Pembangunan gedung baru DPR hanya museum, perpustakaan & pusat riset

Untuk ruang anggota, hanya akan diperlebar sedikit untuk menampung ruang tenaga ahli yang sudah melampaui batas.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika- Reporter
Pembangunan gedung baru DPR hanya museum, perpustakaan & pusat riset
Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menegaskan pembangunan gedung baru hanya diperuntukkan buat museum, perpustakaan, pusat riset dan tidak akan ditempati oleh anggota DPR. Untuk ruang anggota, kata dia, hanya akan diperlebar sedikit untuk menampung ruang tenaga ahli yang sudah melampaui batas maksimum. "Saya sampaikan bahwa yang diajukan pembangunan museum dan perpustakaan serta research center, di dalamnya ada tenaga ahli, jadi mungkin ada yang di situ," kata Agus di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (27/4). Sementara, untuk mengakomodir ruangan bagi para anggota dan tenaga ahlinya, lanjut Agus, DPR berencana akan menggunakan gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) karena letaknya berdekatan dengan Kompleks Parlemen. Nantinya, jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi lampu hijau maka gedung Kemenpora akan dijadikan tempat bagi Dewan Perwakilan Daerah (DPD). "Jadi gedung DPD buat anggota dewan yang masih kekurangan," katanya. Ketika dikonfirmasi apakah benar pembangunan gedung baru tersebut sudah mendapatkan persetujuan oleh Jokowi seperti yang diutarakan oleh Ketua DPR Setya Novanto, Agus mengatakan bahwa pembicaraan dengan Presiden belum bersifat resmi. Untuk menegaskan persetujuan dari Jokowi, Waketum Partai Demokrat ini mengaku akan melakukan pertemuan untuk meminta persetujuan secara resmi dari Presiden. "Ini pembicaraan antara pimpinan dewan dan Jokowi sendiri, ini pembicaraan belum resmi, kalau sudah resmi kita laksanakan rapat intern untuk sampaikan Jokowi secara keseluruhan," tuturnya.

Rekomendasi