Warga Dengar Dentuman Sebelum Kebakaran Palmerah, Diduga Akibat Kabel SUTET Putus
Detik-detik mencekam Kebakaran Palmerah terekam saat warga mendengar dentuman keras, diduga berasal dari kabel SUTET yang putus dan memicu api melalap puluhan rumah.
Sebuah insiden kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Tomang Banjir Kanal, Gang Pelita 08, Kelurahan Jati Pulo, RW 04, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, pada Minggu sore. Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar yang sebelumnya mendengar dentuman keras. Api dengan cepat menjalar ke berbagai titik, menyebabkan kerugian material yang signifikan.
Menurut kesaksian warga dan Ketua RW setempat, Maulana Sani, dentuman tersebut berasal dari kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang putus. Percikan api dari kabel yang jatuh kemudian memicu kebakaran di sejumlah rumah warga. Kejadian ini menimbulkan kepanikan dan upaya pemadaman yang sulit karena api muncul di banyak lokasi sekaligus.
Akibat musibah ini, sedikitnya 50 rumah tinggal hangus dan sekitar 100 keluarga terdampak. Satu orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat tersetrum, sementara 350 warga terpaksa mengungsi. Pemerintah daerah dan petugas pemadam kebakaran segera bertindak untuk menangani dampak kebakaran serta memberikan bantuan kepada para korban.
Kronologi Kebakaran dan Dugaan Penyebab dari Kabel SUTET
Warga di Jalan Tomang Banjir Kanal, Gang Pelita 08, Kelurahan Jati Pulo, Palmerah, dikejutkan oleh dentuman besar sebelum api mulai berkobar pada Minggu sore. Dentuman tersebut, yang terdengar sangat jelas, kemudian diketahui berasal dari fasilitas umum. Maulana Sani, Ketua RW 04 Kelurahan Jati Pulo, menjelaskan asal mula kejadian tragis ini.
"Ternyata itu asalnya dari kabel SUTET, transmisi yang putus di RT 6, di atas rumah warga. Putus, terus mengarah ke sini. Tiba-tiba asap membesar dari rumah warga di RT 9," kata Maulana Sani. Percikan api dari kabel SUTET yang putus ini diduga menjadi pemicu utama kebakaran yang melanda permukiman padat tersebut.
Kebakaran di Palmerah ini dengan cepat menyebar ke berbagai titik, membuat warga dan petugas kesulitan mengendalikan api. Maulana Sani menambahkan, "Dari kabel, percikan apinya bikin kebakaran langsung di banyak titik. Makanya kita kebingungan juga nanganinnya, titiknya di mana-mana. Di sini dimatiin, di sana ada lagi." Situasi ini menunjukkan betapa cepatnya api meluas.
Menyadari potensi bahaya lebih lanjut, Maulana Sani segera menghubungi pihak PLN untuk memastikan aliran listrik pada kabel SUTET yang putus dimatikan. Langkah ini diambil untuk mencegah kebakaran susulan dan potensi bahaya tersetrum bagi warga serta petugas yang sedang berupaya memadamkan api.
Dampak Kebakaran dan Upaya Penanganan Korban
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat berhasil memadamkan api setelah berjuang keras di lokasi kejadian. Namun, dampak dari kebakaran di Palmerah ini sangat besar bagi warga setempat. Kerugian material yang dialami warga hampir tidak ada yang bisa diselamatkan.
Maulana Sani mengungkapkan, "Kerugian kalau secara material, enggak ada yang terselamatkan. Kalau dari bawah satu-satu kan kita masih bisa ya selamatkan barang gitu. Ini enggak, langsung banyak dan gede." Ini menggambarkan betapa dahsyatnya api melalap harta benda warga.
Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan, kebakaran ini berdampak pada 50 rumah tinggal. Sebanyak 100 keluarga di RT 07, 08, 09, dan 10 di daerah tersebut menjadi korban. Total 350 warga terpaksa mengungsi dan kini ditampung sementara di Lapangan Taman Jati.
Selain kerugian material, insiden ini juga menimbulkan korban luka. "Korban tercatat satu orang luka ringan karena tersetrum, saat ini sudah ditangani oleh PMI," jelas Mohamad Yohan. Penanganan medis cepat diberikan kepada korban luka.
Sumber: AntaraNews