Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan (Kemenkum Kalsel) telah melaksanakan asesmen Tim Pokja pembangunan zona integritas di Banjarmasin pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya penguatan reformasi birokrasi di lingkungan kementerian, menunjukkan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik.
Asesmen ini secara spesifik bertujuan untuk menjaga keberlanjutan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang telah berhasil diraih sebelumnya. Lebih dari itu, langkah strategis ini juga difokuskan untuk mencapai predikat yang lebih tinggi, yaitu Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Kalsel, Alex Cosmas Pinem, menjelaskan bahwa asesmen ini dilakukan melalui metode wawancara langsung terhadap para calon anggota tim Pokja. Proses seleksi ini dirancang cermat untuk menjaring sumber daya manusia terbaik yang akan mengemban tugas penting ini.
Advertisement
Advertisement
Pelaksanaan asesmen ini memiliki tujuan utama untuk menyeleksi sumber daya manusia terbaik yang akan menjadi bagian dari Tim Pokja. Kriteria utama yang dicari meliputi integritas tinggi, pemahaman substansi mendalam mengenai pembangunan zona integritas, serta kompetensi yang relevan.
Selain itu, komitmen kuat dan kesiapan penuh dalam menjalankan tugas sebagai Tim Pokja untuk tahun anggaran 2026 menjadi fokus penting dalam proses evaluasi. Alex Cosmas Pinem menegaskan bahwa asesmen ini adalah langkah krusial untuk memastikan kualitas tim.
"Asesmen ini kami lakukan untuk menjaring tim Pokja yang benar-benar siap bekerja, memiliki komitmen kuat, dan mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan zona integritas,” ujar Alex. Langkah ini esensial untuk memastikan bahwa setiap anggota tim memiliki kapabilitas dan dedikasi yang dibutuhkan.
Advertisement
Advertisement
Dalam sesi wawancara, para peserta asesmen diminta untuk memaparkan pemahaman mereka terkait prinsip-prinsip dasar zona integritas secara komprehensif. Mereka juga harus menjelaskan strategi konkret yang akan digunakan untuk mempertahankan predikat WBK yang sudah ada.
Lebih lanjut, calon anggota Tim Pokja diharapkan dapat menyampaikan gagasan dan inovasi konkret yang dapat diimplementasikan. Inovasi ini harus mampu secara efektif mendukung penguatan pembangunan zona integritas menuju pencapaian predikat WBBM.
Alex Cosmas Pinem menjelaskan bahwa asesmen ini merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditawar. Tujuannya adalah memastikan Tim Pokja diisi oleh personel yang tepat, berkompeten, dan memiliki integritas tinggi demi keberlanjutan program.
Advertisement
Advertisement
Melalui pelaksanaan asesmen yang ketat dan transparan ini, Kemenkum Kalsel berharap dapat membentuk Tim Pokja Pembangunan Zona Integritas yang sangat efektif. Tim ini diharapkan mampu bekerja secara kolaboratif, sinergis, dan berorientasi kuat pada hasil nyata.
Pembentukan tim yang solid dan berintegritas ini krusial untuk memperkuat implementasi reformasi birokrasi secara menyeluruh di lingkungan Kemenkum Kalsel. Hal ini juga bertujuan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan kepada masyarakat.
Komitmen terhadap integritas, transparansi, dan pelayanan publik yang bersih menjadi landasan utama setiap langkah yang diambil. Kemenkum Kalsel terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari korupsi dan melayani masyarakat dengan optimal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews