IHSG Anjlok 11,06% ke 5.215 Setelah Trading Halt BEI

IHSG turun 11,06% ke 5.215 pada 09.37 WIB setelah trading halt. Seluruh sektor dan LQ45 terpukul; BEI hentikan sementara perdagangan.

Agustina Melani
Oleh Agustina Melani- Reporter
IHSG Anjlok 11,06% ke 5.215 Setelah Trading Halt BEI
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tertekan setelah pencabutan pembekuan perdagangan pada Jumat pagi (16/10/2027). Mengutip data RTI pada pukul 09.37 WIB, IHSG tercatat turun 11,06% menjadi 5.215, sementara indeks LQ45 merosot 12,55% dan seluruh indeks acuan menunjukkan tekanan jual.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara sistem perdagangan pada pukul 08.58 waktu Jakarta menggunakan Automated Trading System (JATS). Perdagangan dilanjutkan kembali pada pukul 09.28 JATS dengan jadwal perdagangan yang tidak berubah.

"Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%," ujar PH Sekretaris Perusahaan BEI, Valentina Simon.

Pergerakan intraday menunjukkan level tertinggi IHSG berada di 5.404,50 dan level terendah di 5.196,22. Sebanyak 684 saham melemah, 18 saham menguat, dan 25 saham tidak bergerak. Total frekuensi perdagangan tercatat 277.279 kali dengan volume 9,3 miliar saham dan nilai transaksi harian mencapai Rp 3,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah tercatat di 18.053.

Tekanan pasar terlihat merata di seluruh sektor. Sektor energi menyusut 12,18% dan sektor infrastruktur melemah 12,81%. Sektor basic turun 13,49%, sektor industri susut 10,88%, dan sektor teknologi tergelincir 9,68%.

Sektor consumer nonsiklikal turun 9,36% dan consumer siklikal anjlok 9,78%. Sektor properti merosot 8,55%, transportasi turun 7,39%, kesehatan terpangkas 6,78%, serta sektor keuangan melemah 6,72%.

BEI menyatakan langkah pembekuan sementara dilakukan sebagai upaya menjaga perdagangan agar tetap teratur, wajar, dan efisien sesuai Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-0002/BEI/04-2025.

Rekomendasi