Bawaslu Pecat Dua Pengawas TPS Makassar

Minggu, 14 April 2019 23:32 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Bawaslu Pecat Dua Pengawas TPS Makassar Dua pengawas TPS di Makassar dipecat. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Dua anggota Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Makassar dipecat karena berfoto sambil mengacungkan ibu jari dan jari telunjuk. Simbol tersebut erat dikaitkan dengan dukungan ke Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Keduanya PTPS dari Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea.

Ketua Bawaslu Makassar, Nursari yang dikonfirmasi menjelaskan kronologinya bahwa setelah menerima laporan soal dugaan pelanggaran anggota PTPS itu lengkap dengan foto, pihaknya berkoordinasi dengan pengawas kecamatan untuk mencari tahu. Dan akhirnya diketahui jika PTPS itu berasal dari Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea.

"Kami berkoordinasi dengan pengawas tingkat kecamatan dan mengambil sikap untuk segera melakukan pergantian terhadap dua pengawas TPS itu. Yang seperti itu (berfoto dengan simbol salah satu peserta Pemilu), kami tidak bisa tolerir. Jadi mudah-mudahan tidak menyeberang sampai besok, kedua pengawas TPS itu sudah diganti," kata Nursari, Minggu (14/4).

Ditambahkan, melihat dari foto yang beredar di media sosial, pengawas TPS yang mengenakan rompi Bawaslu itu berfoto di belakang ratusan jajaran Bawaslu lainnya saat kegiatan apel siaga di lapangan Karesbosi, Minggu pagi. Dalam foto itu, ada tiga orang laki-laki pengawas TPS dengan rompi Bawaslu, namun hanya dua orang yang mengacungkan jari simbol dukungan.

"Tidak usah ditanya lagi, pasti mereka sengaja acungkan simbol itu karena mereka berfoto dengan sengaja dan itu tidak akan kami tolerir," tandas Nursari.

Sementara itu, koordinator divisi penindakan pelanggaran Bawaslu Makassar, Sri Wahyuningsih yang juga dikonfirmasi mengatakan, sudah ada calon pengganti dua anggota pengawas TPS dari Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea itu. Mereka diambil dari calon PTPS yang beberapa waktu lalu belum lolos sebagai pengawas TPS.

"Saat perekrutan anggota pengawas TPS beberapa waktu lalu itu banyak yang mendaftar dan ada beberapa yang dinyatakan belum lolos dan merekalah yang dijadikan cadangan. Jadi kalau ada kasus seperti ini, yang cadangan itu sudah siap mengganti," jelas Sri Wahyuningsih. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini