanya jadi koleksi seperti 1 juta KTP

Masinton mengungkapkan, seharusnya Ahok dari awal konsisten saja mendaftar independen, bukan memilih parpol.

Muchlisa Choiriah
Oleh Muchlisa Choiriah - Reporter
Belum pilih Ahok, PDIP takut hanya jadi koleksi seperti 1 juta KTP
Golkar resmi dukung Ahok. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Partai PDI Perjuangan menyatakan hingga kini belum mengusung siapapun sebagai calon gubernur DKI tahun 2017, termasuk Ahok. Partai banteng ini takut nasibnya sama dengan Teman Ahok yang seolah hanya dijadikan koleksi oleh Ahok. "Ini 1 juta KTP sudah terkumpul, dikoleksi tapi tak digunakan. 3 Partai juga sudah mengusung, dikoleksi tapi tak digunakan. Apa nunggu PDIP? Kami takut nanti PDIP juga cuma dikoleksi saja," kata politikus PDIP Masinton Pasaribu dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7).Masinton mengungkapkan, seharusnya Ahok dari awal konsisten saja mendaftar independen, bukan memilih partai politik. Kalau seperti ini, maka dipertanyakan nasib KTP tersebut selanjutnya diapakan."Ada dia perorangan dengan KTP 1 Juta sudah daftar jalur independen atau jalur politik tapi belum daftar. Karena apapun kalau mau maju, maju saya, tidak perlu mengubah syarat," ujarnya."Kami PDIP memastikan fungsi parpol memberikan pengertian, sampai sekarang kami menyerap keinginan rakyat dalam pengambilan keputusan nantinya. Kami takut nanti PDIP juga cuma dikoleksi saja," tambahnya.Karena bagi PDIP, lanjut Masinton, siapapun yang dipilih nantinya bukan soal menang kalah, namun bagaimana parpol menampakkan prinsip partainya dengan dan kepada rakyat."Ada 3 partai sudah menyatakan dukung, bagi PDIP penting apapun partai politik miniatur negara. Nah saya juga heran, sudah ada partai harusnya partai yang menentukan. Nah ini calonnya sendiri masih cari partai lain, nah kita bisa-bisa hanya koleksi. Maka kami tetap hati-hati karena apapun bagi kami prinsip berdemokrasi lebih penting," jelasnya.Disinggung apakah akhirnya PDIP tetap mendukung Ahok, Masinton mengaku masih jauh. "Belanda masih jauh," tutupnya.

Rekomendasi