Harga Emas Naik Tersengat Pelemahan Dolar AS

Harga emas naik lebih dari 1% dipicu pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi, sementara inflasi AS tercatat lebih tinggi dari ekspektasi.

Agustina Melani
Oleh Agustina Melani- Reporter
Harga Emas Naik Tersengat Pelemahan Dolar AS
<p>Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)</p>

Harga emas naik lebih dari 1% pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026 (Jumat pagi Jakarta). Kenaikan ini dipicu oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, sementara harapan kenaikan suku bunga oleh the Federal Reserve tetap rendah meski inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan.

Mengutip CNBC, Jumat (16/10/2026), harga emas di pasar spot naik 1,3% menjadi US$ 4.156,52 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah dalam satu minggu pada sesi sebelumnya. Harga emas AS untuk pengiriman Desember 2026 naik 1,7% menjadi US$ 4.117,80 per ons.

Dolar AS melemah 0,5%, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di level terendah dalam tiga minggu.

"Menurut saya, pasar sebagian besar telah mengantisipasi angka Indeks Harga Produsen (PPI) yang tinggi, menyusul data Indeks Harga Konsumen (CPI) kemarin yang juga lebih tinggi dari ekspektasi," ujar Wakil Presiden Zaner Metals, Peter Grant.

"Pasar mulai menyadari bahwa Federal Reserve berada dalam posisi yang cukup terbatas karena kondisi fiskal, dan menaikkan suku bunga lebih tinggi lagi akan menjadi beban yang cukup berat bagi perekonomian,” ia menambahkan.

Suku bunga yang lebih tinggi membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik.

Harga produsen di AS mencatat kenaikan terbesar dalam 4,5 tahun pada September, dipicu oleh meningkatnya biaya barang dan jasa. Hal ini menjadi indikasi bahwa inflasi telah meluas melampaui sektor produk energi.

Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menyusut

Data PPI itu mengikuti laporan CPI pada Rabu, yang menunjukkan percepatan inflasi pada September akibat lonjakan harga bensin.

Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, dan Wakil Ketua Bidang Pengawasan, Michelle Bowman, menyatakan bahwa kenaikan suku bunga dalam waktu dekat mungkin belum diperlukan, yang meredam ekspektasi pasar akan langkah pengetatan pada Oktober.

Berdasarkan perangkat FedWatch dari CME, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga bulan ini berada di kisaran 30%.

Para investor juga menantikan komentar dari pejabat The Fed, Kevin Warsh, dalam pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) pada pukul 23.30 waktu ET untuk mencari petunjuk menjelang pertemuan The Fed bulan ini.

Di antara logam-logam lainnya, harga perak di pasar spot naik 2,1% menjadi US$ 56,78 per ons, platinum naik 0,6% menjadi US$ 1.616,54 per ons, dan paladium naik 3,4% menjadi US$ 1.131,25 per ons.

Rekomendasi