Media tanam terbaik wajib dipilih saat sebelum berkebun di rumah, salah satunya pandan. Tanaman yang kerap dimanfaatkan sebagai bahan masakan ini bisa ditanam di pot maupun pekarangan, dengan perawatan yang terbilang mudah.
Media tanam sendiri berperan dalam mendukung pertumbuhan tanaman sejak fase awal penyemaian. Untuk tanaman pandan, campuran bahan tanam perlu diperhatikan agar akar memperoleh air dan udara yang cukup serta mendapatkan unsur hara dari bahan organik.
Bagi Anda yang saat ini sedang mencari media tanam, berikut Merdeka.com hadirkan 5 pilihan yang bisa dipertimbangkan, Jumat (16/10).
Advertisement
1. Tanah Kebun sebagai Media Tanam Utama
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484592/original/073712100_1769475428-Media_Tanam.jpg)
Tanah kebun bisa digunakan sebagai bahan utama untuk menanam pandan di pot. Bahan ini menjadi tempat akar tumbuh sekaligus membantu tanaman memperoleh air dan unsur hara yang tersedia di dalam tanah. Ambil tanah dari area yang tidak tercemar limbah rumah tangga atau bahan kimia.
Sebelum digunakan, singkirkan batu, sampah, akar gulma, dan benda lain yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman. Pastikan tanah tidak berasal dari area yang tergenang dalam waktu lama karena kondisi tersebut bisa membuat akar kekurangan udara.
Tanah kebun juga bisa dicampur dengan bahan lain untuk membantu mengatur kelembapan. Jika tanah mudah memadat setelah disiram, tambahkan sekam bakar atau bahan organik agar air bisa mengalir dan akar memperoleh udara.
Advertisement
2. Kompos untuk Menambah Unsur Hara
Kompos berasal dari penguraian bahan organik, seperti daun kering dan sisa sayuran. Bahan ini bisa dicampurkan ke tanah sebagai sumber unsur hara yang mendukung pertumbuhan pandan. Gunakan kompos yang sudah matang agar proses penguraiannya tidak mengganggu akar tanaman.
Untuk membuat media tanam, campurkan kompos dengan tanah kebun. Kompos tidak harus digunakan sebagai bahan tunggal karena kebutuhan tanaman juga mencakup tempat tumbuh bagi akar dan ruang untuk aliran air.
Jika membuat kompos sendiri, pastikan bahan sudah terurai dan tidak lagi menyerupai sampah segar. Hindari memasukkan sisa makanan berminyak atau bercampur bahan pembersih. Dengan pengolahan yang tepat, kompos bisa dimanfaatkan untuk berkebun sekaligus mengurangi sampah organik rumah tangga.
Advertisement
3. Sekam Bakar untuk Membantu Aliran Air
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474116/original/072732500_1768466658-pandan_1.jpg)
Sekam bakar merupakan hasil pengolahan kulit padi yang bisa dimanfaatkan sebagai campuran media tanam. Bahan ini membantu menyediakan ruang di antara partikel tanah sehingga air tidak mudah menggenang ketika tanaman disiram.
Untuk menanam pandan, sekam bakar dapat dicampurkan dengan tanah dan kompos. Perpaduan tersebut membantu menjaga keseimbangan antara kelembapan dan aliran air di sekitar akar. Gunakan sekam bakar yang bersih dan tidak tercampur sampah atau bahan lain.
Perhatikan kondisi media setelah penyiraman. Jika air mengalir terlalu cepat dan tanah segera mengering, jumlah sekam bakar mungkin perlu dikurangi. Sebaliknya, apabila air menggenang, periksa lubang drainase pot dan sesuaikan campuran bahan tanam yang digunakan.
Advertisement
4. Cocopeat untuk Menjaga Kelembapan
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500663/original/041621300_1770872885-cocopeat.jpg)
Cocopeat merupakan bahan yang berasal dari serbuk sabut kelapa. Bahan ini bisa digunakan untuk membantu mempertahankan air di dalam media tanam. Sifat tersebut sesuai untuk pandan yang memerlukan kelembapan tanah agar bisa tumbuh dan membentuk daun.
Cocopeat dapat dicampurkan dengan tanah kebun dan kompos. Hindari menggunakan cocopeat secara berlebihan tanpa memperhatikan aliran air karena media yang terlalu lama menyimpan air dapat mengganggu kondisi akar. Pilih bahan yang sudah diproses untuk keperluan berkebun.
Sebelum digunakan, cocopeat bisa dibasahi terlebih dahulu agar mudah tercampur dengan bahan lain. Setelah pandan ditanam, periksa kelembapan tanah secara berkala. Siram ketika bagian atas media mulai mengering, bukan semata-mata mengikuti jadwal yang sama setiap hari.
Advertisement
5. Pasir untuk Membantu Drainase
Pasir dapat digunakan sebagai bahan campuran media tanam untuk membantu memperbaiki aliran air, terutama ketika tanah yang tersedia mudah memadat. Namun, pasir sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya media karena tanaman tetap membutuhkan bahan yang mampu menyediakan unsur hara dan menjaga kelembapan.
Pilih pasir yang bersih dan campurkan secukupnya dengan tanah serta kompos. Hindari pasir pantai yang mengandung garam karena kandungan tersebut berisiko mengganggu pertumbuhan tanaman. Perhatikan pula tekstur campuran agar media tidak terlalu padat setelah disiram.
Selain menentukan bahan, gunakan pot yang memiliki lubang pembuangan air. Periksa kondisi tanah setelah penyiraman untuk mengetahui apakah air mengalir dengan baik. Dengan memperhatikan komposisi media, kelembapan, dan drainase, pandan bisa dirawat di rumah tanpa memerlukan banyak peralatan.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Media Tanam Terbaik untuk Membuat Pandan Tumbuh Subur
1. Apa media tanam yang cocok untuk tanaman pandan?
Tanah kebun yang dicampur kompos dan sekam bakar bisa digunakan untuk menanam pandan. Komposisi perlu disesuaikan dengan kemampuan media menahan air dan mengalirkannya.
2. Apakah pandan bisa ditanam di dalam pot?
Ya, pandan bisa ditanam di dalam pot. Pilih pot dengan lubang drainase dan ukuran yang memberi ruang bagi akar untuk tumbuh.
3. Apakah tanaman pandan membutuhkan banyak air?
Pandan memerlukan kelembapan tanah, tetapi bukan berarti media harus selalu tergenang. Siram saat bagian atas tanah mulai mengering dan periksa aliran air di pot.
4. Apakah sekam bakar bisa digunakan untuk menanam pandan?
Bisa. Sekam bakar dapat dicampurkan dengan tanah dan kompos untuk membantu aliran air serta menyediakan ruang udara di dalam media tanam.
5. Bagaimana cara merawat pandan agar tumbuh dengan baik?
Gunakan media tanam yang sesuai, siram berdasarkan kondisi tanah, letakkan tanaman di tempat yang memperoleh cahaya matahari, dan berikan kompos secara berkala sesuai kebutuhan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9362197/original/008535600_1790761071-Pangkas_pandan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374982/original/036553300_1792118190-818990df-6360-40d4-a7ec-f0324eb4ac2f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374543/original/003661300_1792054884-Cara_Merawat_Dried_Flower_Agar_Awet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374488/original/003124800_1792052828-Bayam_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374342/original/089535500_1792047366-eed0e6f0-a27e-4f7f-ba4b-96a8bacf3753.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3995565/original/027628900_1649927038-pexels-kevin-malik-9031960.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9369436/original/060524200_1791523184-3.jpg)