Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyambut baik pembukaan tiga program studi (prodi) spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (FK Untad). Wakil Gubernur Sulteng, Reny A Lamadjido, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan terobosan strategis untuk menjawab kebutuhan mendesak akan dokter spesialis di berbagai kabupaten dan kota di wilayah tersebut. Pembukaan prodi ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata atas kesulitan daerah dalam memenuhi tenaga medis spesialis.
Peluncuran prodi spesialis ini meliputi Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Bedah, serta Ilmu Penyakit Dalam. Acara Grand Launching program studi ini berlangsung di Palu pada Jumat, menandai babak baru dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Sulteng. Kehadiran prodi spesialis ini sangat vital mengingat masih banyak daerah yang kesulitan memiliki dokter spesialis akibat keterbatasan tenaga pendukung.
Wagub Reny A Lamadjido menekankan pentingnya pendidikan spesialis dihadirkan di Palu. Hal ini bertujuan agar kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dapat terpenuhi secara mandiri dari daerah sendiri, mengurangi ketergantungan pada wilayah lain. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sistem kesehatan lokal.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung keberlangsungan pendidikan spesialis ini. Wagub Reny A Lamadjido menegaskan bahwa Pemprov Sulteng akan memberikan dukungan terhadap sarana dan prasarana pendidikan, termasuk pembiayaan mahasiswa melalui program Berani Cerdas. Dukungan ini menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Anggaran yang diperlukan untuk dukungan ini telah disiapkan dalam anggaran tahun berjalan. Hal ini memastikan bahwa program studi spesialis di FK Untad dapat berjalan lancar dan optimal. Komitmen finansial ini diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa serta menjamin ketersediaan fasilitas yang memadai untuk proses belajar mengajar.
Wagub juga mengingatkan para peserta didik dan dokter pendidik untuk menjaga standar akademik yang tinggi. Pentingnya memperbanyak pembelajaran berbasis kasus, literatur ilmiah, serta pendampingan tutor yang memadai menjadi fokus utama. Pesan ini bertujuan agar lulusan prodi spesialis tidak hanya mengejar gelar, tetapi juga memiliki kompetensi dan kualitas yang terjamin.
Advertisement
Advertisement
Rektor Universitas Tadulako, Prof Amar, menyampaikan apresiasinya atas dukungan konsisten dari pemerintah provinsi. Dukungan tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana, serta kemitraan pembinaan akademik dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin sebagai institusi induk. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam pengembangan kualitas pendidikan kedokteran di Untad.
Prof Amar menyatakan bahwa kehadiran prodi spesialis ini akan memperkuat posisi Universitas Tadulako sebagai pusat rujukan pendidikan kedokteran di kawasan timur Indonesia. Ini bukan hanya sebuah pencapaian akademik, tetapi juga jawaban atas kebutuhan nyata tenaga medis spesialis di Sulawesi Tengah. Penguatan ini diharapkan mampu menarik lebih banyak calon dokter untuk menempuh pendidikan di Untad.
Pihak universitas juga berkomitmen untuk merekrut dokter-dokter spesialis senior sebagai pendidik. Langkah ini diambil untuk menjamin keberlanjutan dan mutu pendidikan yang diberikan kepada para peserta didik. Dengan demikian, kualitas lulusan prodi spesialis FK Untad diharapkan setara dengan standar nasional dan internasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews