Elektabilitas anjlok, FPD akan minta penjelasan LSI

"Survei itu tidak mutlak benar," kata Ketua FPD Nurhayati Ali Assegaf.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Elektabilitas anjlok, FPD akan minta penjelasan LSI
Kampanye Partai Demokrat. Merdeka.com/Arie Basuki

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terbaru yang digelar 2-11 Juni 2012 menempatkan Partai Demokrat berada di urutan ketiga di bawah Partai Golkar dan PDIP dengan tingkat elektabilitas 11,3 persen. Menanggapi hasil survei ini, Fraksi Partai Demokrat DPR akan mengundang LSI untuk memberikan penjelasan secara khusus."Partai Demokrat tentunya menghargai hasil survei tersebut. Partai Demokrat dan Fraksi Partai Demokrat di DPR tentu punya cara untuk menyikapi survei tersebut," ujar Ketua FPD DPR Nurhayati Ali Assegaf, di gedung DPR, Jakarta, Senin (18/6).Anggota Komisi I DPR ini pun mengatakan nanti akan mengundang lembaga survei tersebut untuk mengetahui apa komponen yang disurvei. Bahkan survei tersebut dikaitkan dengan kasus yang menyangkut nama-nama di Demokrat."Saya juga sebetulnya mungkin nanti yang akan datang kita akan mengundang, apa saja yang disurvei itu. Kalau ini dikaitkan dengan kasus-kasus yang sedang melanda, tapi di balik itu sebetulnya banyak sekali program-program pemerintahan Pak SBY di mana PD sebagai pendukung. Ini yang saya tidak ketahui," jelasnya.Menurutnya, program pemerintah yang prorakyat itu banyak sekali. Sehingga nanti PD akan mengundang lembaga survei tersebut untuk menanyakan hal apa saja yang di survei yang menyebabkan elektabilitas PD menurun."Makanya nanti kapan-kapan kita undang, kita tanyakan apa saja yang disurvei. Kita tidak bisa menafikan keberhasilan pak SBY melalui program-programnya. Kita hanya mendapatkan hasilnya. Biasanya survei-survei dikaitkan dengan kasus yang melanda," ujarnya.Terkait salah satu poin hasil survei yang menyebutkan kinerja pemerintahan SBY ikut mempengaruhi penurunan elektabilitas Partai Demokrat, Nurhayati penasaran dengan apa yang disurvei LSI sehingga mendapatkan kesimpulan seperti itu."Mereka memaparkan itu, tapi tidak memaparkan apa saja yang disurvei dengan jelas," tandasnya.Dia pun mengatakan jika survei muncul ketika ada persidangan kasus, seperti kasus Nazarudin sudah biasa dalam hal politik. "Lembaga survei itu muncul ketika ada persidangan kasus. Dan ini menjadi keniscayaan di dalam politik. Naik turun partai itu biasa. Bagaimana kita menyikapi hal tersebut untuk meningkatkan kerja keras. Dan tidak harus percaya kepada survei. Survei itu tidak mutlak benar," paparnya.Nurhayati pun masih yakin jika pamor Partai Demokrat akan naik mendekati pemilu 2014. "Saya senang, tapi insya Allah kita lihat saja pada 2014. Kita lihat saja hasilnya. Kita tanggapi ini dengan positif. Nanti akan kita buktikan siapa yang akan menang. Paling tidak anggota dewan yang sekarang tetap menjadi anggota dewan yang akan datang," tukasnya.

Rekomendasi