Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengaku bangga karena Aburizal Bakrie melirik Sekjen partainya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas sebagai pendamping untuk Pemilu presiden 2014. Meski tidak secara pasti mengatakan alasan kebanggaannya, Nurhayati menilai langkah Ical, sapaan Aburizal cerdas, dengan wacana menggandeng Ibas."Tentu sebagai politisi kalau mau menang ya harus cerdas, karena selama ini elektabilitas pak Ical kan belum terlalu tinggi, itu salah satu upaya pak Ical," kata Nurhayati kepada wartawan di gedung Parlemen Jakarta, Senin (2/7).Nurhayati juga tidak menganggap wacana Ical menggandeng Ibas sebagai bentuk penantangan ketua umum Partai Golkar itu kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mengingat SBY dalam beberapa kesempatan sebelumnya, melarang keluarganya tampil sebagai capres atau cawapres.Sedangkan menurut Ketua DPP Bidang Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul menilai wacana Ical, sebagai manuver politik praktisnya untuk meningkatkan elektabilitas."Golkar jago politik praktis, sebelumnya Pramono Edhie juga diwacanakan. Bahkan Mahfud MD juga masuk dalam wacana Ical. Ini perang syaraf, hanya berebut simpati," kata Ruhut kepada wartawan.Bahkan Ketua DPP Partai Demokrat, I Gede Pasek tidak menyalahkan Ical berwacana menjadikan Ibas sebagai cawapres pendampingnya. Diakuinya, tidak menutup kemungkinan duel Partai Golkar dengan PD kembali terjadi seperti Pilpres 2004."Semua tidak menutup kemungkinan, ini kompetisi politik yang menarik, produktif, jadi harus saling mendukung. Pak Anas datang berikan selamat untuk Ical," terangnya.Meski Ical berwacana meminang Ibas, namun Pasek menegaskan keputusan terakhir berada pada majelis tinggi Partai Demokrat. "Nanti majelis tinggi yang ambil keputusan," pungkas Pasek.
Demokrat: Ical cerdas jadikan Ibas sebagai cawapres
Meski Ical berwacana meminang Ibas, namun keputusan terakhir berada pada majelis tinggi Partai Demokrat.
Advertisement
Rekomendasi