Usai Rebut Juara Welter, Islam Makhachev Incar Laga Bersejarah di UFC Gedung Putih
Islam Makhachev, juara baru kelas welter UFC, mengincar pertarungan bersejarah di UFC Gedung Putih setelah mengalahkan Jack Della Maddalena. Akankah impiannya terwujud?
Islam Makhachev, juara baru kelas welter Ultimate Fighting Championship (UFC), baru saja menorehkan sejarah. Ia berhasil merebut gelar juara setelah mengalahkan Jack Della Maddalena di UFC 322 yang berlangsung di New York pada Minggu lalu. Kemenangan ini sekaligus membuka babak baru dalam karier petarung asal Rusia tersebut.
Tak puas hanya dengan satu gelar, Islam Makhachev kini telah mengincar panggung yang lebih besar. Ia secara terbuka menyatakan keinginannya untuk bertarung di ajang UFC Gedung Putih. Pertarungan ini diharapkan dapat menjadi momen bersejarah bagi dunia seni bela diri campuran.
Rencana UFC Gedung Putih sendiri telah diutarakan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kepada CEO UFC Dana White. Ajang spektakuler tersebut direncanakan akan digelar pada bulan Juni 2026. Ini akan menjadi kesempatan emas bagi para petarung top dunia.
Ambisi Islam Makhachev untuk UFC Gedung Putih
Setelah mengukuhkan diri sebagai juara kelas welter, Islam Makhachev tidak membuang waktu untuk menetapkan target berikutnya. Ia langsung menyerukan tantangan kepada Donald Trump untuk membuka pintu Gedung Putih bagi ajang UFC. "Donald Trump (Presiden Amerika Serikat), ayo kita mulai. Buka Gedung Putih (untuk ajang UFC Gedung Putih), aku datang," kata Islam Makhachev seusai kemenangan.
Seruan ini menunjukkan ambisi besar Islam Makhachev untuk mempertahankan gelarnya di panggung yang paling prestisius. Ia ingin namanya tercatat dalam sejarah sebagai salah satu petarung yang tampil di acara unik tersebut. Keinginannya ini selaras dengan pernyataan Trump sebelumnya.
Ajang UFC Gedung Putih telah menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar dan petarung. Banyak yang melihatnya sebagai kesempatan langka untuk memadukan olahraga dengan simbol kekuasaan. Islam Makhachev sangat menyadari potensi besar dari event ini.
Daya Tarik dan Persiapan UFC Gedung Putih
Rencana pelaksanaan UFC Gedung Putih pada Juni 2026 telah menarik perhatian banyak petarung elite. Selain Islam Makhachev, nama-nama besar seperti mantan juara kelas berat Jhon Jones dan juara dua divisi UFC Ilia Topuria juga menyatakan minatnya. Mereka semua berharap bisa menjadi bagian dari daftar petarung yang akan tampil.
CEO UFC Dana White telah mendapatkan lampu hijau dari Donald Trump untuk menggunakan halaman Gedung Putih sebagai lokasi pertarungan. Ini menandakan keseriusan dalam mewujudkan ajang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Persiapan untuk event ini tentu akan sangat matang.
Daya tarik UFC Gedung Putih tidak hanya terletak pada lokasinya yang ikonik, tetapi juga pada potensi pertarungan-pertarungan kelas dunia. Para petarung melihat ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan profil mereka secara global. Kehadiran para juara seperti Islam Makhachev akan menambah gengsi acara.
Calon Lawan dan Rekor Gemilang Islam Makhachev
Kemenangan Islam Makhachev atas Jack Della Maddalena tidak hanya memberinya gelar juara kelas welter, tetapi juga menyamai rekor penting. Ia kini menyamai rekor Anderson Silva untuk kemenangan berturut-turut terbanyak di UFC, yaitu sebanyak 16 kali. Prestasi ini menegaskan dominasinya di oktagon.
Dengan status juara dua divisi UFC, Islam Makhachev kini dihadapkan pada sejumlah calon lawan tangguh untuk pertahanan gelar pertamanya. Nama-nama seperti Michael Morales, yang baru saja meraih kemenangan impresif, menjadi salah satu kandidat kuat. Morales menunjukkan performa menjanjikan.
Selain Morales, mantan juara Kamaru Usman juga disebut-sebut sebagai lawan potensial. Ada pula mesin penghancur tak terkalahkan Shavkat Rakhmonov, serta pemenang pertarungan antara Ian Machado Garry dan Belal Muhammad di UFC Qatar. Pilihan lawan bagi Islam Makhachev sangat beragam dan menantang.
Kekecewaan Jack Della Maddalena
Di sisi lain, Jack Della Maddalena harus menelan pil pahit kekalahan di UFC 322. Ia gagal mempertahankan gelar juara kelas welter yang sebelumnya berhasil direbut dari rekan dan sahabat Islam Makhachev, Belal Muhammad. Kekalahan ini merupakan pukulan telak bagi Maddalena.
Maddalena pulang dengan kekecewaan setelah pertarungan sengit tersebut. Kemenangan angka mutlak yang diraih Islam Makhachev menunjukkan dominasi sang juara baru. Pertarungan ini menjadi pelajaran berharga bagi Maddalena untuk kembali bangkit.
Sumber: AntaraNews